WBK

.....

Slide item 8

.....

Slide Stop

.....

Slide item 1

Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN.....

Selengkapnya...
Slide item 2

Instalasi Elemen Bakar Eksperimental PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Elemen Bakar Eksperimental .....

Selengkapnya...
Slide item 3

.....

Slide item 4

.....

Slide item 6

.....

WBS

.....

(Tangerang Selatan, 07/12/2020) Pengembangan Teknologi Nuklir merupakan upaya meningkatkan kemanfaatan dan daya dukung iptek nuklir untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan mutu kehidupan manusia melalui rangkaian kegiatan pengkajian, rancang bangun dan pendayagunaan teknologi nuklir. Untuk itu diperlukan sebuah jabatan fungsional yang akan melakukan kegiatan pengembangan teknologi nuklir. Pemerintah mengakomodir kebutuhan tersebut dengan mengeluarkan Peraturan Menteri PAN/RB No. 75 Tahun 2020 tentang Jabatan fungsional Pengembang Teknologi Nuklir (PTN) yang diberlakukan sejak 9 November 2020.

Jabatan fungsional PTN ini merupakan disruptor dari jabatan fungsional pranata nuklir karena pada jabatan fungsional PTN ini terdapat perubahan yang sangat mendasar dan fundamental dari pranata nuklir.

PTBBN sebagai salah satu unit kerja yang ada di BATAN dan memiliki pejabat fungsional pranata nuklir dengan kuantitas yang cukup banyak, memandang perlu untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih mendalam lagi dalam mempersiapkan pegawainya untuk bertransformasi dari jabatan fungsional pranata nuklir menjadi jabatan fungsional PTN. Inilah yang mendasari PTBBN menyelenggarakan acara Sosialisasi Penyusunan SKP Jabatan Fungsional PTN pada hari Senin, 7 Desember 2020. Acara sosialisasi ini diadakan secara daring melalui zoom dan dihadiri oleh pejabat fungsional pranata nuklir tingkat ahli, dengan narasumber Ir. Bambang Herutomo dan Dr. Dede Sutarya, MT selaku tim penyusun SKJ jabatan fungsional PTN.   

Agus Sumaryanto selaku Kepala PTBBN dalam sambutan menyampaikan, “kita harus bersiap siap jika kita nantinya akan masuk ke fungsional pengembang teknologi nuklir, langkah pertama adalah memasukkan apa yang akan kita lakukan, rencana-rencana kita kedalam SKP. Saya juga nanti akan upayakan bisa lebih teliti lagi untuk mengecek kira-kira SKP apa sih yang akan Bapak/Ibu tuliskan,” ujarnya. Lebih lanjut Agus menyampaikan, “berdasarkan pengalaman kemarin, HKM itu ternyata sangat penting, jadi saya berharap Bapak/Ibu juga bisa mencantumkan HKMnya,” lanjut Agus.

Dalam presentasinya, Bambang Herutomo menyampaikan bahwa Jabatan fungsional Pengembang Teknologi Nuklir dibentuk untuk meningkatkan kinerja organisasi dengan cara menghasilkan produk-produk pengembangan teknologi yang bemanfaat baik bagi internal unit kerja, internal instansi, dan bagi pengguna diluar instansi, baik itu komersial maupun non komersial.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan hal yang paling utama dalam jabatan fungsional PTN ini adalah mengkaji kebutuhan pengguna. Untuk itu kita harus memiliki gambaran terkait teknologi yang akan dikembangkan. Sehingga kita bisa mendefinisikan kemudian kita kaji kapabilitas untuk menghasilkan atau mengembangkan teknologi tersebut, apakah teknologi tersebut telah memiliki dasar ilmiah yang kuat, kalau belum berarti kita harus melakukan kajian-kajian untuk memperkuat dasar ilmiah tersebut, termasuk risiko penggunaannya. Lalu berlanjut ke rancang bangun, rancang bangun sendiri tidak harus berupa perangkat tapi juga bisa berupa metode ataupun kinerja. Tahap akhir adalah pendayagunaan, maksudnya teknologi yang kita dikembangkan harus bisa didayagunakan atau dimanfaatkan.   

Dalam sosialisasi ini dibahas materi tentang konsep dan prinsip dasar jabatan fungsional PTN, unsur dan butir kegiatan jabatan fungsional PTN, penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), butir tugas jabatan dan HKM, kegiatan bangtek PTBBN, dan Work Breakdown Structure (WBS).

Diharapkan setelah dilaksanakannya kegiatan sosialisasi ini, pegawai PTBBN yang akan bertransformasi ke jabatan fungsional PTN memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik terkait jabatan fungsional PTN, sehingga ketika nanti sudah dilantik menjadi pejabat fungsional PTN, mereka telah memiliki gambaran dan rencana-rencana kerja yang akan mereka susun dalam mendukung jabatan fungsional PTN yang mereka duduki. (Sar)