Slide item 1

PTLR-BATAN Menerima Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Seluruh Indonesia

Di Indonesia zat radioaktif dimanfaatkan khususnya oleh industri dan rumah sakit. .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam Pengelolaan Limbah Radioaktif

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam kegiatan fasilitas nuklir di Serpong .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia adalah PTLR-BATAN

Dalam UU No.10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, bahwa Pengelolaan Limbah Radioaktif dilaksanakan oleh Badan Pelaksana .....

Selengkapnya...
Slide item 4

Layanan Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Pengumpulan, Pengelompokan, Pengolahan & Penyimpanan

PTLR berkomitmen meningkatkan layanan pengelolaan limbah radioaktif memenuhi harapan pelanggan. .....

Selengkapnya...

(Yogyakarta, 28 April 2016). "Waste Acceptance Criteria" (Kriteria Keberterimaan Limbah) sudah diterapkan oleh Pusat Teknologi Limbah Radioaktif. "Waste Acceptance Criteria"  harus dipenuhi saat pelimbahan limbah radioaktif ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Limbah Radioaktif, Limbah Bahan Nuklir dan Limbah B3 Internal BATAN dan PT. Inuki (PT. Batan Teknologi dahulu red). Acara ini dibuka oleh Kepala BATAN, Prof. Dr. Djarot S. Wisnubroto. Beliau menyampaikan bahwa Pengelolaan Limbah Radioaktif ini menjadi tanggung jawab bersama. Faktor keselamatan, jaminan mutu, tertib administrasi harus dipenuhi saat pelimbahan baik limbah radioaktif, limbah bahan nuklir maupun limbah B3. Wacana bahwa pengelolaan limbah sesama BATAN dengan tarif nol ini masih dikaji lebih dalam karena berkaitan dengan target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Kepala PTLR, Ir Suryantoro, MT. juga menyampaikan bahwa masalah-masalah yang timbul saat pengelolan limbah harus dijadikan tantangan, namun dalam penyelesaian masalah harus didasarkan pada peraturan perundangan yang berlaku.

Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) pada tanggal 25 April  2016 meluncurkan program aplikasi Sistem Informasi Kegiatan Internal-PTLR (SIKI-PTLR). Peluncuran program alpikasi SIKI-PTLR ditetapkan oleh Ka. PTLR secara simbolis bertepatan dengan kolokium presentasi hasil kegiatan tahun 2015 yang dihadiri seluruh pegawai PTLR.

Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) pada tanggal 25 April  2016 meluncurkan program Penghargaan KPTF Award. Program penghargaan ini bermaksud memberikan reward kepada pegawai PTLR yang berprestasi dibidang penelitian dan pengembangan. Penghargaan dapat diberikan kepada siapa saja, baik pejabat fungsional maupun non fungsional, bidang teknis maupun non teknis. Peluncuran penghargaan KPTF Award ditetapkan  oleh Kepala PTLR Ir. Suryantoro, MT secara simbolis bertepatan dengan kolokium presentasi hasil kegiatan tahun 2015 yang dihadiri seluruh pegawai PTLR. Ka. PTLR  menyatakan kegiatan ini akan menjadi program rutin KPTF-PTLR dan akan dilaksanakan tiap tahun.

(Serpong, 21 April 2016) Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) Pusat Teknologi LimbahRadioaktif (PTLR) menyelenggarakan kegiatan tentang “Latihan Kesiapsiagaan Dan Penanggulangan Kedaruratan Radiologik – IPLR” pada tanggal 19 April 2016 bertempat di PTLR  Gd.50 Lt.2 Ruang Alpha. Peserta yang hadir dari internal BATAN yaitu : PPIKSN, PTRR, PTBN, PSTBM, PRSG dan BAPETEN mereka sebagai Observer. Kegiatan ini dibuka oleh  Kepala Bidang Pengelolaan Limbah (Ir. Husen Zamroni) selaku Plh. Ka. PTLR.  Pengoperasian fasilitas evaporasi ini didukung oleh system suplai uap dari boiler yang disuplai dengan tekanan mencapai 8 bar. Pengoperasian unit evaporasi dan system pendukungnya ini memiliki potensi bahaya yang dapat menimbulkan kerugian jiwa dan materi. Sebagai upaya untuk mengurangi risiko dan mereduksi sumber kecelakaan, maka diperlukan penyegaran pengetahuan dan keterampilan pekerja dalam penanggulangannya. Keterampilan pekerja atau tim diberikan dalam bentuk pelatihan praktek sebagai bekal antisipasi dan tindakan preventif jika terjadi kedaruratan. Pelatihan ini merupakan pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2007 tentang Keselamatan Radiasi Pengion dan pengamanan Sumber Radioaktif, dan Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 1 tahun 2010 tentang Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Kedaruratan Nuklir. 

(Serpong, 21 April 2016) “Technical Meeting on the Constraints to Implementing Decommissioning and Environmental Remediation (CIDER) Project, IAEA Headquarters”, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Satuan Kerjanya yaitu : Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) mendelegasikan kepada Kepala Bidang Pengembangan Fasilitas Limbah (Ir. I. Wayam Bambang Wicaksana) untuk menghadiri pertemuan IAEA tentang Technical Meeting on the Constraints to Implementing Decommissioning and Environmental Remediation (CIDER) Project, IAEA Headquarters, di Vienna, Austria, pada tanggal 11-15 April 2016.  Pertemuan ini dihadiri dari berbagai Negara antara lain : Bangladesh, Brazil, Bulgaria, Francis, India, Indonesia, Lithuania, Malaysia, Rumania, Rusia, Afrika Selatan, Ukraina.