Penyerahan Sertifikat Akreditasi Lembaga Sertifikasi Personal oleh KAN

Penyerahan Sertifikat Akreditasi Lembaga Sertifikasi Personal oleh KAN.

Penyerahan Sertifikat Akreditasi Lembaga Sertifikasi Personal oleh KAN
Kick Off Meeting Sistem Manajemen BATAN

Kick Off Meeting Sistem Manajemen BATAN, April 2018.

Internal Audit PSMN

PSMN sedang melakukan kegiatan audit internal.

Audit Arsiparis

Audit Arsiparis yang dilakukan oleh Internal BATAN

In House Training Sertifikasi Produk ISO 17065, Tahun 2018

diklat Sertifikasi Produk ISO 17065:2012 di PSMN BATAN, Maret 2018

Komtek 67-05 Bidang Pangan Iradiasi

3. Penyelenggaraan Komisi Teknis 67-05 Bidang Pangan Iradiasi

Penetapan Sertifikasi SM Keamanan PSTA BATAN - 8 Juni 2018

Penetapan Sertifikasi SM Keamanan PSTA BATAN - 8 Juni 2018

Demo Alat Computed Radiography di PSMN

Pengenalan produk Computed Radiography (CR) di PSMN

Kick Off Meeting Sistem Manajemen BATAN

Kick Off Meeting Sistem Manajemen BATAN

Etiam diam magna; porta sed gravida vel, molestie non lacus. Donec laoreet est vitae enim hendrerit egestas.

(Bandung, 15/02/2018) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dalam melakukan penelitian dan pengembangan teknologi nuklir serta mengoperasikan fasilitas nuklir selalu mengutamakan faktor keselamatan, keamanan dan jaminan mutu. Ketiganya merupakan syarat wajib yang harus dipenuhi bagi siapapun yang melakukan kegiatan di dunia nuklir. Hal itu disampaikan Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto pada rapat koordinasi unit/tim Jaminan Mutu di Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan, Bandung, Kamis (15/02).

Menganggap pentingnya penerapan Jaminan Mutu dalam segala aspek kegiatan litbang nuklir, Djarot selalu mengajak kepada seluruh jajarannya untuk menerapkan standar mutu yang telah disepakati. “Cara kita menyadarkan karyawan bahwa masalah mutu penting adalah dengan membuat setiap target kegiatan mempunyai benchmark, mempunyai standar, sehingga tiap staf menyadari bahwa claim mutu dinyatakan baik harus berbasis pada suatu nilai yang secara nasional atau internasional sudah disepakati,” ujar Djarot.

Selain memberi kesadaran pentingnya menerapkan jaminan mutu kepada seluruh karyawan, upaya lain yang ditempuh BATAN menurut Djarot yakni mendapatkan sertifikasi internasional terhadap sistem manajemen BATAN. Apabila BATAN dapat memperoleh sertifikasi tersebut dalam tahun ini (red 2018), BATAN akan menjadi lembaga pemerintah pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikat sistem manajemen secara internasional.

Dengan berbagai prestasi yang dicapai BATAN saat ini, seperti memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 8 kali berturut-turut, mendapat nilai B+ untuk Laporan Kinerja, dan zero accident, maka BATAN menurut Djarot dapat dinyatakana telah menerapkan jaminan mutu yang tinggi. Namun demikian, untuk mewujudkan hal itu banyak kendala yang harus dihadapi oleh BATAN.

“Kendala kita adalah Sumber Daya Manusia yang sedikit dan kurangnya pemahaman sebagaian karyawan tentang arti pentingnya menerapkan jaminan mutu dalam bekerja,” tambahnya.

Djarot berharap, mampu menunjukkan kepada masyarakat bahwa BATAN mempunyai sistem jaminan mutu yang tinggi. “Dengan kita mampu menerapkan sistem jaminan mutu yang tinggi, otomatis ikut membantu meyakinkan kepada masyarakat bahwa BATAN mampu mengoperasikan dan memanfaatkan teknologi nuklir,” pungkasnya. (Pur)