Gedung STTN dan Fasilitas
Sertifikasi Mahasiswa STTN
Pembelajaran di STTN
Kerjasama
Wisuda dan Alumni
Pengabdian Masyarakat

(Yogyakarta, 22/11/21). Pada hari Jum’at, 19 November 2021, Dewan Perwakilan Mahasiswa Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (DPM Poltek Nuklir BRIN) menyelenggarakan kegiatan Srawung secara daring dengan menghadirkan Plt. Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN, Edy Giri Rachman Putra, Ph. D dan juga Plt. Direktur Manajemen Talenta BRIN, Raden Arthur Ario Lelono, Ph.D. Srawung merupakan sebuah kegiatan untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa serta komunikasi antara kampus dengan mahasiswa terkait dengan kebijakan, dan sarana untuk memberikan masukan dan saran kepada kampus. Kegiatan Srawung melibatkan seluruh lembaga kemahasiswaan di kampus, sehingga harapannya mahasiswa dapat berinteraksi positif dengan kampus sebagai penyelenggara layanan pendidikan.

Dalam sambutannya, Dr. Muhtadan, M. Eng selaku plt. Direktur Poltek Nuklir menyampaikan bahwa kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun ini menjadi salah satu bentuk feedback dari pihak mahasiswa juga pihak Perguruan Tinggi, dalam penyelenggaraan proses bisnis pelaksanaan Tri Dharma PT. “Kami berharap hal ini tidak semata berhenti dikegiatan srawung saja, tapi bisa ditindaklanjuti, menjadi pengetahuan bersama, pemahaman bersama, yang tentu bertujuan bagi kebaikan bersama, meningkatkan kemajuan serta pengembangan Poltek Nuklir,” ujarnya.

Sementara itu, Edy Giri menyampaikan materi BRIN untuk Talenta Muda Periset Nuklir, yang menjelaskan terkait dengan penguatan program vokasi, kebijakan BRIN untuk Poltek Nuklir dalam pembebasan biaya SPP serta program research assistant bagi mahasiswa. Beberapa target BRIN yang harus dilaksanakan Poltek Nuklir, adalah Poltek Nuklir diharapkan menjadi pusat pendidikan vokasi teknologi nuklir di Indonesia, peningkatan status akreditasi menjadi A dari akreditasi B saat ini, penambahan kapasitas menjadi 1000 mahasiswa dari 400 mahasiswa saat ini, menambah jumlah prodi mengikuti perubahan / kebutuhan zaman serta menyelenggarakan S2 dan S3 terapan serta peningkatan kualitas melalui penguatan global engagement dengan Pendidikan tinggi dan institusi riset sejenis di Luar Negeri.

Selain itu, ada kebijakan penting bagi mahasiswa dari BRIN untuk Poltek Nuklir, yaitu membebaskan biaya SPP untuk seluruh Mahasiswa Poltek Nuklir mulai tahun 2022. “Kebijakan ini sudah disampaikan Kepala BRIN dalam arahannya kepada kami juga pimpinan Poltek, bahwa mahasiswa akan dibebaskan biaya SPP mulai tahun 2022. Untuk implementasinya, tentunya akan bertahap,” ungkapnya. Lebih lanjut Edy Giri menyampaikan, bahwa pembebasan biaya SPP tahap pertama adalah mahasiswa semester 7 dan 8, yang kedua mahasiswa baru tahun 2022, dan tahap ketiga adalah mahasiswa semester 1 sampai 6. Untuk tahap ini (tahap ketiga), pihak kampus untuk bisa berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Keuangan dan Sekretariatan Utama bagaimana mekanisme untuk pembebasan biaya SPP untuk mahasiswa semester 1 sampai 6 saat ini.

“BRIN memberikan kebijakan pembebasan SPP, namun ada konsekuensi yang harus diterima mahasiswa, yaitu Mahasiswa untuk bisa lebih terlibat di seluruh kegiatan penyelenggaraan ketenaganukliran di kampus nuklir Yogyakarta dan kampus lainnya, baik di Serpong, Bandung, Pasar Jumat, maupun kampus BRIN lainnya,” ungkapnya lebih lanjut. Hal tersebut disebabkan karena kedepan penguatan SDM hanya bisa dilakukan dengan kerjasama, baik dari kampus, industri maupun dari pihak global.

Penjelasan oleh Plt. Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN, hal tersebut dirincikan lebih detail oleh Raden Arthur Ario Lelono, Ph.D, Plt. Direktur Manajemen Talenta BRIN yang menyampaikan terkait dengan pengembangan kapasitas, mobilitas periset dan talenta riset inovasi untuk mendukung program pengembangan ekosistem riset dan inovasi, dimana terbuka kesempatan bagi mahasiswa untuk berkolaborasi dengan periset di BRIN. Beberapa program tersebut adalah program bantuan riset, talenta riset dan inovasi, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, serta program magang/riset di BRIN.

Selain menyimak materi yang disampaikan oleh Plt. Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN dan Plt. Direktur Manajemen Talenta BRIN, kegiatan yang dihadiri oleh jajaran pimpinan, dosen serta pejabat akademik Poltek Nuklir tersebut dilanjutkan dengan diskusi antara pihak kampus dengan mahasiswa serta penyampaian aspirasi mahasiswa. (tek)