Slide WBS
Slide item 1

PTLR-BATAN Menerima Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Seluruh Indonesia

Di Indonesia zat radioaktif dimanfaatkan khususnya oleh industri dan rumah sakit. .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam Pengelolaan Limbah Radioaktif

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam kegiatan fasilitas nuklir di Serpong .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia adalah PTLR-BATAN

Dalam UU No.10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, bahwa Pengelolaan Limbah Radioaktif dilaksanakan oleh Badan Pelaksana .....

Selengkapnya...

(Jakarta, 7/12/2017) Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) merupakan  satu-satunya unit kerja di bawah koordinasi Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) yang melakukan tugas pengelolaan limbah radioaktif di Indonesia.  Untuk menjaga kualitas layanan pengolahan limbah radioaktifnya kepada para pelanggannya, BATAN mengundang para pelanggannya untuk memberikan penilaian terhadap layanan yang diberikan selama ini. Penilaian ini dilakukan di Kantor Pusat, Jl. Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (7/12).

(Tangerang Selatan, 4/12/2017) Pertimbangan akan potensi penyalahgunaan dan bahaya radiasi membuat pengelolaan DSRS yang baik menjadi sangat penting. Sudah banyak contoh kecelakaan radiasi akibat pengelolaan DSRS yang tidak baik, seperti dicurinya teletherapy sealed sources di Goiania Brasil dan Samut Prakarn Thailand. Kecelakaan radiasi tersebut merugikan manusia serta tercemarnya lingkungan. Untuk itu, International Atomic Energy Agency (IAEA) dan BATAN sepakat mengadakan kerjasama dalam pengelolaan DSRS yang tersimpan dalam jumlah lumayan banyak di fasilitas penyimpanan PTLR.

(Tangsel, 29/11/2017) Dalam rangka mensosialisasi IPTEK nuklir khususnya Pengelolaan Limbah Radioaktif,  Pada tanggal 21 November 2017, Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) menerima kunjungan dari Mahasiswa Universitas Surya, BSD, Serpong, sebanyak 27 orang. Tamu kunjungan diterima di gedung 50 PTLR oleh pemandu PTLR, kemudian rombongan langsung diberikan penjelasan oleh pemandu PTLR melalui TV monitor  mengenai tupoksi PTLR dalam melaksanakan litbang dan layanan pengelolaan limbah radioaktif untuk mencegah timbulnya bahaya radiasi terhadap manusia dan lingkungan, serta melaksanakan pemantauan lingkungan untuk mendukung pemanfaatan Iptek nuklir yang selamat. PTLR yang merupakan satu-satunya Instansi Pemerintah di bawah BATAN yang diberi kewenangan oleh undang-undang untuk mengelola limbah radioaktif dari seluruh Indonesia. Pemandu juga menjelaskan tentang pengertian limbah radioaktif,  jenis-jenis radioaktif, asal usul  limbah radioaktif yang berasal dari Internal BATAN dan Eksternal BATAN seperti : limbah Industri, rumah sakit, lembaga penelitian dan lain-lain, serta proses pengelolaannya. 

(Tangerang Selatan, 27/11/2017) Salah satu hal yang dikhawatirkan masyarakat terhadap pemanfaatan nuklir adalah bagaimana mengelola limbah radioaktif yang ditimbulkannya.  Pada pemanfaatan zat radioaktif di bidang industri, suatu saat zat radioaktif yang digunakan akan tidak efektif sehingga harus diserahkan ke PTLR BATAN. Semakin lama, jumlah limbah yang dikelola akan semakin banyak dan bisa membebani generasi mendatang. Hal ini tidak sejalan dengan prinsip pengelolaan limbah radioaktif, bagaimana solusinya? salah satunya adalah memanfaatkan kembali zat radioaktif tersebut. Pertanyaannya adalah apakah limbah radioaktif bisa dimanfaatkan kembali seperti yang diterapkan pada limbah domestik?

(Tangerang Selatan, 21/11/2017) Keberadaan Kawasan Nuklir Serpong (KNS) selayaknya harus diketahui oleh aparat pemerintah dan masyarakat di sekitarnya. KNS yang mulai dioperasikan sejak lebih dari 30 tahun yang lalu, seharusnya sudah diketahui dengan baik oleh masyarakat sekitar. Namun sebagian besar hanya sebatas tahu kulitnya saja, hanya sedikit yang tahu persis apa dan bagaimana pemanfaatan nuklir yang telah dilakukan oleh BATAN.  Ada pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang, itulah yang menggambarkan hubungan Masyarakat dengan BATAN di KNS.