Slide WBS
Slide item 1

PTLR-BATAN Menerima Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Seluruh Indonesia

Di Indonesia zat radioaktif dimanfaatkan khususnya oleh industri dan rumah sakit. .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam Pengelolaan Limbah Radioaktif

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam kegiatan fasilitas nuklir di Serpong .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia adalah PTLR-BATAN

Dalam UU No.10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, bahwa Pengelolaan Limbah Radioaktif dilaksanakan oleh Badan Pelaksana .....

Selengkapnya...

(Tangsel, 21/02/2018) Pada Tanggal 6 Februari 2018 sebanyak 27 Mahasiswa kerja praktek di PTLR diajak oleh pemandu PTLR untuk mengunjungi Instalasi Pengolahan Limbah Radioaktif (IPLR). Mahasiswa Kerja Praktek tidak semua bersinggungan langsung dengan fasilitas pengelolaan limbah radioaktif selama sebulan mereka melakukan kerja praktek di PTLR. Mempertimbangkan kondisi tersebut dan dalam rangka mensosialisasikan Iptek nuklir khususnya tentang Pengelolaan Limbah Radioaktif kepada masyakat termasuk mahasiswa, selain melakukan kerja praktek, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengetahul lebih dalam bagaimana mengolah limbah radioaktif di IPLR.

(Tangerang Selatan, 19/02/2018) Sudah sejak tahun 2008, pengelolaan Kanal Hubung Instalasi Penyimpanan Sementara Bahan Bakar Bekas (KH-IPSB3) diserahkan dari Pusat Reaktor Serba Guna (PRSG) ke Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR). KH-IPSB3 masuk dalam kategori Instalasi Nuklir Non Reaktor (INNR) yang mempunyai fungsi sebagai tempat penyimpanan bahan bakar nuklir bekas setelah pemakaian di Reaktor Serbaguna GA Siwabessy. Pengoperasian INNR harus memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan pemerintah maupun Bapeten untuk menjamin keselamatan selama pengoperasian. Salah satu syaratnya adalah petugas yang memiliki Surat Ijin Bekerja (SIB)

(Tangerang Selatan, 19/02/2018) Pengelolaan  DSRS yang berkelanjutan menjadi sangat penting di Fasilitas Nasional Pengelolaan Limbah, sejak penerimaan dari industri hingga penyimpanan. Sudah banyak contoh kecelakaan radiasi akibat pengelolaan DSRS yang tidak tuntas, seperti dicurinya teletherapy sealed sources di Goiania Brasil dan Samut Prakarn Thailand. International Atomic Energy Agency (IAEA) mempunyai Proyek RAS 9085 "Enhancing Radioactive Waste Management Infrastructure", yang salah satu kegiatannya adalah pendampingan pelaksanaan pengelolaan DSRS di Indonesia.  

(Tangerang Selatan, 13/02/2018) Dalam rangka peningkatan kualitas petugas pelayanan dan kepuasan masyarakat, Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) menyelenggarakan “Workshop Layanan Prima Pengelolaan Limbah Radioaktif “ yang diselenggarakan pada tanggal 13 Februari 2018 bertempat Gd. 50 PTLR-BATAN. Workshop diikuti oleh 47 orang peserta berasal dari internal PTLR yang berhubungan langsung dengan kegiatan layanan seperti survey, pengangkutan dan penerimaan limbah serta transfer target.

(Tangerang Selatan, 9/02/2018) Kebugaran pegawai saat bekerja sangat diperlukan untuk keberhasilan pelaksanaan tugas. Saat ini, sebagian besar pekerjaan dapat diselesaikan dengan komputer, bahkan dalam sehari bisa menghabiskan waktu berjam jam duduk dan bekerja menggunakan komputer. Kedua hal tersebut yang mengakibatkan kelelahan dan kurang konsentrasi saat bekerja. Berbagai gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh pemakaian komputer antara lain turunnya tingkat ketajaman mata, sakit kepala, gangguan penglihatan, sakit punggung dan leher. Selain itu, dampak negatif pemakaian komputer juga dapat menimbulkan ketegangan otot dan kelelahan. Apa yang sebaiknya kita lakukan untuk menghindari dampak negatif tersebut?