Slide item 1

Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN.....

Selengkapnya...
Slide item 2

Instalasi Elemen Bakar Eksperimental PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Elemen Bakar Eksperimental .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Uji Radiometalurgi PTBBN-BATAN

Bidang Uji Radiometalurgi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan teknik uji radiometalurgi .....

Selengkapnya...
Slide item 4

Fabrikasi Bahan Bakar Nuklir PTBBN-BATAN

Bidang Fabrikasi Bahan Bakar Nuklir mempunyai tugas melaksanakan pengembangan teknologi fabrikasi bahan bakar nuklir.....

Selengkapnya...

(Serpong, 27/09/2017)  Peraturan pemerintah No. 11 tahun 2017 berdampak berkurangnya peneliti secara tiba-tiba khususnya di PTBBN-BATAN. PTBBN memiliki banyak ahli dalam bidang nuklir yang handal, tetapi dengan adanya PP tersebut mengakibatkan kurangnya waktu untuk melakukan penurunan bidang ilmu atau yang biasa disebut dengan sharing knowledge ke generasi yang lebih muda. Padahal teknologi bahan bakar merupakan salah satu bagian yang penting dan tidak mudah pada Nuclear Energy Technology. Oleh karena itu, Monthly English Forum (MEF) yang diselenggarakan di PTBBN pada 27 September 2017 bertema expert sharing knowledge.

Reaktor Daya Eksperimental (RDE) saat ini menjadi program prioritas BATAN. Kontribusi PTBBN dalam program prioritas tersebut adalah penelitian dan pengembangan teknologi bahan bakar RDE. Meskipun saat ini implementasi RDE menghadapi permasalahan terkait dengan ketersediaan dana, namaun penelitian dan pengembangan teknologi RDE masih tetap dilakukan.  Itulah tugas BATAN sebagai lembaga penelitian untuk meningkatkan kemampuannya dalam menguasai teknologi RDE, khususnya PTBBN dalam menguasai teknologi bahan bakar RDE.

(Tangerang Selatan, 14/092017)  Kesiapan BATAN dalam pemanfaatan teknologi nuklir khusus untuk pembangkit listrik tenaga nuklir, telah disiapkan sejak lama, hal dapat dilihat pada instalasi nuklir yang dimiliki BATAN, kegiatan peninjau langsung ke instalasi oleh Tim Kelompok Kerja Majelis Pertimbangan Tenaga Nuklir ke Kawasan Nuklir Serpong.

Sesuai dengan PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 83 TAHUN 2014 TENTANG MAJELIS PERTIMBANGAN TENAGA NUKLIR, BAB I KETENTUAN UMUM  Pasal 1 bahwa Majelis Pertimbangan Tenaga Nuklir yang selanjutnya disingkat MPTN adalah lembaga non struktural yang dalam melaksanakan tugasnya bersifat independen. Adapun tujuan dibentuknya Tim Kelompok Kerja MPTN untuk dapat memberikan pertimbangan terkait pemanfaatan teknologi nuklir di Indonesia kepada Presiden. Anggota MPTN sebanyak tujuh orang terdiri para pakar, akademisi dan tokoh masyarakat. MPTN dapat  memberikan pertimbangan pada Presiden terkait dengan pengembangan dan pemanfaatan teknologi nuklir, hingga sekarang sudah dimanfaatkan untuk bidang pangan, kesehatan dan obat-obatan.

(Tangerang Selatan, 06/09/2017) Pemanfaatan Iptek Nuklir, bagi kesejahteraan masyarakat misalnya di bidang pertanian untuk analisa penyerapan nutrisi pada tanaman dapat dilakukan oleh pejabat fungsional Pranata Nuklir, hal ini disampaikan oleh Ir. Antonio Gogo, pada acara Workshop Jabatan Fungsional Pranata Nuklir di Ruang Rapat Uranium Gedung 20-IRM-PTBBN-BATAN Serpong, Rabu (06/09/2017) dengan tema “Menuju Profesionalisme Jabatan Fungsional Pranata Nuklir”, sebagai implementasi UU ASN dan PP 11 tahun 2017, dimana pekerjaan Pegawai Negeri Sipil adalah sebuah Profesi 

(Serpong, 30/08/2017), Bertempat di Gedung 20 IRM, Sat-Gas K3  melaksanakan  workshop Penanggulangan Kebakaran dan pengunaan APAR  yang diikuti oleh 30 peserta terdiri dari Tim Damkar, Tim Satgas K3 dan Tim  Kedaruratan Nuklir serta  perwakilan dari masing-masing Bidang dan Unit yang ada di PTBBN.

Workshop Penanggulangan Kebakaran dan pengunaan APAR  ini adalah sebagai salah satu agenda Sat-Gas K3 PTBBN tahun 2017 sebagai upaya untuk meningkatkan keahlian personil dalam mengatasi bahaya kebakaran khususnya jika terjadi kedaruratan nuklir. Workshop dibuka oleh Ka. PTBBN Prof Ridwan, beliau menyampaikan pentingnya personil mengetahui dan memahami cara penanggulangan kebakaran  dan penggunaan APAR secara benar dan  tepat, mengingat bahaya kebakaran bisa terjadi dimana saja , tidak  hanya dikantor tapi bisa terjadi di setiap tempat termasuk di lingkunga pemukiman kita. Untuk itu perlunya   bekerja dengan aman dan berhati-hati, karena  kebakaran bisa terjadi karena kelalaian manusia atau karena system, peralatan yang tidak terkendali.

(Tangerang Selatan, 03/08/2017), Direktur Nuclear Fuel Cycle and Waste Technology (NEFW)-IAEA, Mr. Christophe Xerri didampingi oleh Dirgahary Tamara, S.Si, M.Si selaku Staf dari Biro Hukum, Hubungan Masyarakat, dan kerjasama (BHHK)- Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)  melakukan kunjungan kerja ke Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN)-BATAN pada tanggal 03 Agustus 2017 diterima oleh Kepala Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir, Prof. Dr. Ridwan beserta jajarannya di ruang kerjanya. Prof. Dr. Ridwan menyampaikan  secara umum kegiatan yang ada di PTBBN terkait kegiatan pengembangan bahan bakar reaktor riset dan reaktor daya. Selain itu diskusi tentang perkembangan teknologi bahan bakar di dunia.