WBK

.....

Slide item 8

.....

Slide Stop

.....

Slide item 1

Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN.....

Selengkapnya...
Slide item 2

Instalasi Elemen Bakar Eksperimental PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Elemen Bakar Eksperimental .....

Selengkapnya...
Slide item 3

.....

Slide item 4

.....

Slide item 6

.....

WBS

.....

(Tangerang Selatan, 23/09/2020) Tantangan kuantitas dan kualitas, pasokan SDM berkualitas sangat kurang, banyak yang kurang pengalaman mengisi posisi manajemen puncak, pendidikan Indonesia masih kurang membekali SDM siap kerja. Bagaimana membangun dan memelihara manajemen talenta, bagaimana talenta PTBBN efektif merupakan tantangan besar yang harus dihadapi dan dikelola dengan baik. Menciptakan sejumlah pegawai PTBBN yang memiliki energi bergerak kearah yang sama dan menjadi energi pembentuk organisasi yang sejalan dengan visi misi PTBBN.

PTBBN menyelenggarakan rangkaian kegiatan manajemen talenta salah satunya adalah kegiatan Konseling Individual dalam Organisasi (KIDO) bekerjasama dengan Animous Consulting. Kegiatan ini diselenggarakan selama 6 hari yaitu tanggal 14,15,16,21,22,23 September 2020.

Metode pelaksanaan dilakukan melalui daring online, per peserta mendapatkan waktu coaching conseling selama 1 jam. Peserta kegiatan KIDO adalah seluruh peserta change architect yang telah dilaksanakan di tahun 2019 yaitu sebayak 30 orang. Setiap karyawan diharapkan dapat menyelesaikan permasalahannya dengan efektif apabila disediakan ruang dan waktu untuk mengungkapkan masalah-masalah yang dialaminya dan sekaligus mendapatkan arahan jalan keluar dari permasalahannya.

Metoda Konseling adalah cara yang efektif untuk membantu pegawai keluar dari permasalahannya, terlebih jika hal itu dilakukan oleh konselor yang berpengelaman dan ahli di bidang konseling serta memiliki profesi dalam kaitan dengan analisa perilaku dalam situasi kerja di Perusahaan (Psychologist/clinical industrial Psychology). Memberdayakan pegawai agar mampu menangani masalah mereka sendiri. Memberi ruang gerak kepada pegawai untuk mengungkapkan permasalahan (Catarsis) yang belum diselesaikan dan mempengaruhi performansi kerja individu. Membantu menciptakan positive energy dalam interaksi sosial di lingkungan pekerjaan. Membantu menumbuhkan serta memelihara moril/semangat kerja untuk mencapai produktivitas kerja yang tinggi (Effective Empowerment). (Ms)