WBK

Penyimpangan? Awasi, Amati, Laporkan

Jangan tunda, Lapor jika anda mengetahui Korupsi, Gratifikasi, Fraud dan Pelanggaran Kode Etik. Laporkan ke inspektorat@batan.go.id

Portal SIMLIN

Sistem Informasi Manajemen Litbangyasa Iptek Nuklir, Layanan aplikasi Online untuk pegawai BATAN...

Selengkapnya...

Jurnal Atom Indonesia

WINNERS OF "ATOM INDONESIA BEST PAPER AWARD 2014"

ATOM INDONESIA is one of the most highly reputed scientific journals in Indonesia. It is an open access international peer - reviewed journal...

Selengkapnya...
gedung 90

Gedung Manajemen

Selengkapnya...

(Jakarta, 05/04/2020) Wabah virus corona di Indonesia hingga kini belum juga reda, setiap hari pasien positif terjangkit terus bertambah. Pemerintah terus berupaya menangani penyebaran virus corona, salah satunya dengan memutus rantai penyebarannya melalui social distancing.

Ditengah upaya penanganan virus corona, persediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para tenaga medis terus menipis, bahkan di beberapa daerah sempat mengalami kekurangan. Untuk itulah, para pegawai Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) khususnya di Kawasan Nuklir Serpong, memberikan bantuan berupa APD kepada para tenaga medis.

Bantuan ini merupakan wujud dari gerakan “Sisihkan Rp 100.000,- dari Gajimu Bulan Depan Untuk Penanganan Covid-19” yang viral di lingkungan instansi pemerintah. Melalui gerakan ini, dari seluruh pegawai BATAN di Kawasan Nuklir Serpong (KNS) terkumpul dana sebesar 150 juta rupiah.

Perwakilan Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) KNS, Kasturi mengatakan, dana yang terkumpul dari para pegawai disumbangkan dalam bentuk perlengkapan APD dan kebutuhan bahan pokok. APD yang terdiri dari coverall, masker, sarung tangan lateks, kaca mata, dan hand sanitizer dibagikan kepada beberapa puskesmas di sekitar Puspiptek.

“APD dibagikan kepada 7 puskesmas yang ada di sekitar Puspiptek diantaranya Puskesmas Rahma Medika, Kranggan, Rawa Buntu, Serpong 1, Serpong 2, dan Dinkes Tangsel,” kata Kasturi.

Dari dana yang terkumpul tersebut, imbuh Kasturi, selain diberikan dalam bentuk APD juga diberikan dalam bentuk kebutuhan pokok (sembako). Sembako ini nantinya akan dibagikan kepada masyarakat yang terdampak langsung akibat kebijakan social distancing yakni batasan berinteraksi sosial.

Masyarakat yang tedampak langsung ini, kata Kasturi, diantaranya para pedagang kaki lima yang selama ini berjualan di area sekolah. Dengan diterapkannya social distancing ini maka seluruh sekolah diliburkan sehingga berdampak pada penghasilan para pedangang kaki lima tersebut.

“Sembako ini dibagikan kepada mereka yang kena dampak secara ekonomi, contohnya para penjual makanan di sekolah, karena sekolah libur sehingga penghasilannya berkurang,” tambah Kasturi.

Gerakan pengumpulan dana ini juga dilakukan oleh pegawai BATAN di Kawasan Kantor Pusat, Pasar Jumat, Bandung, Dan Yogyakarta. Menurut Kasturi, kegiatan ini selain merupakan kegiatan sosial, kegiatan ini juga merupakan upaya mengembangkan jejaring BATAN dengan masyarakat luas khususnya yang berada di wilayah Tangerang Selatan. (Pur)