WBK

Penyimpangan? Awasi, Amati, Laporkan

Jangan tunda, Lapor jika anda mengetahui Korupsi, Gratifikasi, Fraud dan Pelanggaran Kode Etik. Laporkan ke inspektorat@batan.go.id

Portal SIMLIN

Sistem Informasi Manajemen Litbangyasa Iptek Nuklir, Layanan aplikasi Online untuk pegawai BATAN...

Selengkapnya...

Jurnal Atom Indonesia

WINNERS OF "ATOM INDONESIA BEST PAPER AWARD 2014"

ATOM INDONESIA is one of the most highly reputed scientific journals in Indonesia. It is an open access international peer - reviewed journal...

Selengkapnya...
gedung 90

Gedung Manajemen

Selengkapnya...

Serpong(24/09/2018), Dalam rangka memberikan pemahaman tentang penyakit hepatitis B, Klinik BATAN Serpong menyelenggarakan kegiatan bincang kesehatan yang diselenggarakan pada hari Senin, 24 September 2018 bertempat di Auditrium Gedung 71 Kawasan Nuklir Serpong. Tema yang diangkat pada kegiatan bincang kesehatan kali ini adalah “ Mengenal Hepatitis B “. Acara yang dihadiri oleh pegawai di lingkungan Kawasan Nuklir Serpong ini, dibuka oleh Kepala Pusat Pendayagunaan Informatikan dan Kawasan Strategis Nuklir ( PPIKSN ) Ir. Yusi Eko Yulianto.

Dalam sambutannya, Yusi Eko Yulianto menekankan pentingnya mengenal penyakit hepatitis B sejak dini sehingga kita dapat segera melakukan tindakan pencegahan dan pengobatannya. Pembicara dalam kegiatan bincang kesehatan kali ini adalah dr. Artati Murwaningrum Sp.PD. Dalam presentasinya, dr. Artati Murwaningrum Sp.PD menjelaskan secara lengkap tentang penyakit hepatitis.

Menurut dr. Artati Murwaningrum Sp.PD, hepatitis adalah peradangan hati yang disebabkan karena berbagai hal seperti baktei, virus, autoimun, obat atau zat berbahaya. Hepatitis karena virus dapat disebabkan karena virus hepatitis A, B, C, D atau E,  namun  hanya virus hepatitis B dan C yang berpotensi mengakibatkan infeksi yang bertahan lama (kronik). Angka kejadian Hepatitis B di Indonesia berdasarkan Riskesda 2017 adalah 7.2% sementara Hepatitis C adalah 1.01%. Pasien tersebut berpotensi menjadi kanker hati atau sirosis hati yang membutuhkan biaya sangat besar dan angka kesembuhan yang rendah. Penyaringan (screening) sangat penting untuk upaya pengendalian dan pencegahan Hepatitis B di Indonesia dan mendukung program Indonesia bebas Hepatitis B dan C pada tahun 2030 dan Indonesia bebas Hepatitis B pada tahun 2020.

Klinik BATAN Serpong mengadakan pemeriksaan kesehatan berkala dan hepatitis B merupakan salah satu parameter yang diperiksa. Pemahaman karyawan akan Hepatitis B penting untuk meningkatkan kesadaran mengikuti skrining Hepatitis B dan melakukan terapi Hepatitis B jika sudah ada indikasi terapi.

Hepatitis B ditularkan  melalui tato, tindik, pemakaian jarum suntik bersama pada pasien pengguna narkoba, hubungan seksual, penggunaan alat cukur bersama-sama dan juga ditularkan saat kehamilan baik dalam kandungan maupun saat proses persalinan. Jika sudah terinfeksi hepatitis, jika tidak diterapi maka dalam 5 tahun 8-20% pasien berisiko menjadi sirosis hepatis kemudian 20% dari jumlah tersebut dalam 5 tahun kemudian akan menimbulkan komplikasi seperti tertumpuknya cairan di perut, penurunan kesadaran, perdarahan saluran cerna atas dan bawah. Komplikasi yang paling dikhawatirkan adalah terjadinya kanker hati.

Gejala dan tanda infeksi Hepatitis B tidak selalu jelas dan bisa hanya berupa keluhan lemas, lesu, penurunan nafsu makan. Sehingga skrining secara berkala menjadi penting karena banyak pasien yang tidak menyadari dirinya terinfeksi Hepatitis B. Pemeriksaan penyaring yang dilakukan adalah HbSAg, jika hasil positif maka pemeriksaan lanjutan harus dilakukan di Rumah Sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap untuk mengetahui apakah pasien terindikasi memulai terapi saat itu atau hanya pemantauan saja. Lakukan skrining Hepatitis B secara berkala untuk tercapainya program Indonesia bebas Hepatitis B tahun 2020. Acara diakhiri dengan praktek cara mencuci tangan yang baik dan diskusi. (artati/kangdwi)