Slide WBS
Slide item 1

PTLR-BATAN Menerima Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Seluruh Indonesia

Di Indonesia zat radioaktif dimanfaatkan khususnya oleh industri dan rumah sakit. .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam Pengelolaan Limbah Radioaktif

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam kegiatan fasilitas nuklir di Serpong .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia adalah PTLR-BATAN

Dalam UU No.10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, bahwa Pengelolaan Limbah Radioaktif dilaksanakan oleh Badan Pelaksana .....

Selengkapnya...

(Tangsel, 08 Mei 2017) “Meeting of The Working Group on Radioactive Source Security” Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mendelegasikan kepada Kepala Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) Ir. Husen Zamroni untuk menghadiri pertemuan Meeting of The Working Group on Radioaktif Source Security  (WGRSS-6) yang diselenggarakan pada tanggal 24-27 April 2017 di Wina, Austria. Pertemuan ini dihadiri  dari 69 negara anggota IAEA dan dua organisasi pengamat,  jumlah peserta 97 peserta dan peserta berasal dari pemberi bantuan-bantuan, regulator, operator, pakar teknis, serta perwakilan yang bertanggung jawab pada keamanan sumber radioaktif.

(Serpong, 22 Mei 2017). Setelah kegiatan expert mission tentang HTGR, Pusat Teknologi Limbah Radioaktif BATAN menggandeng ANDRA (National Agency for Radioactive Waste Management) Perancis juga menyelengarakan kegiatan expert mission manajemen pengelolaan limbah radioaktif sumber bekas kategori 1-2. PTLR merupakan satu-satunya lembaga negara yang diberi kewenangan untuk mengelola limbah radioaktif, baik itu sumber bekas, padat, cair semi cair maupun limbah bahan nuklir. Dalam kegiatan expert mission ini akan didiskusikan cara pengelolaan limbah radioaktif sumber bekas categori 1-2 yang sudah dikelola oleh PTLR BATAN. Limbah sumber bekas kategori 1-2 ini dihasilkan dari rumah sakit dan industri dengan berat per sumber bekas bershielding rata-rata 1.5 ton.

(Serpong, 15/5/2017). Pusat Teknologi Limbah Radioaktif-BATAN bekerjasama dengan Badan Tenaga Atom International (IAEA) menyelenggarakan Expert Mission on PTLR dan IAEA Gelar Expert Mission tentang Bahan Bakar Nukir Bekas HTGR, Manajemen Pengelolaan Limbah Radioaktif : Inventori, Klasifikasi, dan Kharakterisasi. Acara ini berlangsung dari tanggal 15 hingga 18 Mei 2017 dan dihadiri oleh 24 peserta. Sebagai narasumber pada acara ini adalah Dr. Karl Verfondern dari Julich, Jerman dan Ms. Zhang Yanqi dari China Institute of Atomic Energy.

(Tangsel, 17/05/2017) Dalam rangka pelaksanaan Reformasi Birokrasi serta penerapan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), Pusat Teknologi Limbah Radioaktif menyelenggarakan pertemuan dengan pihak ketiga (supplier) yang bertindakan sebagai penyedia barang/jasa di PTLR dengan agenda utama pertemuan adalah sosialisasi optimalisasi layanan pengadaan barang atau jasa dan rencana perubahan yang akan dilakukan PTLR untuk efektivitas pelaksanaan layanan, pada tanggal 10 Mei 2017,  bertempat di Gd.50 Kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan, Banten.   

(Tangsel, 16 Mei 2017)Regional Workshop on the Application of the Radioactive Waste Management Registry (RWMR) software”. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Satuan Kerjanya yaitu: Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR), mendelegasikan kepada Staf  Bidang Pengelolaan Limbah (BPL) yaitu: MasUd, S.ST dan Ayi Muziyawati, ST  untuk menghadiri pertemuan Regional Workshop on the Application of the Radioactive Waste Management Registry (RWMR) Sofware , yang diselenggarakan  pada tanggal 24-28 April 2017 di Sri Lanka dan pertemuan ini dihadiri dari berbagai negara yang merupakan anggota IAEA.