Slide WBS
Slide item 1

PTLR-BATAN Menerima Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Seluruh Indonesia

Di Indonesia zat radioaktif dimanfaatkan khususnya oleh industri dan rumah sakit. .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam Pengelolaan Limbah Radioaktif

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam kegiatan fasilitas nuklir di Serpong .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia adalah PTLR-BATAN

Dalam UU No.10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, bahwa Pengelolaan Limbah Radioaktif dilaksanakan oleh Badan Pelaksana .....

Selengkapnya...

16/09/2016) Pada tanggal 13 September 2016 pukul : 11.00 WIB, Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) Kawasan Nuklir  PUSPIPTEK,  Serpong, Tangerang Selatan,  telah disimbangi oleh Pusbang Diklat Teknis dan Kepemimpinan, Jakarta, sebanyak  35 orang,  tamu kunjungan diterima di gedung 50 PTLR oleh pemandu PTLR yaitu : Imam Sasmito, Adi Wijayanto, Rukiaty dan Usman dari Unit Pengamanan  PTLR ,  kemudian rombongan langsung diberikan penjelasan oleh pemandu PTLR melalui TV monitor  mengenai tupoksi PTLR dalam melaksanakan litbang dan layanan pengelolaan limbah radioaktif untuk mencegah timbulnya bahaya radiasi terhadap manusia dan lingkungan, serta melaksanakan pemantauan lingkungan untuk mendukung pemanfaatan Iptek nuklir yang selamat .  PTLR yang merupakan satu-satunya Instansi Pemerintah di bawah BATAN yang diberi kewenangan oleh undang-undang untuk mengelola limbah radioaktif dari seluruh Indonesia, pemandu juga menjelaskan  tentang pengertian limbah radioaktif,  jenis-jenis radioaktif, asal usul  limbah radioaktif yang berasal dari Internal BATAN dan  Eksternal BATAN seperti : limbah Industri, rumah sakit, lembaga penelitian dan lain-lain, serta proses pengelolaannya.

(Tangsel 16 September 2016)” Topical Meeting Under The Joint Convention : Challengesand Responsibilities of Multinational Radioactive Waste Disposal” yang diselenggarakan pada tanggal 5-7 September 2016 di Vienna, Austria, peserta yang hadir ada 78 orang,  utusan dari negara anggota Joint Convention on the Safety of Spent Fuel Management and on the Safety of Radioactive Waste Management dan pejabat serta staf IAEA, termasuk 29 Contracting Parties (CP). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Satuan Kerjanya yaitu: Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR), mendelegasikan kepada Kepala Bidang Teknologi Pengolahan dan Penyimpanan Limbah (Ir. Sumarbagiono, MT) untuk menghadiri pertemuan Topical Meeting Under The Joint Convention : Challengesand Responsibilities of Multinational Radioactive Waste Disposal.  Metode yang diberikan yaitu: Presentasi dan diskusi.

(Tangsel, 6 /09/2016)  “Regional Workshop On Management Options For Disused Sealed Radioaktive Sources Of Category 3-5, Including A Practical Demontration Of Conditioning Procedures”,  Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Satuan Kerjanya yaitu: Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR), mendelegasikan kepada 2 Staf dari Bidang Pengelolaan Limbah untuk menghadiri pertemuan “Regional Workshop On Management Options For Disused Sealed Radioaktive Sources Of Category 3-5, Including A Practical Demontration Of Conditioning Procedures”,  di Bangkok, Thailand,  yang diselenggarakan pada tanggal 15-26 Agustus 2016. Pertemuan ini dihadiri dari berbagai negara antara lain :  Afghanistan, Bangladesh, China, Indonesia, Iran, Iraq, Jordan, Kuwait, Myanmar, Nepal, Pakistan, Philippines, Sri Lanka, Syriah, Yamen. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan keahlian dan kemampuan mengenai manajemen sumber radioaktif terbungkus kategori 3-5. Selain itu untuk meningkatkan ketrampilan tentang bagaimana penanganan dan metode kondisioning dilakukan praktek prosedur kondisioning sumber terbungkus.

batan.go.id (29/08/2016) Ketika masyarakat umum menemukan kata ”radioaktif” maka yang muncul di dalam benak adalah bom nuklir Hiroshima-Nagasaki, kecelakaan reaktor Chernobyl, atau bahkan khayalan dalam film science fiction tentang pengaruh radiasi yang merubah manusia menjadi makhluk berbeda yang menyeramkan.  Fakta bom nuklir atau kecelakaan Chernobyl memang benar adanya, namun lebih dari itu Aplikasi Nuklir dan Radiasi bagi kesejahteraan umat manusia terus berkembang dan tidak pernah berhenti sejak lebih 1 abad lalu.  Sedangkan kata ”limbah” atau sampah di masyarakat Indonesia dicitrakan sebagai sesuatu yang berbau busuk, tidak enak dilihat, tak terkelola dan selalu menimbulkan masalah.
Apakah hal itu terjadi pula pada limbah radioaktif di Indonesia?

(Serpong, 16/08/2016) Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Sharing Knowledge Penyusunan SOP Terintegrasi Unsur SPIP untuk internal PTLR yang dihadiri oleh para koordinator untuk penyusunan SOP di Bagian/Bidang/Unit di lingkungan PTLR, pada tanggal 15dan 16 Agustus 2016 bertempat di Wisma BATAN, Cipanas, di koordinir oleh Kepala. Unit Jaminan Mutu PTLR (Zulfiandi, A.M.d)