Gedung STTN dan Fasilitas
Sertifikasi Mahasiswa STTN
Pembelajaran di STTN
Kerjasama
Wisuda dan Alumni
Pengabdian Masyarakat

(15/10/21). “Semoga pada tahun ini Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) bisa segera bertransformasi menjadi Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia,” ungkap Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc, selaku kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) secara daring dalam acara wisuda mahasiswa STTN, Rabu, 13 Oktober 2021. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk mengikuti regulasi dan perkembangan zaman di era Pendidikan vokasi saat ini. Handoko berharap dengan transformasi menjadi Politeknik, STTN akan semakin dikenal masyarakat luas, semakin memiliki masa depan, dan seluruh lulusannya dapat diterima dengan lebih baik, khususnya di industri, masyarakat dan pemakai tenaga ahli teknologi nuklir.

Handoko menyampaikan, bahwa kedepan BRIN akan siap dan mendukung mahasiswa Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir), antara lain dengan mulai tahun depan memberikan bantuan studi, berupa pembiayaan uang kuliah untuk mahasiswa tingkat akhir selama 2 semester terakhir, ditambah dengan bantuan riset untuk menyelesaikan studi ditahun terakhir, bersama dengan para periset di BRIN khususnya di Organisasi Riset Tenaga Nuklir (OR TN). Handoko juga berharap dengan berbagai skema di BRIN, mahasiswa setelah lulus dapat terus berinteraksi dengan periset di BRIN, menciptakan kerjasama, kolaborasi antara industri, pelaku usaha dan periset di BRIN. 

Lebih lanjut, Handoko menjelaskan bahwa BRIN juga memiliki beberapa skema baru, baik berupa bantuan pembinaan bagi perusahaan pemula berbasis teknologi, juga bantuan bagi yang ingin melanjutkan studi dengan skema studi S2 dan S3 by research maupun studi S2 dan S3 terapan. Selain itu, BRIN juga memiliki beberapa skema fasilitasi, dimana lulusan bisa memakai berbagai infra struktur riset untuk membuat/menciptakan sesuatu yang bisa dijadikan bisnis, awal memulai bisnis baru di berbagai bidang. Kedepan, BRIN juga akan melakukan revitalisasi secara masif seluruh infra struktur dan fasilitas nuklir yang ada di Bandung, Yogyakarta, dan juga Puspiptek Serpong sehingga memiliki kelengkapan dan kualitas yang jauh lebih baik serta memberikan peluang baru tidak hanya bagi periset BRIN, tapi juga bagi lulusan STTN yang dari awal dididik sebagai tenaga ahli teknologi nuklir.

Sementara itu, plt Deputi bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi-BRIN, Edy Giri Rachman Putra, Ph. D dalam konferensi pers menyampaikan, bahwa BRIN melalui banyak progam berupaya bagaimana meningkatkan SDM Iptek, salah satunya melalui kerja sama dengan Perguruan Tinggi, mengejar peningkatan SDM mulai dari talenta-talenta muda, yaitu mahasiswa. “Sesuai dengan arahan pak L.T Handoko selaku kepala BRIN, mulai tahun depan, akan mendorong mahasiswa Perguruan Tinggi untuk bisa mulai memasukkan kegiatan penelitian di BRIN atau ditempat lainnya, dengan memberikan bantuan agar dapat memacu mereka lebih bersemangat,” ungkapnya. Hal tersebut sesuai dengan rancangan Pemerintah tentang Manajemen Talenta Nasional, dengan 3 sasaran, yaitu talenta riset dan inovasi dibawah koordinasi BRIN, talenta seni dan budaya dibawah koordinasi Kemendikbudristek dan talenta olahraga dibawah Kemenpora. Melalui proram Manajemen Talenta Nasional tersebut, diharapkan akan menyaring bakat dan potensi anak-anak muda Indonesia di tiga bidang tersebut.

“BRIN, khususnya dari Kedeputian SDM Iptek memiliki beberapa program yang terkait pengembangan SDM, yaitu pengembangan talenta muda (mahasiswa) untuk bisa terlibat langsung dalam kegiatan riset (litbangjrap, penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan) di BRIN,” jelasnya. Lebih lanjut, Edy Giri menjelaskan, bahwa untuk politeknik sebagai pendidikan vokasi tentunya akan didorong ke arah perekayasaan dan penerapan teknologi, khususnya teknologi nuklir.

Adapun kegiatan untuk mahasiswa, meliputi program MBKM di seluruh fasilitas BRIN untuk pemagangan, menjadi Research Assistant (RA) pada kegiatan tugas akhir ataupun operator di beberapa group riset maupun fasilitas. Selain itu, mahasiswa akan diberikan bantuan riset untuk menjadi RA maupun operator. (tek)