WBK

.....

Slide item 8

.....

Slide Stop

.....

Slide item 1

Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN.....

Selengkapnya...
Slide item 2

Instalasi Elemen Bakar Eksperimental PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Elemen Bakar Eksperimental .....

Selengkapnya...
Slide item 3

.....

Slide item 4

.....

Slide item 6

.....

WBS

.....

(Tangerang Selatan, 14/10/2020) Korosi merupakan degradasi material akibat interaksi dengan lingkungan. Kerusakan komponen akibat korosi dapat terjadi pada industri nuklir maupun non-nuklir dan jika tidak diantisipasi dengan baik dapat mengakibatkan kerugian secara ekonomi yang cukup besar. Karakterisasi korosi dapat dilakukan dengan metode perubahan berat dan elektrokimia menggunakan alat Potensiostat. Salah satu metode elektrokimia yang digunakan adalah metode potensiodinamik atau tafel, dan Electro Impedance Spectroscopy (EIS). Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN) merupakan Satuan Kerja di BATAN yang mempunyai tusi pembuatan bahan bakar nuklir. Untuk itulah kami hadir menyelenggarakan workshop secara online dengan Tema  "Pengukuran Laju Korosi Bahan Struktur Metode Ekstrapolasi Tafel dan Electro Impedance Spectroscopy (EIS)". Workshop terselenggara pada hari Rabu tanggal 14 Oktober 2020 pukul 08.15-12.00 WIB. Kegiatan tersebut diselenggarakan secara  online dan diikuti oleh 52 peserta terdiri dari BATAN (PTBBN, PTLR, PTKRN, PRFN dan PSTNT) dan Perguruan Tinggi baik dosen maupun mahasiswa (ITS, UNJANI, UNES, STTN BATAN, STT Migas Balikpapan), Workshop kali ini menghadirkan 2 narasumber yaitu Ir. Sungkono, MT sebagai Peneliti Madya Bidang Material di PTBBN BATAN dan Dr.Ir. Djoko Hadi Prajitno, MSME sebagai Peneliti Madya Bidang Material di PSTNT BATAN dengan moderator Maman Kartaman Ajirianto, ST, MT. Adapun tujuan workshop tersebut adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi personil dalam pengujian dan analisis korosi bahan struktur dengan ekstrapolasi tafel/polarisasi dan EIS, serta validasi hasil uji korosi elektrokimia untuk pengajuan lingkup akreditasi.

Acara dibuka oleh kepala PTBBN, Ir. Agus Sumaryanto, MSM. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi riset dan workshop ini dapat manjadi jembatan untuk kerjasama penelitian antara lembaga litbang, perguruan tinggi dan industri. Menurut beliau “Penelitian pada lembaga litbang seperti PTBBN seyogyanya bekerjasama dengan litbang lainnya, Perguruan Tinggi dan juga industri supaya lebih memberikan nilai tambah untuk pemanfaatannya”. Ketua panitia Ir. Rosika Kriswarini juga menyampaikan hal yang sama bahwa workshop ini selain untuk meningkatkan kompetensi teknis personil laboratorium, juga dalam upaya mengembangkan kerjasama litbang dengan pihak perguruan tinggi dan industri. Menurut ketua panitia bahwa workshop online ini memang sengaja tidak dibuka secara umum, karena materi yang disampaikan narasumber lebih bersifat teknis supaya lebih fokus, namun pada kesempatan lain bisa dilaksanakan webinar lebih lanjut yang melibatkan lembaga litbang, perguruan tinggi dan juga industri.

Narasumber pertama yaitu Ir. Sungkono, MT, dalam paparannya menyampaikan presentasi mengenai bahan struktur, kondisi iradiasi bahan bakar PWR dan aspek oksidasi suhu tinggi bahan struktur. Sementara narasumber kedua yaitu Dr. Ir. Djoko Hadi Prajitno, MSME fokus pada teori elektrokimia sebagai dasar untuk pengujian menggunakan potensiostat, teknik pengujian dan analisis data yang diperoleh dari metode potensiodinamik dan EIS. Dalam sesi diskusi selama 1 jam banyak peserta yang antusias bertanya tentang bahan struktur reaktor daya, perhitungan umur pakai suatu bahan struktur dan analisis korosi dengan metode tafel dan EIS. Penutupan workshop oleh Kepala PTBBN, kembali menekankan pentingnya kolaborasi riset yang melibatkan lembaga litbang BATAN, perguruan tinggi dan industri. Beliau berharap semoga workshop ini bermanfaat untuk semua peserta dan menjadi awal untuk membangun kerjasama riset. Semoga workshop ini bermanfaat untuk perkembangan pengetahuan korosi dan aplikasinya dalam industri nuklir di BATAN maupun non nuklir dalam industri