Slide WBS
Slide item 1

PTLR-BATAN Menerima Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Seluruh Indonesia

Di Indonesia zat radioaktif dimanfaatkan khususnya oleh industri dan rumah sakit. .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam Pengelolaan Limbah Radioaktif

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam kegiatan fasilitas nuklir di Serpong .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia adalah PTLR-BATAN

Dalam UU No.10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, bahwa Pengelolaan Limbah Radioaktif dilaksanakan oleh Badan Pelaksana .....

Selengkapnya...

(TangSel, 20/09/2017) “Interregional Meeting on Transport Safety Standards and Processes for Radioactive Sources”, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui satuan kerjanya yaitu : Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) mendelegasikan kepada Kepala Bidang Teknologi Pengolahan dan Penyimpanan Limbah PTLR-BATAN (Ir. R. Sumarbagiono, MT) untuk menghadiri pertemuan Interregional Meeting on Transport Safety Standards and Processes for Radioactive Sources, di Vienna, Austria, yang diselenggarakan pada tanggal 28-31 Agustus 2017.

(Tangsel, 15/09/2017)  Pada tanggal 14 September 2017,  Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) menerima kunjungan dari Kelompok Kerja 3 Pertimbangan Tenaga Nuklir (MPTN),   sebanyak  6 orang.  Rombongan  diterima di gedung 50 PTLR oleh pemandu PTLR ,  kemudian rombongan langsung diberikan penjelasan oleh pemandu PTLR melalui TV monitor  mengenai tupoksi PTLR dalam melaksanakan litbang dan layanan pengelolaan limbah radioaktif untuk mencegah timbulnya bahaya radiasi terhadap manusia dan lingkungan, serta melaksanakan pemantauan lingkungan untuk mendukung pemanfaatan Iptek nuklir yang selamat .  PTLR  merupakan satu-satunya Instansi Pemerintah di bawah BATAN yang diberi kewenangan oleh undang-undang untuk mengelola limbah radioaktif dari seluruh Indonesia, dan  dijelaskan juga  tentang pengertian limbah radioaktif,  jenis-jenis radioaktif, asal usul  limbah radioaktif yang berasal dari Internal BATAN dan Eksternal BATAN seperti : limbah Industri, rumah sakit, lembaga penelitian dan lain-lain, serta proses pengelolaannya. 

         (Tangsel, 13/09/2017) Hukum, Humas dan Kerjasama (BHHK) BATAN menyelenggarakan “Workshop Infografis dan Videografis” pada tanggal 7-8 September 2017 di PPIKSN BATAN. Infografis dan videografis merupakan salah satu bentuk dalam mengkomunikasikan hasil Litbang BATAN Metode ini diyakini mampu mengenalkan BATAN secara mudah kepada masyarakat. Workshop ini bertujuan untuk melatih peserta dalam membuat rekaman kegiatan, yang dapat dirangkum menjadi gambar dan suara yang dapat dinikmati oleh masyarkat.

(Tangsel, 12/09/2017) Peserta Diklatpim TK. II Angkatan II Kementrian Hukum dan HAM Tahun 2017, Jakarta,  pada tanggal 06 September 2017, bertempat di Gd. 50 Kawasan Puspiptek, Serpong, Tangsel, Banten,  telah mengunjungi Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR), sebanyak 30 orang. Pada kunjungan ini, peserta Diklatpim mendapatkan penjelasan tentang manajemen pengelolaan limbah radioaktif dan meninjau lokasi penyimpanan sementara hasil pengolahan di PTLR. Pada pemaparan pedahuluan sebelum melakukan kunjungan, dipaparkan perihal mengenai tatakelola limbah radioaktif di PTLR  yang mencakup sistem layanan, keselamatan, keamanan, dan capaian dari PTLR. Yang menarik perhatian dari para Pimpinan ini adalah tentang fungsi PTLR sebagai lembaga satu satunya di Indonesia yang diberikan kewenangan dalam pengelolaan limbah radioaktif, dimana semua limbah radioaktif yang berasal dari seluruh Indonesia dikelola di PTLR - BATAN.

(Tangerang Selatan,  04/09/2017) Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir BATAN, Ir.  Suryantoro, MT, Senin pagi membuka Interregional Training Course on Disposal Methodology yang diselenggarakan oleh Pusat Teknologi Limbah Radioaktif – BATAN bekerja sama dengan IAEA (International Atomic Energy Agency).  Pelatihan yang dilaksanakan hingga tanggal 8 September 2017 di Grand Zuri, Serpong membahas metodologi disposal limbah.