sucofindo
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
peresmian gedung radiosiotop
korupsi
kedelai
Radiofarmaka

Lahir di Surakarta pada 31 Agustus 1923, Baiquni adalah Fisikawan Atom pertama di Indonesia dan juga termasuk dalam jajaran ilmuwan fisika atom internasional yang dihormati.

Setelah usai menuntut ilmu di madrasah tinggi Mamba'ul Ulum maka Baiquni lalu menempuh pendidikan di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UI di Bandung pada tahun 1952 dan selanjutnya mengajar di UGM Yogyakarta.

Pada tahun 1950, ilmu fisika atom masih menjadi monopoli Amerika Serikat yang lima tahun sebelumnya menjatuhkan bom atom di Hiroshima. Baru pada tahun 1954, Presiden Eisenhower mengizinkan fisika atom diajarkan secara terbuka di perguruan tinggi. Baiquni pada tahun itu memang sedang memperdalam ilmu fisika di Amerika Serikat dan kemudian ikut menekuni fisika atom. Mula-mula, ia belajar di Laboratorium Nasional di Argonne selama tujuh bulan dan berlanjut ke Universitas Chicago dengan mengambil jurusan fisika nuklir hingga meraih gelar PhD pada tahun 1964. Sekembalinya ke tanah air Achmad Baiquni kembali mengajar di UGM Yogyakarta.

Pada  tahun  1973, Achmad Baiquni ditunjuk menjadi Dirjen BATAN  hingga  tahun  1984.  Selain itu Prof. Baiquni juga pernah menjadi Dubes Indonesia untuk Swedia (1985-1988), Rektor UNAS, dan dosen IAIN-Syarif Hidayatullah.  Prof. Baiquni meninggal pada 21 Desember 1998  pada usia 75 tahun.