Pengumuman Penerimaan CPSN 2019
sucofindo
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
peresmian gedung radiosiotop
korupsi
kedelai
Radiofarmaka

Kelahiran Jepara, 16 Desember 1946, Soedyartomo Soentono menamatkan sarjana kimia dari UGM Yogyakarta di tahun 1970 dan meraih gelar doktor di Universitas Salford, Inggris, pada tahun 1979. Menjabat sebagai kepala BATAN dari 2002 hingga 2007.

Usai meraih gelar doktor, Soedyartomo yang akrab disapa Pak Tomi mendapat tugas menyusun Bluebook untuk menyulap kebun karet Serpong menjadi kawasan reaktor nuklir serbaguna hingga akhirnya pada Agustus 1987, reaktor telah beroperasi. Salah satu keberhasilannya adalah mengembangkan elemen bakar dari uranium silisida yang mengandung uranium lebih banyak. Prestasi lainnya adalah mengembangkan perencanaan pembangunan PLTN di Indonesia.

Pada tingkatan eksekutif, Soedyartomo Soentono telah dapat memasukkan program pembangunan PLTN secara definitif pada  Pengembangan  Energi Nasional (PEN) pada tahun 2005 dan juga pada kebijakan Energi Nasional yang tertuang dalam Peraturan Presiden  No. 5 tahun 2006. Disebutkan bahwa PLTN beroperasi pada tahun 2016 serta kontribusi PLTN pada jaringan listrik jawa, Madura dan Bali sebesar  4.000 MW pada tahun 2025.

Konsep   dasar  Soedyartomo  Soentono  tentang  Landmark Energi di lingkungan Kementerian Negara Ristek juga menjadi dasar dari konsep Buku Putih Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Iptek untuk mendukung keberlanjutan Penyediaan Energi Nasional 2006-2025.