STTN BATAN
3 Program Studi STTN BATAN
Pembelajaran di STTN BATAN
Pengabdian kepada Masyarakat STTN BATAN
Wisuda Sarjana Sains Terapan STTN BATAN

(Yogyakarta, 10/2/20). Dalam rangka memperingati bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional tahun 2020 yang jatuh pada tanggal 12 Januari – 12 Februari 2020, Kawasan Nuklir Yogyakarta (KNY) yang terdiri dari unit kerja Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN), Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA) dan Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN) - Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) pada hari Senin, 10 Februari 2020 menyelenggarakan seminar K3.

(Yogyakarta, 3/2/20). “Saat ini isu PLTN kembali diangkat oleh pemerintah Indonesia terkait penyediaan energi listrik. Banyak tawaran terkait desain dan teknologi PLTN baik dari Rusia, China, Jepang, dan Amerika Serikat,” jelas Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN), Edy Giri Rachman Putra, Ph. D pada pembukaan General Lecture, di Auditorium STTN, Yogyakarta, Senin (03/02). General Lecture diikuti sekitar 150 peserta  yang terdiri dari mahasiswa dan tamu undangan yang berasal dari beberapa Perguruan Tinggi selain STTN yaitu UKSW, UNS, Universitas Jember, dan UGM menghadirkan narasumber dari Rosatom Technical Academy - Rusia, yakni Mr. Evgenii Varseev dan Mr. Denis Agafonov.

(Belgrade, 7/12/2019). Sejak tahun 2013 Kemenristekdikti bersama World Bank bekerja sama dalam Program Research and Innovation in Science and Technology Project (Riset-Pro) untuk meningkatkan kualifikasi serta kapasitas para peneliti dan perekayasa Indonesia. Kualifikasi sumber daya manusia (SDM) ini menjadi salah satu kunci pendorong daya saing bangsa. Tanpa SDM yang mumpuni, lembaga penelitian dan pengembangan (litbang) tidak akan bergerak maju sehingga menghambat pembangunan ekonomi yang berbasis pada ilmu pengetahuan.

(Yogyakarta, 5/12/19). Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir–Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN–BATAN) merupakan satu-satunya perguruan tinggi vokasi di Indonesia yang mencetak SDM bidang teknologi nuklir. Saat ini pemerintah sedang mendorong perkembangan pendidikan vokasi di Indonesia untuk menghasilkan SDM yang inovatif dan berdaya saing dalam rangka mencapai visi Indonesia maju. Perkembangan pemanfaatan teknologi nuklir dalam bidang industri dan medik yang pesat menjadikan STTN sebagai lembaga pendidikan vokasi yang strategis dalam memenuhi kebutuhan SDM nuklir pada bidang-bidang tersebut.

(Yogyakarta, 3/12/19). Bertempat di Pelataran Gedung Prof. Sudarto, SH, Universitas Diponegoro, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) mengikuti Expo Produk Vokasi se-Indonesia yang merupakan rangkaian kegiatan dari Olimpiade Vokasi Indonesia (Olivia). Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 6-8 November 2019 ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI). STTN mengajukan untuk bergabung pada tahun 2018, dan secara resmi 2019 sudah tercatat aktif dalam beberapa kegiatan yang dihelat. Tema yang diusung oleh Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, Semarang sebagai tuan rumah adalah, “Establishing Creative Innovation, Empowering Vocational Higher Education”.