HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 09 Maret  2020), Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) yang ditunjuk sebagai Koordinator Pengamanan di Lingkungan Kawasan Nuklir Pasar Jumat, perlu memberikan pembekalan kepada para anggota Unit Pengamanan Nuklir (UPN) yang sebagian besar adalah pegawai outsourcing (alih daya)  tentang pengetahuan yang berkaitan dengan proteksi radiasi dan bahaya kimia dengan mengadakan Diklat Selingkung “Pengenalan Proteksi Radiasi dan Piktogram Kimia untuk pegawai UPN” dari tanggal 9 sampai dengan 31 Maret 2020 bertempat di Ruang Information Centre National Science Techno Park. Sebanyak 35 peserta yang merupakan anggota  UPN hadir dalam diklat tersebut.

(Jakarta, 09 Maret 2020), Menindaklanjuti hasil pertemuan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kemenristek/BRIN pada tanggal 29 Januari 2020 di Gedung Graha Widya Bhakti, Puspiptek, Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi - Badan Tenaga Nuklir Nasional (PAIR - BATAN), Totti Tjiptosumirat melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Flagship Prioritas Riset Nasional 2020 - 2024 Bidang Pangan (padi, jagung, kedelai, kelapa sawit, sapi potong dan ayam lokal), bertempat di Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan, Senin (09 Maret 2020).

(BALI, 10/02/2020), “Penggunaan metode Radiocarbon dating untuk mengetahui umur fosil purbakala, membuka pemahaman baru bagi kami bahwa teknologi nuklir tidak hanya terkait dengan isu perdamaian tetapi sangat spesifik terkait dengan misi kebudayaan salah satunya pelestarian cagar budaya,” ungkap Marlon Ririmarase, peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional pada pertemuan internasional yang merupakan kolaborasi Batan dengan  Badan Tenaga Atom Internasional/International Atomic Energy Agency (IAEA) yang bertajuk Harnessing Nuclear Science and Technology for the Preservation and Conservation of Cultural Heritage, di Kuta-Bali.

(Jakarta, 23 Januari 2020), Memasuki tahun 2020, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi-Badan Tenaga Nuklir Nasional (PAIR-BATAN) menyelengarakan kuliah umum bagi mahasiswa yang melaksanakan penelitian di PAIR-BATAN dengan tema “Aplikasi Isotop dan Radiasi untuk Kesejahteraan Masyarakat” yang diselenggarakan di Gedung Pertemuan PAIR, Kamis (23/1)   Sebanyak 38 mahasiswa yang sedang melaksanakan Penelitian Tugas Akhir (PTA) hadir pada acara kuliah umum tersebut, berasal dari berbagai Perguruan Tinggi/Universitas diantaranya IPB, Politeknik Negeri Jember, Universitas Gadjah Mada, Andalas, Veteran Jawa Timur, Brawijaya, Jenderal Sudirman, Padjajaran, Negeri Surakarta, Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Pancasila, dan HAW Hamburg. Maksud daripada kuliah umum ini adalah dalam rangka memperkenalkan serta menyebarluaskan informasi mengenai kegiatan dan hasil penelitian dan pegembangan (litbang) PAIR.

(Jakarta, 16 Desember 2019), Dalam rangka meningkatkan mutu layanan, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi mengadakan temu pelanggan di Gedung Pertemuan Utama PAIR, Senin (16/12). Sebanyak 100 orang hadir dalam acara tersebut yang terdiri dari 50 orang peserta dari 35 perusahaan yang menggunakan jasa layanan PAIR serta pegawai BATAN. Dalam sambutan sekaligus membuka acara, Efrizon Umar selaku Deputi Bidang SATN mengatakan bahwa acara ini sangat dibutuhkan oleh PAIR untuk menguji seberapa jauh  pelayanan PAIR dan sebagai pertimbangan dalam meningkatkan pelayanan PAIR kedepannya.

“PAIR adalah lembaga litbang dan sebenarnya telah berada di hilir, “kata Efrizon. Oleh karena itu tuntutan pemerintah adalah seberapa yang telah diberikan harus dirasakan oleh masyarakat.

“Apabila PAIR sudah dapat memberikan pelayanan prima, maka perlu meningkatkan pelayanan menjadi ultima,” kata Efrizon. Pelayanan ultima adalah penyedia jasa layanan harus mampu melakukan jemput bola kepada para pelanggannya.