Corona-19
Pengumuman Penerimaan CPSN 2019
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka

 

(Tangerang Selatan, 28/05/2020) Kegiatan pengembangan kompetensi SDM di PTBBN senantiasa tetap berjalan walaupun di masa pandemic  Covid-19 salah satunya adalah terselenggaranya webinar “Penggunaan Zeolit Alam sebagai Bahan Penukar Kation untuk Ion Cesium” yang dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 2020 dengan narasumber dari Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Indonesia yaitu Dr. Yuni K. Krisnandi yang memaparkan tentang “Struktur dan Karakter Zeolit, Pretreatment dan Modifikasi Zeolite Alam, dan Aplikasi Zeolit Alam Sebagai Penukar Kation Cs+”. Kegiatan ini diikuti oleh para fungsional Peneliti dan Pranata Nuklir di lingkungan Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN) - BATAN, serta dihadiri juga oleh para undangan dari beberapa pusat lain di BATAN, beberapa instansi lain dan beberapa universitas di Indonesia. Jumlah peserta yaitu sebanyak 145 orang. Webinar ini diadakan bertujuan supaya peserta dapat memahami dan mengetahui karakter zeolit alam yang dapat digunakan sebagai bahan penukar kation dalam proses pemisahan isotop cesium (137Cs dan 134Cs) yang terdapat di dalam bahan bakar Nuklir.

(Tangerang Selatan, 19/05/2020) Pandemi Covid-19 telah merubah proses kerja pegawai khususnya di PTBBN, jadwal kerja pegawai diatur, sebagian pegawai WIO (Work In Office) dan sebagian lagi WFH (Work From Home), namun hal ini tak menjadikan menurunnya semangat dan produktifitas pegawai. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, PTBBN memiliki agenda rutin yaitu Presentasi Ilmiah Hasil Penelitian PTBBN yang merupakan bentuk pertanggungjawaban pegawai terkait hasil yang telah dicapai dari penelitian dan kegiatan yang telah ditetapkan dalam SK Pedoman Penelitian dan Pengembangan PTBBN.

Atas dasar itulah, PTBBN menyelenggarakan acara Presentasi Ilmiah Hasil-hasil Penelitian dan Kegiatan PTBBN tahun 2019 yang dilaksanakan dalam bentuk virtual conference pada tanggal 19-20 Mei 2020. Acara ini diikuti oleh hampir seluruh pegawai PTBBN melalui domisili mereka masing-masing dengan menggunakan aplikasi zoom.

(Jakarta, 16/05/2020) Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) tetap membuka layanan pengolahan limbah untuk masyarakat meski sedang diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Beroperasinya layanan pengolahan limbah radioaktif ini mempertimbangkan faktor keselamatan dan keamanan zat radioaktif yang berpotensi menimbulkan radiasi apabila tidak segera diproses.

Kepala PTLR BATAN, Sumarbagiono mengatakan, berdasarkan ketentuan, limbah radioaktif harus segera diproses dengan mengirimnya ke PTLR, di Kawasan Nuklir Serpong. “Limbah radioaktif berpotensi menimbulkan bahaya radiasi bagi pekerja, masyarakat, dan lingkungan, serta berpotensi disalahgunakan sehingga pengelolaannya harus diprioritaskan,” kata Sumarbagiono, Jumat (15/05).

Dalam rangka peningkatan kinerja pelayanan Aparatur Sipil Negara (ASN) kementerian/lembaga di tingkat pusat dan daerah, saat ini Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melakukan survey persepsi korupsi di beberapa satker. Diharapkan kesediaan Bapak/Ibu/Saudara agar dapat berperan aktif dalam memberikan informasi terkait kinerja pelayanan di Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN). Kuesioner ini disusun sebagai media penyampaian informasi dari Bapak/Ibu/Saudara.

Mohon setiap pernyataan dijawab dengan benar dan jujur. Kami menjamin kerahasiaan atas informasi yang Bapak/Ibu/Saudara berikan.

Atas perhatian dan kerja sama yang baik diucapkan terimakasih.

Mohon untuk dapat di isi melalui link berikut : Survei Presepsi PTBBN

(Tangerang Selatan, 28 April 2020) Saat ini wabah Covid-19 sedang melanda Indonesia sehingga banyak kegiatan layanan publik yang diselenggarakan pemerintah harus diatur sedemikian rupa agar tetap berjalan. PTLR yang menyelenggarakan layanan jasa pengelolaan limbah radioaktif untuk lembaga riset, industri dan rumah sakit, tetap memberikan layanan kepada pelanggan di tengah penerapan work from home (WFH) dan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kota Tangerang Selatan.