RDE_60thn_BATAN
SENTEN-2018
PTKRN Full Team

(Keterangan : Foto bersama, peserta dan narasumber Focus Group Discussion RDE dan Insinas Flagship Kemenristekdikti  |  credit : Dedy Haryanto)

         (Serpong, 08/03/2018) Kementerian Ristekdikti melalui program Flagship Insentif Riset Sistem Inovasi Nasional (INSINAS) yang dimulai pada tahun 2018 memberikan dukungan terhadap rencana pembangunan Reaktor Daya Eksperimental (RDE) yang merupakan program prioritas dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Target program RDE tahun 2018 ini adalah menyelesaikan Detail Engineering Design (DED) RDE yang merupakan dokumen penting untuk mendapatkan persetujuan desain dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Dalam acara Forum Group Discussion (FGD) tentang RDE dan Tindak Lanjut Flagship RDE yang diselenggarakan oleh BATAN pada hari Kamis (08/03) di Hotel Mercure, Tangerang Selatan, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti, Prof. Dr. Muhammad Dimyati, menyatakan bahwa kita harus punya prinsip "now or never", program RDE yang sudah dimulai harus digarap lebih lanjut dengan kerja keras yang fokus dan maksimal hingga benar-benar dapat diwujudkan. 

Dalam acara FGD ini pula, dukungan terhadap program RDE juga dinyatakan oleh anggota DPR Komisi VII bidang Energi Sumber Daya Mineral, Riset, dan Teknologi, Lingkungan Hidup, Dr. Kurtubi, bahwa sudah saatnya PLTN dibangun di Indonesia, program RDE ini merupakan sebuah langkah awal yang bagus. Beliau juga menyatakan bahwa Peraturan Pemerintah yang menempatkan PLTN sebagai opsi terakhir harus dihapus, serta pemanfaatan PLTN harus dimasukkan ke dalam Rancangan Undang Undang Energi Baru Terbarukan (RUU-EBT) yang sedang digarap oleh DPR.

(Serpong, 08/03/2018). Selain mendorong Pemerintah untuk memasukkan nuklir dalam sistem kelistrikan nasional, Komisi VII DPR RI saat ini sedang menyusun Rancangan Undang-Undang (RUU) Energi Baru Terbarukan (EBT) yang akan memasukkan nuklir di dalam pasal-pasalnya.

 “Kami kecewa dengan konsep RUU EBT dari sejawat kami, DPD RI yang tidak menyebut nuklir di dalam pasal-pasalnya. Ini soal politik, nuklir harus masuk,” ucap politisi Partai Nasdem ini saat diwawancara di sela-sela acara Forum Gorup Discussion Reaktor Daya Eksperimental (RDE), di Hotel Mercure, Alam Sutera, Serpong, Kamis (8/3)

(Bandung, 14/02/2018) “Kerja Sehat, Selamat Dan Semangat Menuju BATAN Yang Bermanfaat Bagi Masyarakat” menjadi tema dari lokakarya budaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) tahun ini, yang digelar di  Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan, Bandung, Selasa (14/02).

Lokakarya ini merupakan kegiatan tahunan untuk mengevaluasi capaian pelaksanaan budaya keselamatan di seluruh unit kerja diikuti oleh perwakilan tim K3 dari seluruh unit kerja  di BATAN. 

BATAN sebagai lembaga penelitian dan pengembangan yang dalam melakukan kegiatannya menggunakan fasilitas nuklir selalu mengutamakan budaya kesehatan dan keselamatan dalam bekerja. Oleh karena itu, penerapan budaya keselamatan menjadi prioritas dan wajib bagi seluruh unit kerja di lingkungan BATAN. 

(Makasar, 12/10/2017), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan Universitas Hasanudin (UNHAS) bekerja sama menggelar dua kegiatan seminar sekaligus yaitu International Conference of Nuclear Energy Technology (ICoNET) dan Seminar Nasional Teknologi Energi Nuklir (SENTEN) di Kampus UNHAS, Makasar, Kamis (12/10). Kedua kegiatan ini membahas perkembangan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia.

Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto menjelaskan, kedua seminar ini merupakan kegiatan rutin yang setiap tahun diselenggarakan BATAN bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kali ini, SENTEN merupakan kegiatan yang ke-empat sedangkan ICoNET yang ke-2.