Slide item 1

PTLR-BATAN Menerima Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Seluruh Indonesia

Di Indonesia zat radioaktif dimanfaatkan khususnya oleh industri dan rumah sakit. .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam Pengelolaan Limbah Radioaktif

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam kegiatan fasilitas nuklir di Serpong .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia adalah PTLR-BATAN

Dalam UU No.10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, bahwa Pengelolaan Limbah Radioaktif dilaksanakan oleh Badan Pelaksana .....

Selengkapnya...
Slide item 4

Layanan Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Pengumpulan, Pengelompokan, Pengolahan & Penyimpanan

PTLR berkomitmen meningkatkan layanan pengelolaan limbah radioaktif memenuhi harapan pelanggan. .....

Selengkapnya...

(Serpong,  23 Juni 2016)Regional  Workshop on  Management Systems and Transport Risk Assessments” Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Satuan Kerjanya yaitu: Pusat Teknologi Limbah    Radioaktif   (PTLR)   mendelegasikan    kepada   Staf    Bidang   Teknologi    Pengolahan   dan  Penyimpanan Limbah (Heru Sriwahyuni, ST) untuk menghadiri pertemuan Regional Workshop on Manajemen Systems and Transport Risk Assessments” yang diselenggarakan pada tanggal 30 Mei 2016 s/d 3 Juni 2016 di Daejon, Republik Korea. Pertemuan ini dihadiri dari 16 negara di Asia, jumlah peserta 23 orang.

(Serpong, 17 Juni 2016)”Open-Ended Meeting of Technical and Legal Experts for Sharing of Information on States Implementation of The Code of Conduct on Safety and Security of Radioactive Sources and Its Supplementary Giundance on The Import and Export of Radioactive Sources”, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mendelegasi kepada Kepala Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) yaitu : Ir. Suryantoro, MT untuk menghadiri pertemuan “Open-Ended Meeting of Technical and Legal Experts for Sharing of Information on States Implementation of The Code of Conduct on Safety and Security of Radioactive Sources and Its Supplementary Giundance on The Import and Export of Radioactive Sources” di Vienna, Austria, pada tanggal 30 Mei 2016 s/d 3 Juni 2016,  pertemuan ini dihadiri dari 102 negara.  Materi yang disampaikan: Presentasi dan diikuti dengan diskusi, dibagi menjadi 3 kelompok dan tiap kelompok terdiri dari 34 orang.

(Serpong, 14/06/2016) “Annual Meeting of The Radioactive Waste Management Topical Group (RWMTG) and Regional Workshop on The Development and Implementation of A Radioactive Waste Management Programme”, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Satuan Kerjanya yaitu : Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) mendelegasikan kepada Staf Bidang Teknologi Pengolahan dan Penyimpanan Limbah (Pungky Ayu Artiani) untuk menghadiri pertemuan “Annual Meeting of The Radioactive Waste Management Topical Group (RWMTG) and Regional Workshop on The Development and Implementation of A Radioactive Waste Management Programme”, yang diselenggarakan pada tanggal 30 Mei 2016 s/d 03 Juni 2016 di Dengkil, Malaysia.

(Serpong, 10 Juni 2016) “International Conference on Advancing the Global Impelementation of  Decommissioning and Environmental Remediation Programmes”, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Satuan Kerjanya yaitu : Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) mendelegasikan kepada Sdr. Prof. Ir. Zainus Salimin, M.Si untuk menghadiri pertemuan IAEA tentang  International Conference on Advancing the Global Impelementation of  Decommissioning and Environmental Remediation Programmes”, yang diselenggarakan pada tanggal 23-27 Mei 2016 di Madrid, Spanyol. Spanyol bertindak sebagai tuan rumah pada acara tersebut.

(Serpong, 03 Juni 2016) Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) BATAN, pada tanggal 02 Juni 2016, menyelenggarakan kegiatan” Pelatihan Penanggulangan Kebakaran”, kegiatan ini dilakukan setiap tahunnya di PTLR untuk para pegawai dan pelatihan ini diselenggarakan oleh Unit Pengamanan Nuklir PTLR-BATAN, jumlah peserta yang hadir ada 30 orang, namun kali ini sangat istimewa karena khusus untuk pejabat dilingkungan PTLR ( Eselon III dan IV) agar mengetahui cara mengatasi bila terjadi bahaya kebakaran di Instalasi daerah tempat kerja.