Slide item 1

Logam Tanah Jarang Harta Terpendam di Bangka Belitung

Hasil evaluasi terhadap aspek calon tapak PLTN merekomendasikan bisa dibangun 6 unit di Bangka Barat dan 4 unit di Bangka Selatan .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Diskusi Ilmiah Tentang Keterdapatan U dan Th di Daerah Mamuju Sulawesi Barat

PPGN melihat Mamuju sebagai suatu kabar yang sangat menggembirakan karena menambah daerah prospek uranium dan thorium yang layak untuk dikembangkan .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Diskusi Tektonik dan Mineralisasi U di Kalan

Diskusi ini selain bertujuan untuk membahas beberapa isu penting terkait geologi Kalan juga dimaksudkan sebagai bagian dari proses knowledge management yang penting bagi organisasi dan bermanfaat untuk para geolog muda .....

Selengkapnya...
Slide item 4

Pengembangan dan Pemanfaatan Logam Tanah Jarang (LTJ) untuk Kemandirian Bangsa

Focus Group Discussion “Pengembangan dan Pemanfaatan Logam Tanah Jarang (LTJ) untuk Kemandirian Bangsa” Kedeputian Relevansi dan Produktivitas Iptek .....

Selengkapnya...

(Jakarta, 20/04/2018) Universitas Mataram (Unram), Puslitbang Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi (EBTKE) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) akan bergabung dalam konsorsium penelitian bioetanol berbasis sorgum. Sorgum adalah jenis tanaman yang tahan di lahan marginal yang miskin dengan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Niat membentuk sebuah konsorsium itu muncul ketika rombongan Unram dan EBTKE melakukan kunjungan ke fasilitas nuklir di Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN) dan Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN, di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta Selatan, Selasa (17/04).

(Jakarta, 17/04/2018) PT Timah Tbk menggandeng Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dalam melakukan eksplorasi kandungan mineral radioaktif dan logam tanah jarang (LTJ) yang ada di pasir monasit yang merupakan hasil samping dari proses penambangan timah di kepulauan Bangka. Hal ini diwujudkan dengan penandatanganan naskah perjanjian kerja sama antara kedua belah pihak di Kantor PT Timah Tbk, Jl. Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Selasa (17/04).

Direktur Utama PT Timah Tbk, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani mengatakan, yang melatarbelakangi kerjasama ini adalah, pada proses penambangan bahan galian timah, ternyata ditemukan mineral lainnya yakni mineral radioaktif dan LTJ. “Karena mineral radioaktif dan LTJ ini diluar kemampuan PT Timah Tbk, maka kami ingin sekali mengembangkan kedua mineral tersebut dengan bekerja sama dengan pihak yang mempunyak kemampuan di bidang tersebut,” jelas Mochtar Riza.

(Jakarta, 16/03/2018) Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN) - Kawasan Nuklir Pasar Jumat (KNPJ), Jakarta Selatan.

Kepala Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN), Ir. Yarianto S.B. Susilo, M.Si dengan Dr. Sri Mulyaningsih, ST, M.T selaku Dekan Institut Sains & Teknologi (IST) AKPRIND Yogyakarta dan Ir. H. Irchman, M.T pejabat Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNas) Yogyakarta, telah melakukan perjanjian kerja sama. Perjanjian tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan kegiatan pendidikan, penelitian dan publikasi, pengembangan teknologi serta pengabdian kepada masyarakat yang terkait dengan teknologi bahan galian nuklir.

(Jakarta, 07/02/2018), Anggota komisi III DPRD Provinsi Bangka Belitung sangat tertarik untuk mengetahui kegiatan pilot plant pemisahan uranium, torium, dan Logam Tanah Jarang (LTJ) dari monasit yang dilakukan di Pusat teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN) - Badan Tenaga Nuklir Nasional Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Hal ini terkait dengan keinginan DPRD Provinsi Bangka Belitung  untuk menyelamatkan Sumber Daya Alam (SDA) daerahnya yang berupa mineral ikutan hasil samping dari penambangan timah di Bangka Belitung. Demikian disampaikan oleh Toni Purnomo, ketua Komisi III DPRD Provinsi Bangka Belitung saat melakukan kunjungan dan diskusi ke PTBGN - BATAN di Jakarta, Senin (05/02).

“Saat ini di Provinsi bangka Belitung sedang marak ekspor zirconium dengan harga murah, sedangkan material tersebut mengandung mineral ikutan seperti uranium, torium dan logam tanah jarang yang sangat potensial dan bernilai tinggi,” kata Toni. “Bangka Belitung membutuhkan teknologi yang dapat mengolah kandungan mineral ikutan tersebut agar meningkatkan nilai tambah. Juga membutuhkan regulasi yang mengatur pemanfaatannya supaya masyarakat dan pemerintah Bangka belitung tidak dirugikan,” lanjutnya.

  • (Jakarta, 22/12/2017), Pilot Plant Pemisahan Uranium, Torium, dan Logam Tanah Jarang dari Monasit  dilaunching oleh BATAN di Kawasan Nuklir, Pasar Jumat - Jakarta Selatan, Rabu (20/12). PLUTHO adalah sebuah pilot plant yang didirikan dan didesain oleh Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN), penguasaan teknologi pemisahan uranium, torium dan logam tanah jarang (LTJ) dari monasit yang merupakan hasil samping dari penambangan timah. Penguasaan ini bukan hanya pada teknologi proses pemisahannya, tetapi juga dalam mendesain dan membangun pilot plant. Pilot Plant tersebut diberi nama Pilot Plant Pemisahan Uranium, Torium, dan Logam Tanah Jarang dari Monasit (PLUTHO).