Slide lapor go id
Slide PZI PTLR
Slide Survey Persepsi
Slide Hut RI 76
Slide WBS
Slide item 1

PTLR-BATAN Menerima Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Seluruh Indonesia

Di Indonesia zat radioaktif dimanfaatkan khususnya oleh industri dan rumah sakit. .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam Pengelolaan Limbah Radioaktif

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam kegiatan fasilitas nuklir di Serpong .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia adalah PTLR-BATAN

Dalam UU No.10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, bahwa Pengelolaan Limbah Radioaktif dilaksanakan oleh Badan Pelaksana .....

Selengkapnya...

(Tangerang Selatan, 7 Agustus 2020) "Proposal dengan judul "Robot for Monitoring and Mapping a Contaminated Area" yang dikirim oleh Zeni Anggraeni, Nazhira Shadrina, dan Alma Samudra dari BATAN masuk ke dalam lima besar kompetisi Decomissioning and Environmental Remediation (DER)  tahun 2020. DER diselenggarakan oleh International Atomic Energy Agency (IAEA) dan diikuti oleh pelaku nuklir dibawah umur 35 tahun dari negara-negara anggota IAEA di seluruh dunia.  

Bagaimana tidak membanggakan dengan masuk lima besar ini menunjukkan bahwa pemikiran mereka tidak kalah smart dari para peserta negara-negara lain yang masuk lima besar seperti Inggris Amerika, Jepang, Perancis dan Indonesia. Mereka adalah pegawai yang baru masuk PTLR pada tahun 2019 yang lalu, namun sudah menunjukkan minat dan prestasi yang luar biasa tentang pengelolaan limbah radioaktif. Mari kita simak wawancara reporter tim web PTLR  berikut ini.

Berikut wawancara Reporter Web PTLR  (R) dengan Tim (T) :

R: Dari mana tahu adanya kompetisi tersebut?
T: Kami tahu informasi terkait adanya kompetisi DER Challenge dari Pak Sumarbagiono (Kepala PTLR), kemudian kami mencari tahu lebih lanjut melalui website IAEA.

R : Kenapa tertarik mendaftar?
T : Melihat semangat pegawai senior di PTLR dalam mendedikasikan ilmu untuk kemajuan PTLR, kami merasa terpacu untuk bisa berkontribusi untuk PTLR lewat DER Challenge ini dan juga ingin memberikan pandangan bahwa Indonesia mampu        memanfaatkan teknologi 4.0 (robot) dalam pemanfaatan tenaga nuklir.

R : Apa yang mendasari pemilihan ide?
T : Ada beberapa pertimbangan untuk pemilihan ide, yaitu :

1. Pentingnya pemantauan radiasi sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan radiasi
Kami mengetahui bahwa Interim Storage sudah menampung limbah selama lebih dari 30 tahun dan pemantauan kontaminasi dilakukan secara manual. Maka dari itu perlu adanya gebrakan baru dalam metode pemantauan kontaminasi                      menggunakan robot. Selain itu, robot dapat digunakan apabila terjadi kedaruratan nuklir dan  Robot dapat digunakan untuk memetakan daerah kontaminasi dengan cepat dan tepat sehingga proses dekontaminasi dapat  dilakukan dengan terstruktur dan cepat.

2. Terbatasnya jumlah personil petugas proteksi radiasi sedangkan beban pekerjaan sangat banyak. Potensi bahaya radiasi dan ergonomik juga dialami seorang petugas proteksi radiasi jika melakukan pengukuran kontaminasi pada area yang sangat      luas. Pekerjaan itu akan bisa dilakukan dengan robot tanpa mengalami dampak bahaya radiasi dan ergonomik. 

R : Bagaimana prinsip kerja robot ini?
T : Robot dekontaminasi yang berbentuk mobil ini menggunakan Arduino Uno sebagai mikrokontroller, remote control/smartphone android yang disambungkan ke sebuah hardware menggunakan Bluetooth sebagai penggeraknya. Robot akan berjalan  ke area kontaminasi dan mendeteksi kontaminasi menggunakan detektor kontaminasi dp6 yang dipasang pada bagian depan robot. Robot ini dilengkapi dengan stepper motor nema (continuous) sehingga dapat berotasi 360 derajat . Kemudian,  sensor LiDAR digunakan untuk memetakan area kontaminasi dan mengirim hasil pembacaan area kontaminasi dalam bentuk angka dan divisualisasikan dalam beberapa warna yang telah dirancang sebelumnya. Hijau untuk area tidak ada  kontaminasi, kuning untuk area dengan kontaminasi rendah hingga sedang, dan merah untuk area dengan kontaminasi tinggi.

R : Apa hasil akhir yang diperoleh robot?
T : Hasil akhir yang akan diperoleh adalah peta sejauh mana area yang terkontaminasi dengan berbagai jumlah paparan kontaminasi. Dari hasil tersebut, kami dapat membuat rekomendasi untuk dekontaminasi secara efektif dan efisien di titik                 dengan nilai kontaminasi tinggi dan area yang luas.

R : Apa keuntungannya dengan mengikuti kompetisi ini?
T : Kami mendapat bekal berupa pengalaman yang berharga buat bekal kedepan , kedua bisa membantu kegiatan pengelolaan limbah dan yang terakhir bisa melihat kantor IAEA di Vienna.

R : Setelah mengikuti kompetisi ini, apa rencana selanjutnya,  mau sebatas proposal atau dibuat prototipe nya?
T : Awal mulanya karena kami mengikuti kompetisi ini untuk mencari pengalaman. Karena anggaran PTLR tahun ini berkurang sehingga tidak bisa mendukung proposal ini kami berinisitif mencari dana dengan mengikuti kompetisi ini. Rencana            selanjutnya jika mendapat juara dan mendapatkan dana (hadiah) untuk realisasi prototipe ini.

R : Bagaimana rasanya masuk 5 besar ?
T : Alhamdulillah, kami merasa excited dan tidak pernah mengira dapat sampai ke tahap ini tapi harus tetap rendah hati dan tidak cepat berpuas diri agar terus bisa mengembangkan potensi diri.  Sekalipun tidak menang, kami harap ide ini mampu kita wujudkan bersama, tentunya dengan support dan bimbingan para senior yang lebih berpengalaman.

Menurut informasi yang diperoleh Tim dari IAEA melalui email, pada awalnya para peserta yang masuk lima besar akan diundang presentasi pada acara General Conference IAEA pada bulan September mendatang, namun berhubung masih dalam masa pandemi Covid-19, acara presentasi ditiadakan. Semoga mereka mendapat kesempatan  untuk berpartisipasi dalam acara IAEA yang lain sehingga semangat untuk berprestasi tetap tumbuh dan terjaga (irsan)







LAPORKAN GRATIFIKASI, SUAP, KORUPSI MELALUI ANDROID





Statistik Pengunjung

Live Visitors Counter

Hubungi Kami

Pusat Teknologi Limbah Radioaktif - Badan Tenaga Nuklir Nasional

Gedung 50 Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang Selatan 15310 INDONESIA

Telp. (021) 7563142 , Fax. (021)7560927

website: www.batan.go.id/ptlr

email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. 

atau Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.