Gedung STTN dan Fasilitas
Sertifikasi Mahasiswa STTN
Pembelajaran di STTN
Kerjasama
Wisuda dan Alumni
Pengabdian Masyarakat

(Yogyakarta, 12/11/21) Pada hari Sabtu, 23 Oktober 2021, tim NDT Program Studi Elektro Mekanika dari Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) yang sekarang berubah menjadi Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir), yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa melaksanakan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dalam bentuk penelitian bersama Pusat Teknologi Roket yang dilaksanakan di Balai Uji Teknologi dan Pengamatan Antariksa dan Atmosfer Garut (BUTPAAG). Adapun tujuan dari kegiatan PkM ini adalah untuk melakukan pengecekan terhadap integritas roket yang telah dibuat oleh Pusat Teknologi Roket di Rumpin, Bogor dan akan diuji statis di BUTPAAG.

Kunjungan tersebut merupakan lanjutan kegiatan kolaborasi antara Poltek Nuklir dan Pusat Teknologi Roket - Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (OR-PA) di bidang Non-Destructive Testing (NDT) yang sudah dimulai sejak tahun 2019.

Laboratorium Betatron merupakan salah satu laboratorium di Poltek Nuklir yang baru saja selesai didirikan di tahun 2020. Laboratorium ini memiliki mesin Betatron yang memancarkan radiasi sinar-X dengan energi yang sangat tinggi, yaitu sekitar 7 MeV, dengan daya rata-rata pada saat penyinaran sekitar 5000 Watt. Energi radiasi yang tinggi ini membuat sumber radiasi ini bermanfaat untuk proses pengecekan radiografi untuk material-material yang memiliki densitas tinggi. Salah satu bahan yang diuji kali ini adalah roket yang dibuat oleh OR-PA yang diuji statis di BUTPAAG.

Sebelum bergabung dengan BRIN di tahun 2021, OR-PA masih berupa Lembaga Pemerintah Non-Kementrian dengan nama Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) yang telah beberapa kali menerbangkan roket melalui satuan kerja Pusat Teknologi Roket dengan tujuan mendapatkan data kinerja terbang roket. Data kinerja terbang ini nantinya akan digunakan untuk melakukan optimasi dari produk berikutnya. Hingga akhir tahun 2020, LAPAN telah menerbangkan lima roket sejak peluncuran pertama pada tahun 2015, dengan roket terakhir yang diluncurkan adalah RX450-5 yang merupakan roket dua tingkat dengan jangkauan 100 km lebih.

Untuk meningkatkan akurasi dalam pengecekan integritas roket melalui pengujian radiografi pada pembuatan roket RX 450 yang telah dibuat oleh OR-PA kali ini diperlukan peralatan yang dapat menghasilkan data yang lebih presisi dan akurat. Struktur roket yang padat dan bahannya yang tebal membuat alat pengecekan biasa sulit mendapatkan data yang akurat. Dengan demikian, penggunaan mesin Betatron dengan energi yang besar merupakan salah satu solusi yang tepat untuk mendapatkan informasi integritas struktur yang akurat.

Berdasarkan informasi dari tim Pustekroket, tim NDT Poltek Nuklir diminta untuk membantu pengujian roket menggunakan Betatron pada enam titik yang berbeda. Peralatan Radiografi yang digunakan terdiri atas dua sistem utama, yaitu sistem penghasil berkas radiasi (betatron) dan sistem pengolah citra (Computed Radiography/ CRx Vission). Proses radiografi menggunakan Betatron dan diatur pada energi 7 MeV dengan dosis akumulasi 250-300 Rontgen. Betatron diarahkan kepada bagian roket yang akan diperiksa, kemudian mesin akan dinyalakan menggunakan sistem kontrol jarak jauh demi keselamatan operator. Proses radiografi bergantung dari energi yang digunakan, namun untuk kasus kali ini, berdasarkan dosis yang diatur maka waktu penembakan untuk satu citra rata-rata 27 menit. Hal ini jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan menggunakan sumber radiasi Cobalt-60 dan film yang membutuhkan waktu rata-rata 3 jam.

Hasil penembakan sinar-X dari Betatron diproses menggunakan CR, yang mengubah gambar film yang terekam secara analog menjadi data digital melalui proses scanning di komputer. Proses perubahan data gambar ini dilakukan dengan menggunakan CRxVision, yang merupakan scanner beresolusi tinggi yang dapat memproses data hasil tembakan sinar-X menjadi data digital di dalam komputer. Di dalam komputer, gambar kemudian diproses lebih lanjut dengan mengaplikasikan filter yang sesuai sehingga hasil pencitraan dapat teramati dengan jelas.

Kunjungan kali ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun hubungan kerja sama yang saling menguntungkan antara Poltek Nuklir dan OR-PA, terutama di bidang NDT, untuk menghasilkan produk-produk dan inovasi yang berguna bagi masyarakat luas. (rn/abm)