Slide item 1

Faktor keselamatan terhadap para pekerjanya selalu menjadi prioritas utama sehingga setiap pekerja wajib menggunakan dosimeter film atau dosimeter termoluminisensi (TLD) saat bertugas

Slide item 2

Faktor manusia serta budaya keamanan adalah faktor yang sangat penting dalam menjamin keamanan di fasilitas, infrastruktur, transportasi bahan nuklir dan keselamatan personil itu sendiri.

(Jakarta,28/11/2016).  Dosis radiasi yang diterima dapat diketahui melalui dua cara, yaitu pengukuran dan perhitungan. Pengukuran dapat dilakukan menggunakan beberapa jenis dosimeter, sedangkan perhitungan dapat dilakukan dengan metode deterministik (analitik) dan probabilistik (statistik). Salah satu metode probabilistik yang umum digunakan adalah Monte Carlo.  

Spektrum energi neutron sangat lebar mulai dari termal, epitermal dan cepat. Energinya bisa berubah setelah mengalami peristiwa tumbukan, yang menyebabkan kesulitan dalam pengukuran spektrum neutron. Penentuan spektrum neutron pada suatu fasilitas kalibrasi sangat penting agar dapat merealisasikan standar medan radiasi neutron berdasarkan ISO 8529 dan ISO 12789. Untuk itu, fasilitas kalibrasi neutron PTKMR BATAN harus mempunyai kemampuan untuk menentukan spektrum neutron dari sumber neutron yang dimilikinya dan mampu merealisasikan berbagai medan radiasi standar yang sesuai dengan kondisi spektrum pengukuran di lapangan hingga diperoleh hasil kalibrasi yang lebih akurat.

Untuk memenuhi kesesuaian rentang energi dari spektrum neutron, maka perlu dilakukan pengukuran spektrum. Salah satu perangkat yang digunakan untuk menentukan spektrum neutron adalah Bonner Sphere spectrometer (BSS) milik fasilitas kalibrasi neutron - PTKMR – BATAN.  Sebelum BSS digunakan, harus dilakukan penentuan fungsi respon detektor yang dilakukan dengan pengukuran. Cara pertama dengan  mengukur cacahan fluks neutron dari suatu sumber pada rentang energi 10-9– 20 MeV. Cara ini sulit dilakukan karena harus ada sumber neutron dengan beragam energi pada rentang tersebut. Cara kedua adalah dengan simulasi Metode Monte Carlo, merupakan metode numerik statistik untuk menyelesaikan masalah yang tidak dimungkinkan diselesaikan secara analitik, yaitu dengan menyimulasikan bilangan acak. Program Monte Carlo ini telah banyak digunakan untuk simulasi pengukuran neutron dengan ketelitian sangat baik. Perangkat lunak ini juga digunakan untuk menghitung perjalanan partikel yaitu foton, elektron, neutron, proton, dan ion dengan rentang energi hingga orde GeV. Salah satu program komputer yang menggunakan metode Monte Carlo adalah Monte Carlo N-Particle eXtended (MCNPX), merupakan perangkat lunak komputer menggunakan metode Monte Carlo hasil pengembangan dari MCNP.  

Dalam perhitungan dosimetri neutron, diperlukan data yang akurat dari hasil pengukuran energi dan fluks neutron. Perhitungan nilai fluks sebagai fungsi energi diperoleh dari hasil pengukuran laju cacah dengan menempatkan BSS secara bergantian pada jarak yang ditentukan dari sumber neutron dan moderator, berupa cacahan sebagai fungsi diameter bola. Dari data nilai cacahan sebagai fungsi diameter bola tersebut kemudian dibuat fluks sebagai fungsi energi menggunakan teknik unfolding.

Salah satu program komputer untuk unfolding neutron adalah UMG (Unfolding dengan MAXED dan GRAVEL) versi 3.3. Dengan program UMG 3.3 tersebut,  nilai laju cacah dari BSS dapat ditampilkan dalam bentuk spektrum, sehingga diperoleh kesesuaian energi sumber neutron dengan rentang energi detektor yang akan dikalibrasi. Data spektrum neutron yang diperoleh menggunakan Bonner Sphere spectrometer (BSS)  dan program komputer UMG 3.3 sangat diperlukan dalam kegiatan kalibrasi alat ukur radiasi neutron. 

Kegiatan Workshop yang diadakan di PTKMR-BATAN pada tanggal 15-16 November 2016 ini sangat bermanfaat bagi PTKMR, hingga fasilitas kalibrasi neutron di PTKMR BATAN mampu merealisasikan medan radiasi standar neutron dengan berbagai rentang spektrum energi. (toni)

(Jakarta, 18/11/2016) Sebagai tindak lanjut hasil evaluasi Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB) BATAN Tahun 2016 yang terkait dengan peningkatan kualitas pelayanan publik, BATAN memiliki komitmen kepada Kementerian PANRB untuk menyelesaikan revisi Perka BATAN No.212 Tahun 2011 tentang Standar Pelayanan BATAN dan Perka BATAN No. 186 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan BATAN.

Untuk itu telah disusun Rancangan Perka BATAN tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Publik, Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan Evaluasi Kinerja Pelayanan Publik BATAN. Draf tersebut sudah mengintegrasikan Perka BATAN No.212 Tahun 2011 dan Perka BATAN No. 186 Tahun 2012 dengan menambahkan pedoman evaluasi kinerja penyelenggara pelayanan publik.

(Bogor, 15/11/2016)  Pada tanggal 14 dan 15 November 2016, telah dilaksanakan rapat koordinasi terakhir Tim Pengembangan Manajemen Pelayanan BATAN di Bogor. Rapat Kordinasi ini merupakan rangkaian pelaksanaan kegiatan Pengembangan Manajemen Pelayanan BATAN.

Pada rapat koordinasi ini dilakukan pembahasan akhir hasil dari pembahasan bersama dengan nara sumber dari kelompok kerja pelayanan publik - BATAN, dengan bahasan rancangan Perka BATAN tentang Pedoman Standar Pelayanan, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) serta evaluasinya dan pembahasan akhir hasil pembahasan Sie Portal SILaBa dengan nara sumber dari PPIKSN-BATAN membahas tentang perubahan pada Portal SILaBa agar dapat dipergunakan secara efektif dan efisien sesuai dengan standar pelayanan BATAN.

(Bogor, 24/10/2016). Pada tanggal 24 dan 25 Oktober 2016, telah dilaksanakan rapat kordinasi Tim Pengembangan Manajemen Pelayanan BATAN yang ke-2 di Bogor. Rapat kordinasi ini rangkaian pelaksanaan kegiatan Pengembangan Manajemen Pelayanan BATAN. Pada rapat kordinasi ini dilakukan pembahasan sesuai dengan tugas masing-masing Sie, yaitu Sie Pedoman yang membahas rancangan Perka BATAN tentang Pedoman Standar Pelayanan, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) serta evaluasinya.