Slide item 12
korupsi

Korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa yang menjadi penghambat utama tercapainya tujuan pembangunan Nasional. Upaya untuk mensinergikan kegiatan pencegahan korupsi, pelaksanaan reformasi birokrasi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik, maka PSTNT menetapkan kebijakan pembangunan Zona Integritas (ZI) dengan mambangun Wilayah Bebas dari Korupsi

reaktor kartini menuju era kemandirian

REAKTOR NUKLIR BANDUNG
Menuju era kemandirian  teknologi nuklir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat"

Peresmian

Pada tanggal 24 Juni 2000 Megawati Soekarno Putri meresmikan pengoperasikan "Reaktor TRIGA 2000" di Kawasan nuklir Bandung

analisis

Peran Teknis Analisis Nuklir dalam pemantauan kualitas udara di Indonesia

Litbang

Litbang sediaan radioisotop pemancar sinar beta untuk diaplikasikan di bidang kesehatan sebagai prekursor dalam pembuatan radiofarmaka

srikandi

Setelah 52 tahun, ternyata ada wanita-wanita muda yang berprofesi sebagai operator Reaktor Nuklir di Reaktor TRIGA 2000. Mereka lah para penerus cita2 Kartini... Selamat Hari Kartini, 21 April 2017.

(Bandung, 02/10/018) Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan BATAN sebagai salah satu Pusat Unggulan Iptek (PUI) menyelenggarakan workshop yang bertema ‘Strategi Menghadapi Tantangan Globalisasi”. Kegiatan workshop diikuti oleh pejabat struktural dan fungsional di lingkup PSTNT BATAN.

Dalam pembukaan resminya kepala PSTNT BATAN Dr.Jupiter Sitorus Pane,M.Sc menyampaikan bahwa perlunya terus dilakukan inovasi yang tidak hanya bersifat continous improvement tetapi melebihi dari itu, serta harus semakin banyak produk – poduk litbang yang dihasilkan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kegiatan workshop dibagi menjadi dua sesi dimana pada sesi yang pertama diisi oleh Prof. Dr. Nurul Taufiqu rohman, M.Eng dari LIPI yang memberikan pemaparan terkait mimpi indonesia di era global. Prof Nurul akrab disapa , yang sudah berkiprah dengan menghasilkan 50 produk litbang yang sudah menembus dunia industri serta mendapat berbagai macam penghargaan baik nasional maupun internasional. Beliau memberikan saran betapa pentingnya proses alih teknologi di lembaga litbang yang harus mulai dipetakan dan disusun dari sekarang.

"Seorang peneliti juga diharapkan dapat memiliki keahlian/ skill yang mumpuni , produktifitas tinggi serta hasil yang berkualitas. Mengingat pemerintah saat ini fokus pada penggunaan anggaran lembaga litbang yang diharapkan dapat menghasilkan produk yang berkualitas bagi masyarakat" ungkap Nurul.

Sesi pertama pemaparan dilanjutkan oleh Dr.Eng. Khairul Anwar yang sudah banyak berkiprah ditingkat internasional dalam bidang riset telekomunikasi khususnya pengembangan jaringan. Beliau memberikan pemaparan terkait strategi penguatan riset menghadapi tantangan global. Khairul juga menyorot terkait tulisan-tulisan peneliti di Indonesia yang mayoritas masih sangat kurang dari sisi bahasa sehingga susah menembus jurnal-jurnal bereputasi internasional dengan impact faktor tinggi.

Sesi kedua setelah istirahat diisi oleh Dr.rer.nat Didin Mujahidin,S.Si.,M.Si dari Institut Teknologi Bandung. Kiprah Didin di bidang riset kimis sintesis sudah sangat banyak dan bekerjasama dengan berbagai instansi baik pemerintah maupun swasta. Beliau memberikan masukan agar kedepannya dalam melakukan riset kita tidak hanya melihat kekondisi pasar nasional saja tetapi juga melihat kebutuhan dunia, terutama di bidang kimia. Sehingga seorang peneliti juga harus menyesuaikan riset yang dilakukan untuk menjawab kebutuhan dan tantangan di industri.

Para peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan workshop dengan tingginya animo pada sesi tanya jawab dalam setiap sesi presentasi. (AK*)

Foto lainnya :