Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 22/07/2019) Banyaknya lahan kering di Indonesia yang belum termanfaatkan secara optimal, menggugah para peneliti Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) berinovasi dengan melakukan penelitian terhadap tanaman yang mampu bertahan di lahan kering yakni sorgum. Karakter tanaman sorgum yang cocok dilahan kering menyebabkan tanaman ini dapat menjadi solusi untuk memanfaatkan sekaligus memberi nilai tambah pada lahan kering.

Hal ini disampaikan peneliti BATAN bidang pertanian, Sihono pada kegiatan panen sorgum di lahan percobaan Kementerian Pertanian, Citayam, Kabupaten Bogor, Jumat (19/07). “Sorgum ini merupakan tanaman yang cocok untuk lahan kering yang banyak kita jumpai di Indonesia,” ujar Sihono.

Di area lahan seluas 2500 meter persegi ini, ujar Sihono telah ditanam galur galur mutan harapan pangan sorgum yang merupakan hasil perbaikan dari varietas sebelumnya yakni pahat. Diharapkan setelah melalui beberapa pengujian oleh Kementerian Pertanian, galur ini mendapatkan sertifikat dan layak untuk dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

(Jakarta, 17/07/2019). Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar Riza Antariksawan memperkenalkan hasil litbang terbaru BATAN berupa 2 varietas tanaman kedelai yang unggul ditanam di lahan kering, yang diberi nama Kemuning 1 dan Kemuning 2. Dengan dilepasnya kedua varietas ini, maka sampai saat ini jumlah varietas kedelai unggul yang dihasilkan BATAN mencapai 12 varietas.

“Kedelai Kemuning 1 dan Kemuning 2 dapat beradaptasi dengan baik di lahan kering dibandingkan dengan tanaman kedelai lainnya dan juga memiliki ukuran biji yang lebih besar,” demikian disampaikan Anhar dalam konferensi pers di Gedung Pertanian, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) - BATAN, Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta Selatan, Rabu (17/07).

(Jakarta, 04/07/2019). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) untuk pertama kalinya menghasilkan varietas unggul pisang yang diberi nama Pirama 1. "Pirama adalah singkatan dari Pisang Radiasi Gamma," jelas Pemulia Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN, Ishak, saat ditemui di Gedung Pertanian, PAIR BATAN, Jakarta, Kamis (04/07).

Pisang hasil penelitiannya ini toleran terhadap penyakit layu Fusarium, penyakit yang sering melanda pada tanaman pisang. Padahal, pisang kaya akan vitamin C dan kandungan nutrisi lainnya seperti karbohidrat, protein, dan kalium yang sangat baik untuk kesehatan.

(Jakarta, 24 Juni 2019), Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi-Badan Tenaga Nuklir Nasional (PAIR-BATAN) menyelenggarakan Diklat Selingkung Pengelolaan Arisp Dinamis di PAIR kepada 25 orang pegawai PAIR yang terlibat dalam mengelola surat, seperti : TU Bidang di lingkungan PAIR dan tenaga administrasi PAIR. Diklat selingkung ini diadakan selama 5 hari sejak tanggal 24  sampai dengan 26 Juni 2019 dan dilanjutkan praktikum tanggal 4 sampai dengan 5 Juli 2019 dengan 3 narasumber pejabat fungsional Arsiparis PAIR, yaitu : Hikmah, Ety Suryati dan Nurhadi.

Dalam sambutan sekaligus membuka acara, Kepala PAIR, Totti Tjiptosumirat memberikan apresiasi kepada pejabat fungsional Arsiparis yang mau berbagi ilmu tentang arsip kepada rekan-rekannya. Diklat ini juga merupakan ajang sharing tentang makna dari suatu arsip, sehingga diharapkan tercipta diskusi. Totti juga menyampaikan bahwa arsip merupakan hal yang sangat penting. Karena keberadaan arsip sebagai aset organisasi diperlukan sebagai bukti untuk mempertahankan hak dan kewenangan terhadap sesuatu miliknya yang sangat berharga. Proses arsip itu cukup panjang mulai dari menciptakan arsip, mendistribusikan, penggunaan arsip, penyimpanan arsip sampai pada pemusnahan. Oleh karena itu Totti mengatakan bahwa untuk melaksanakan pengelolaan arsip dengan baik dan benar, maka diklat selingkung ini sangat baik.

(Jakarta, 14/06/2019). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) kembali menghasilkan 2 varietas unggul kedelai yang diberi nama Kemuning 1 dan Kemuning 2. Kedua varietas ini menambah jumlah varietas kedelai yang telah dihasilkan BATAN menjadi 12 varietas. Kemuning 1 dan Kemuning 2 memiliki keunggulan cocok ditanam di lahan yang kering.

“Kemuning merupakan singkatan dari Kedelai Mutan Tahan Kering,” jelas Pemulia Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN, Yuliasti, saat diwawancara di Gedung Pertanian, PAIR BATAN, Jumat, (14/06).