Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 30/09/2019). Banyaknya aktivitas tambang mineral di Indonesia menyisakan lahan yang menjadi tidak subur lagi. Namun ternyata, tidak selamanya lahan bekas tambang menjadi tidak bermanfaat. Bioremediasi lahan dengan menggunakan mikroba tertentu yang disebut dengan Inokulan Konsorsia Mikroba Rhizosfer (IMR) dapat memulihkan lahan yang tadinya tidak subur menjadi lebih subur.

Peneliti Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Nana Mulyana mengatakan, bioremediasi telah dikembangkan sejak tahun 60an. Secara terminologi, bioremediasi berasal dari 2 kata, yakni bio dan remediasi. “Jadi pembenahan lahan dengan menggunakan hayati atau mikroorganisme,” katanya saat konferensi pers di kantor PAIR BATAN, Jakarta, Senin (30/09).

Dengan memanfaatkan teknologi nuklir, wadah atau media yang digunakan untuk menyimpan mikroorganisme diradiasi dengan sinar gamma pada dosis 25 kilogrey sehingga kualitas mikroorganisme dapat terjaga selama dalam penyimpanan hingga 1 tahun. “Mikroorganisme yang disimpan dalam wadah yang sudah diiradiasi misalnya sejumlah tertentu, maka setelah disimpan dalam waktu 1 tahun, jumlahnya tetap dan tidak berkurang,” tambahnya.

(Jakarta, 09/09/2019). Bupati Kabupaten Mappi, Provinsi Papua, Kristomus Yohanes Argamewu, didampingi Kepala Dinas Pertanian, Vincentius Jamlean dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Antonius Letsoin  melakukan kunjungan kerja ke Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR)-Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Kunjungan diterima Kepala PAIR-BATAN, Totti Tjiptosumirat dan didampingi oleh para Peneliti Kelompok Pemuliaan Tanaman, Bidang Pertanian. Kunjungan ini dimaksudkan untuk permintaan dukungan PAIR-BATAN dalam rangka peningkatan dan pengembangan pertanian di Kabupaten Mappi.

(Jakarta, 05/09/2019) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bekerja sama dengan Forum for Nuclear Cooperation in Asia menggelar workshop on Radiation Processing and Polymer Modification for Agricultural, Environmental and Medical Application di Hotel Ambarukmo, Yogyakarta, 3 s.d. 7 September 2019. Workshop ini diikuti oleh 22 orang peserta yang berasal dari 10 negara anggota FNCA yaitu Bangladesh, China, Indonesia, Jepang, Kazakhstan, Malaysia, Mongolia, Philipines, Thailand, dan Vietnam.

Penanggung jawab kegiatan, Dharmawan Darwis mengatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk melakukan evaluasi kegiatan di masing-masing negara anggota FNCA. "Tujuan FNCA Worshop ini adalah untuk melakukan diskusi, evaluasi kegiatan masing-masing Negara anggota, tukar menukar pengalaman dan meningkatkan kerjasama antar Negara anggota dalam hal penelitian dan pengembangan aplikasi oligokitosan iradiasi/oligokaraginan sebagai plant growth promoter, plant elicitor, dan aplikasi proses radiasi di bidang lingkungan dan kesehatan," ujar Dharmawan.

(Musi Rawas, 04/09/2019) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) kedepan akan melakukan penelitian di bidang pertanian untuk menciptakan varietas tanaman unggul yang tahan terhadap cuaca ekstrim. Hal ini disampaikan Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan pada panen raya varietas padi kahayan di Agro Techno Park (ATP), Musi Rawas, Rabu (04/09).

Perubahan cuaca ekstrim yang terjadi saat ini bukan lagi sekedar wacana, namun sudah sering terjadi. Ketika musim kemarau bisa terjadi kekeringan dalam waktu yang panjang, begitu juga ketika musim penghujan, terjadi dalam jangka waktu yang lama dan jumlah air sangat banyak.

Kondisi ini menurut Anhar sering dikeluhkan oleh para petani, mengingat belum banyak varietas yang tahan terhadap perubahan cuaca yang ekstrim. "Untuk menghadapi kondisi perubahan cuaca yang ekstrim, maka kedepan, BATAN diharapkan melakukan penelitian yang mampu menghasilkan varietas padi unggul yang tahan terhadap perubahan cuaca yang ekstrim," kata Anhar.

(Musi Rawas, 03/09/2019), Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menyelenggarakan kegiatan evaluasi pelaksanaan Science Techno Park (STP) di Kabupaten Musi Rawas, Selasa (03/09). Kegiatan STP merupakan program nasional yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi pada tahun 2015.

Wakil Bupati Musi Rawas, Suwarti dalam sambutannya menyambut baik kegiatan evaluasi pelaksaan STP BATAN. Kabupaten Musi Rawas menjadi salah satu daerah yang ditunjuk oleh BATAN sebagai salah satu lokasi STP selain Kabupaten Klaten dan Polewali Mandar.