Slide lapor go id
Slide PZI PTLR
Slide Survey Persepsi
Slide Hut RI 76
Slide WBS
Slide item 1

PTLR-BATAN Menerima Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Seluruh Indonesia

Di Indonesia zat radioaktif dimanfaatkan khususnya oleh industri dan rumah sakit. .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam Pengelolaan Limbah Radioaktif

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam kegiatan fasilitas nuklir di Serpong .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia adalah PTLR-BATAN

Dalam UU No.10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, bahwa Pengelolaan Limbah Radioaktif dilaksanakan oleh Badan Pelaksana .....

Selengkapnya...

(Jakarta, 16/05/2020) Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) tetap membuka layanan pengolahan limbah untuk masyarakat meski sedang diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Beroperasinya layanan pengolahan limbah radioaktif ini mempertimbangkan faktor keselamatan dan keamanan zat radioaktif yang berpotensi menimbulkan radiasi apabila tidak segera diproses.

Kepala PTLR BATAN, Sumarbagiono mengatakan, berdasarkan ketentuan, limbah radioaktif harus segera diproses dengan mengirimnya ke PTLR, di Kawasan Nuklir Serpong. “Limbah radioaktif berpotensi menimbulkan bahaya radiasi bagi pekerja, masyarakat, dan lingkungan, serta berpotensi disalahgunakan sehingga pengelolaannya harus diprioritaskan,” kata Sumarbagiono, Jumat (15/05).

Selain itu, dijelaskan Sumarbagiono, sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dan kebijakan BATAN bahwa layanan kepada masyarakat harus tetap berjalan di masa pandemi Covid-19. Kebijakan ini diambil agar sektor perekonomian masyarakat juga tetap berjalan meskipun sebagian besar aktivitas dihentikan dalam rangka memutus penyebaran Covid-19.

Baca juga: Layanan Publik Pusat Teknologi Limbah Radioaktif

Kepada para pekerja yang bertugas mengelola limbah radioaktif, Sumarbagiono menerapkan aturan ketat untuk mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. “Kepada para pekerja dilakukan pemantauan kesehatan secara berkala, pengukuran suhu tubuh, diwajibkan mengenakan masker baik kepada pekerja maupun pelanggan, disediakan cairan sanitizer, penyemprotan disinfektan pada bungkusan limbah radioaktif dan kendaraan pengangkutnya,” tambahnya.

Bagi para pekerja, lanjut Sumarbagiono, wajib mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai dan menerapkan jaga jarak baik dengan pekerja lainnya atau dengan pelanggan. Selain itu, para pekerja diberikan makanan atau minuman penambah daya tahan tubuh seperti vitamin, susu, dan madu.

Selama pemberlakuan kebijakan PSBB di wilayah Tangerang Selatan, menurut Sumarbagiono, pekerja yang bertugas terbatas pada mereka yang terkait dengan pengamanan dan keselamatan fasilitas, operator fasilitas yang sifatnya mendesak dan pelayanan publik. Pekerja yang dipilih untuk melaksanakan tugas di kantor dilihat dari kondisi kesehatan yang baik, usia di bawah 45 tahun, dan jarak dari rumah ke kantor tidak terlalu jauh.

Adapun jumlah pengguna jasa layanan pengelolaan limbah radioaktif selama masa pandemi Covid-19 mengalami penurunan. “Pengguna layanan pengelolaan limbah khususnya dari industri atau rumah sakit cenderung menurun karena mereka menunda pengiriman limbahnya. Sedangkan bagi mereka yang sudah mendapatkan persetujuan pengiriman limbah dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), maka segera mengirimkannya ke PTLR,” tambah Sumarbagiono.

Namun demikian, tegas Sumarbagiono, target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari pengelolaan limbah radioaktif tidak dikurangi. Hingga akhir triwulan I, target penerimaan telah mencapai 65% dari yang ditargetkan, sehingga diharapkan dapat dipenuhi hingga akhir tahun.

Sumarbagiono berharap, layanan pengelolaan limbah radioaktif yang menjadi tugas PTLR dapat dilaksanakan dengan baik, meskipun dalam situasi pandemi Covid-19. “Kami tetap melaksanakan layanan publik dengan memperhatikan protokol kesehatan sebaik-baiknya, agar masyarakat dapat terlayani dengan baik. Kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan layanan pengolahan limbah radioaktif agar tidak ragu untuk menghubungi PTLR,” pungkasnya (Pur).







LAPORKAN GRATIFIKASI, SUAP, KORUPSI MELALUI ANDROID





Statistik Pengunjung

Live Visitors Counter

Hubungi Kami

Pusat Teknologi Limbah Radioaktif - Badan Tenaga Nuklir Nasional

Gedung 50 Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang Selatan 15310 INDONESIA

Telp. (021) 7563142 , Fax. (021)7560927

website: www.batan.go.id/ptlr

email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. 

atau Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.