RDE_60thn_BATAN
SENTEN-2018
PTKRN Full Team

(Palembang, 06/07/2018). Kedeputian Teknologi Energi Nuklir BATAN bekerjasama dengan Universitas Sriwijaya (UNSRI) menyelenggarakan acara Symposium of Emerging Nuclear Technology and Engineering Novelty (SENTEN) pada Rabu - Kamis, 4 - 5 Juli 2018 di Hotel Horison Palembang. Dengan mengangkat tema "Discovering Science and Engineering Novelty for Improving Human Life Prosperity", acara SENTEN dapat menjadi wadah untuk bertukar informasi serta menyampaikan perkembangan ilmu pengetahuan hasil penelitian di berbagai bidang sains dan teknologi dalam rangka upaya peningkatan kesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa Indonesia. Acara SENTEN diikuti oleh peserta yang berasal dari kalangan peneliti dari lembaga litbang pemerintah, para akademisi dari beberapa universitas, serta para mahasiswa baik tingkat sarjana maupun pasca sarjana.

(Palembang, 04/07/2018). Mungkin sebagian dari Anda ada yang bertanya, kok simposium nuklir di Palembang? Jangan buru-buru ambil kesimpulan dulu, bukan berarti Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) akan dibangun di Laskar Wong Kito. Mau pro atau kontra, itu pilihan. Namun, ilmu pengetahuan nuklir harus tetap ada. Hal inilah yang menjadi misi utama BATAN menggandeng Universitas Sriwijaya (UNSRI) mengelar Symposium of Emerging Nuclear Technology and Engineering Novelty (SENTEN) di Hotel Horison Ultima, Palembang.

“Ilmu itu netral kan? Jadi mau dibangun kapan dan dimana, kita harus selalu menyebarkan ilmu pengetahuan nuklir kemana saja, termasuk ke universitas. Dengan cara itu, kita jadi banyak yang tahu bahwa nuklir itu bermanfaat,” ungkap Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto, Rabu (04/07).

(Palembang, 04/07/2018). Dalam rangka koordinasi kegiatan INSINAS FLAGSHIP Reaktor Daya Eksperimental (RDE), Pusat Teknologi dan Keselamatan Reaktor Nuklir (PTKRN) menyelenggarakan kegiatan Fokus Grup Discussion (FGD) di Hotel Ultima Horison, Palembang pada Senin - Selasa, 2 - 3 Juli 2018. Kegiatan FGD di hari pertama diisi dengan acara team building yang dipandu oleh Animous Consulting. Tujuan dari team building ini adalah untuk meningkatkan motivasi agar kerja tim lebih maksimal demi mencapai target yang telah ditetapkan bersama.

(Keterangan : Foto bersama, peserta dan narasumber Focus Group Discussion RDE dan Insinas Flagship Kemenristekdikti  |  credit : Dedy Haryanto)

         (Serpong, 08/03/2018) Kementerian Ristekdikti melalui program Flagship Insentif Riset Sistem Inovasi Nasional (INSINAS) yang dimulai pada tahun 2018 memberikan dukungan terhadap rencana pembangunan Reaktor Daya Eksperimental (RDE) yang merupakan program prioritas dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Target program RDE tahun 2018 ini adalah menyelesaikan Detail Engineering Design (DED) RDE yang merupakan dokumen penting untuk mendapatkan persetujuan desain dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Dalam acara Forum Group Discussion (FGD) tentang RDE dan Tindak Lanjut Flagship RDE yang diselenggarakan oleh BATAN pada hari Kamis (08/03) di Hotel Mercure, Tangerang Selatan, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti, Prof. Dr. Muhammad Dimyati, menyatakan bahwa kita harus punya prinsip "now or never", program RDE yang sudah dimulai harus digarap lebih lanjut dengan kerja keras yang fokus dan maksimal hingga benar-benar dapat diwujudkan. 

Dalam acara FGD ini pula, dukungan terhadap program RDE juga dinyatakan oleh anggota DPR Komisi VII bidang Energi Sumber Daya Mineral, Riset, dan Teknologi, Lingkungan Hidup, Dr. Kurtubi, bahwa sudah saatnya PLTN dibangun di Indonesia, program RDE ini merupakan sebuah langkah awal yang bagus. Beliau juga menyatakan bahwa Peraturan Pemerintah yang menempatkan PLTN sebagai opsi terakhir harus dihapus, serta pemanfaatan PLTN harus dimasukkan ke dalam Rancangan Undang Undang Energi Baru Terbarukan (RUU-EBT) yang sedang digarap oleh DPR.