Gedung STTN dan Fasilitas
Sertifikasi Mahasiswa STTN
Pembelajaran di STTN
Kerjasama
Wisuda dan Alumni
Pengabdian Masyarakat

(Yogyakarta, 12/11/21) Pada hari Sabtu, 23 Oktober 2021, tim NDT Program Studi Elektro Mekanika dari Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) yang sekarang berubah menjadi Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir), yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa melaksanakan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dalam bentuk penelitian bersama Pusat Teknologi Roket yang dilaksanakan di Balai Uji Teknologi dan Pengamatan Antariksa dan Atmosfer Garut (BUTPAAG). Adapun tujuan dari kegiatan PkM ini adalah untuk melakukan pengecekan terhadap integritas roket yang telah dibuat oleh Pusat Teknologi Roket di Rumpin, Bogor dan akan diuji statis di BUTPAAG.

Kunjungan tersebut merupakan lanjutan kegiatan kolaborasi antara Poltek Nuklir dan Pusat Teknologi Roket - Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (OR-PA) di bidang Non-Destructive Testing (NDT) yang sudah dimulai sejak tahun 2019.

(Yogyakarta, 1/11/21). Terhitung sejak tanggal 1 November 2021, Dr. Muhtadan, M. Eng diangkat sebagai pelaksana tugas (Plt) Direktur Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir). Berada di Jl. Babarsari Yogyakarta, Poltek Nuklir di bawah kelembagaan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merupakan perubahan dari Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN). Perubahan bentuk dari STTN menjadi Poltek Nuklir diresmikan oleh Kepala BRIN, Dr. Laksana Tri Handoko, M. Sc pada hari Sabtu, 30 Oktober 2021.

Muhtadan menyampaikan bahwa perubahan bentuk STTN menjadi Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia merupakan momentum baru sebagai perguruan tinggi vokasi dalam bidang teknologi nuklir. “Kedepan Poltek Nuklir akan semakin fokus dalam mencetak SDM iptek nuklir yang memiliki kompetensi spesifik serta kompetitif dengan beberapa langkah strategis untuk mencapai target tersebut,” ungkapnya.

(Kendal, 26/10/2021) Wajah Simbah Sambi Wiyoto 90 tahun nampak cerah, menyiratkan kebahagiaan saat mengikuti panen raya varietas padi Sidenuk (Aplikasi Dedikasi Nuklir) dan pesta budaya rakyat, sekaligus pengenalan produk UMKM yang digelar pemerintah Desa Pakis, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Selasa (26/10). Sidenuk merupakan varietas padi unggul yang dihasilkan oleh peneliti di Pusat Riset Aplikasi Isotop dan Radiasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan memanfaatkan radiasi sinar gamma.

Wiyoto merasa puas menanam padi varietas sidenuk yang ditanamnya dari benih terbaik dan memberikan hasil yang menggembirakan. “Saya bertani sudah 70 tahun dan baru kali ini hasilnya sangat memuaskan,” ujar Wiyoto.

Kepala Desa Pakis, Wibisono mengisahkan perjalanan waktu dari 6 bulan lalu mendapat program pemberian benih Sidenuk, dimana bibit disemai dan tanam di lahan seluas 6 hektar. Hasilnya sangat baik, dan mendukung pengembangan desa Pakis menjadi desa wisata dengan ikon hamparan sawah cantik dan bersih, kesenian rakyat yang terus dilestarikan dan produk lokal yang akan terus ditingkatkan.

Menurut Wibisono, inovasi yang bertumbuh dari keinginan masyarakat menjadi modal besar untuk dapat menjadi harapan penopang perekonomian masyarakat desa setempat, dan sekitarnya. “Saya bangga dan berterimakasih kepada STTN atas program yang dipercayakan, dan acara akan diawali dengan tasyakuran panen untuk yang pertama kali dalam upacara wiwitan,” kata Wibisono.

(15/10/21). “Semoga pada tahun ini Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) bisa segera bertransformasi menjadi Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia,” ungkap Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc, selaku kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) secara daring dalam acara wisuda mahasiswa STTN, Rabu, 13 Oktober 2021. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk mengikuti regulasi dan perkembangan zaman di era Pendidikan vokasi saat ini. Handoko berharap dengan transformasi menjadi Politeknik, STTN akan semakin dikenal masyarakat luas, semakin memiliki masa depan, dan seluruh lulusannya dapat diterima dengan lebih baik, khususnya di industri, masyarakat dan pemakai tenaga ahli teknologi nuklir.

(Yogyakarta, 14/10/21). Hendi Septian Cahyadi, mahasiswa Program Studi Elektro Mekanika ini mengenal Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN), berawal dari keinginannya untuk melanjutkan jenjang pendidikan tinggi dengan jurusan yang langka di Indonesia. Hendi berharap, dengan pilihannya untuk melanjutkan pendidikan pada jurusan yang masih langka tersebut, akan memudahkan dirinya mendapatkan lowongan pekerjaan setelah lulus nantinya. Dan, harapannya tersebut kini menjadi kenyataan. Sebelum wisuda dilaksanakan, Hendi telah dinyatakan diterima bekerja di PT. AusNDT, Jakarta Utara pada divisi Teknisi Kalibrasi dengan memakai lisensi OR dan UT yang dimilikinya.