Gedung STTN dan Fasilitas
Sertifikasi Mahasiswa STTN
Pembelajaran di STTN
Kerjasama
Wisuda dan Alumni
Pengabdian Masyarakat

(Yogyakarta, 6/7/17). “Perbaikan diri itu ada tiga syarat. Pertama, kita benar-benar merasa salah, kedua menyadari bahwa kita pernah menyakiti hati orang lain dan yang ketiga kita berusaha memperbaiki kesalahan tersebut,” tutur Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Prof. Dr. Djarot Sulistio Wisnubroto pada acara syawalan Kepala BATAN dengan Keluarga KORPRI Unit Kawasan Nuklir Yogyakarta BATAN, Kamis tanggal 6 Juli 2017 di gedung Auditorium Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) BATAN. “Sebagai pimpinan BATAN, tentunya potensi melakukan kesalahan itu besar, oleh karena itu, dalam kesempatan ini saya mengucapkan mohon maaf lahir dan batin,” lanjutnya.

(Yogyakarta, 24/05/2017) – “Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Yogyakarta (STTN) adalah perguruan tinggi kedinasan yang menghasilkan tenaga profesional di bidang iptek nuklir,” demikian  disampaikan Ketua STTN, Edy Giri Rachman Putra, Ph.D. pada acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Dormitory dan Gedung Irradiator di Yogyakarta, Rabu (24/05).

“Irradiator itu nantinya tidak semata-mata untuk praktikum mahasiswa saja, namun yang lebih penting adalah untuk meningkatkan kemampuan dan memberikan sesuatu yang berharga kepada masyarakat,” kata Edy Giri.

(Yogyakarta, 22/05/2017) Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) menggelar temu pelanggan di Cifest Hotel Cikarang, Sabtu (20/05). Temu palanggan ini mempertemukan para pelaku industri yang mempekerjakan Sumber Daya Manusia (SDM) lulusan STTN. Kegiatan ini digelar dengan tujuan untuk mendapatkan masukan dari pelanggan tentang profil dan kompetensi lulusan STTN yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri di Indonesia. Masukan itu sangat penting karena merupakan upaya penyempurnaan layanan STTN, meliputi layanan akademik, kurikulum maupun kompetensi yang harus dimiliki alumni STTN, mengingat STTN adalah perguruan tinggi vokasional yang mengedepankan penguasaan skill tanpa mengurangi kualitas penguasaan dari sisi keilmuan (teori).

(Yogyakarta, 4/5/17). Selama empat hari, dimulai pada tanggal 25 – 28 April 2017, reaktor Kartini yang terletak di kawasan nuklir Yogyakarta menerima kunjungan expert mission bidang Internet Reactor Laboratory (IRL) dari IAEA, Prof. Dr. Pablo Cantero. Beliau adalah Profesor dari Balsiore Institute Argentina, peneliti dan pengembang di RA-10 reaktor serta Expert pada IRL di fasilitas reaktor RA-6 Bariloche, Argentina.

Kunjungan ini dimaksudkan untuk melakukan diskusi dan evaluasi serta diskusi ilmiah terkait kesiapan Reaktor Kartini untuk mewujudkan IRL. Kunjungan beliau merupakan tindak lanjut kerjasama dari Bidang Reaktor Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA) Yogyakarta dalam rangka mewujudkan sebuah sistem pembelajaran jarak jauh berbasis reaktor sebagai laboratorium yang dikenal dengan konsep Internet Reactor Laboratory (IRL). 

          

(Yogyakarta, 18 April 2017). Besarnya kebutuhan instrumentasi medis untuk diagnosis maupun terapi di setiap fasilitas kesehatan di Indonesia menuntut juga ketersediaan sumber daya manusianya yang memadai sebagai operator, perawat, maupun perekayasa. Dalam memenuhi ketersediaan SDM tersebut, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) melalui program studi Elektronika Instrumentasi (Elins) telah menyelenggarakan peminatan instrumentasi medis sebagai upaya menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan dalam mempelajari dan mengembangkan perangkat elektronika dan instrumentasi untuk aplikasi kesehatan.

Melihat peluang dan kebutuhan SDM instrumentasi medis yang semakin besar di tahun-tahun mendatang, maka beberapa program dan kegiatan seperti Forum Group Discussion (FGD), workshop, kerjasama maupun pengadaan beberapa peralatan penunjang laboratorium instrumentasi medis telah disiapkan dan diintensifkan mulai tahun 2017. Dengan demikian, prodi Elins ditargetkan telah menghasilkan lulusan dengan peminatan instrumentasi medis yang kompeten di tahun 2019 nanti, melalui pengembangan kurikulum peminatan studi instrumentasi medis, laboratorium instrumentasi medis yang lengkap serta terjalinnya kerjasama dengan beberapa stakeholder.

Sebagai langkah awal dan sekaligus kelanjutan dari rapat koordinasi STTN dengan beberapa unit kerja BATAN tanggal 5 - 7 Desember 2016 dalam mensinergikan tridharma perguruan tinggi dengan penelitian dan perekayasaan di BATAN, beberapa staf dosen dari prodi Elins melaksanakan kunjungan ke Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN) - BATAN di Serpong dan juga ke Matana University, di Jakarta, pada tanggal 11 - 13 April 2017.

Kesepakatan melaksanakan kerjasama pengembangan instrumentasi medis dalam wujud pembuatan modul untuk kegiatan pembelajaran mahasiswa STTN, selain mewujudkan BATAN incorporated juga akan meningkatkan kegiatan penelitian dan pengembangan antara dosen prodi Elins dan perekayasa di PRFN. Pembuatan modul tersebut juga akan meningkatkan pengalaman mahasiswa dalam perancangan, perawatan, serta pengembangan instrumentasi medis ke depannya. Kerjasama dengan program studi Fisika Medis dan Instrumentasi Matana University sebagai perguruan tinggi yang telah menyelenggarakan program studi fisika medis akan berupa pelaksanaan pembelajaran yang melibatkan dosen maupun antar mahasiswa, serta penggunaan fasilitas di kedua pihak.

Kuliah umum dari RS Hasan Sadikin Bandung/Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran tentang aplikasi instrumentasi nuklir dalam bidang medis atau kedokteran pada akhir bulan April ini juga telah direncanakan sebagai awal langkah STTN mewujudkan SDM Instrumentasi Medis untuk Indonesia. (tdn)