Gedung STTN dan Fasilitas
Sertifikasi Mahasiswa STTN
Pembelajaran di STTN
Kerjasama
Wisuda dan Alumni
Pengabdian Masyarakat

(Yogyakarta, 17/11/21) Pada tanggal 1 – 5 November 2021, Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) melalui Program Studi Teknokimia Nuklir mengadakan Pelatihan Penguatan Kapasitas Masyarakat Indonesia untuk penanganan Air Limbah melalui Teknologi Radiasi untuk Pencegahan Pencemaran Lingkungan. Pelatihan diikuti 64 peserta yang terdiri dari unsur peneliti, Dosen, perwakilan pemerintah daerah (Bappeda dan Dinas Lingkungan Hidup), Balai Besar Kerajinan dan Batik Kemenperin, teknisi/laboran dan mahasiswa. Kegiatan ini merupakan kerja sama Poltek Nuklir dengan Korea Atomic Energy Research Institute (KAERI) dan dukungan dari program Riset-Pro. Pelatihan mengundang narasumber yang merupakan pakar dari KAERI maupun dari Korea University.

Plt. Direktur Poltek Nuklir, Dr. Muhtadan, M. Eng dalam sambutannya memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini dan menjadi hal yang penting bahwa pengolahan air limbah dengan radiasi perlu didesiminasikan dan mempublikasikan teknologi radiasi untuk pengelolaan limbah kepada stakeholder industri dan juga kepada masyarakat. “Terimakasih kepada KAERI dan Riset-Pro yang telah mensupport kegiatan ini. Kami juga berharap pelatihan ini menjadi awal kerjasama antara Poltek Nuklir dengan KAERI kedepannya sehingga dapat tercipta kolaborasi riset maupun kegiatan lain sebagai implementasi kerjasama,” ungkapnya.

Sementara itu, R. Arthur Lelono, Ph.D selaku Direktur Manajemen Talenta BRIN dalam sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan ini juga menyampaikan, “Banyak mahasiswa khususnya dari Poltek Nuklir yang mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini bisa menjadi pintu gerbang untuk mendapatkan judul penelitian tugas akhir. BRIN juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk selanjutnya dapat berkolaborasi dengan para Dosen sebagai Asisten Researcher dengan pendanaan dari BRIN,” jelasnya.

Pelatihan mencakup materi yang menarik untuk dicermati, pada hari pertama meteri terkait dengan pengenalan karakteristik dan sumber air limbah, dan prinsip pengolahan air limbah secara fisika, biologi maupun kimia disampaikan oleh Prof. Jae Woo LEE (Korea University). Pertemuan hari ke dua tanggal 3 November 2021 mengangkat materi Pengolahan air dan lumpur limbah dengan teknologi radiasi  disampaikan oleh Dr. Seungho YU (KAERI). Pertemuan hari ketiga tanggal 4 November 2021 mengenai Pengolahan air dan lumpur limbah peternakan disampaikan oleh Dr. Tak-Hyun KIM (KAERI), dan pada pertemuan terakhir pada tanggal 5 November 2021 Aplikasi pengolahan air limbah dengan mesin berkas elektron pada Daegu Dyeing Industrial Complex disampaikan oleh Dr. Tae-Hun KIM (KAERI).

Meskipun pelatihan dilaksanakan secara daring dari yang semula direncanakan luring (narasumber datang ke Indonesia), tetap diikuti dengan antusias oleh peserta. Aneira salah seorang peserta yang juga mahasiswa Teknokimia Nuklir memberikan kesan terhadap pelatihan ini, ”Bagi saya banyak pembelajaran yang bisa diambil, dan sangat bisa untuk dicontoh dan diterapkan di Indonesia,” jelasnya. Aneira menambahkan bahwa kegiatan ini meningkatkan kesadaran dan pola pikir, yang mana hal-hal kecil juga sangat penting dan harus di perhatikan untuk mengembangkan lingkungan yang lebih baik.

Kesan yang sama juga dilontarkan oleh Slamet Miftakhudin, ST. dari Bappeda Kota Pekalongan. “Kegiatan yang bermanfaat dan menambah wawasan kami terkait penanganan limbah di negara maju. Hanya barangkali perlu penyesuaian dengan kondisi di Indonesia, misalnya di Kota Pekalongan sendiri dimana kondisinya banyak pengusaha batik skala UMKM. Semoga dapat dapat dikembangkan teknologi adaptif yang bisa diimplementasikan sesuai kebutuhan,” ungkapnya. (rtm)