HUTRI75
Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 21/05/2018). Pegawai BATAN di lingkungan Kawasan Nuklir Pasar Jumat melaksanakan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-110 Tahun 2018  yang diikuti oleh Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR), Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN), Pusat Pendidikan dan Pelatihan (PUSDIKLAT) dan Pusat Diseminasi Kemitraan (PDK) pada hari Senin (21/05). Upacar ini berlangsung dengan hikmat.

Bertindak sebagai Pembina Upacara Kepala BATAN (Djarot S. Wisnubroto). Dalam sambutannya, Djarot membacakan sambutan dari Menteri Komunikasi dan Informatika RI yang mengatakan bahwa “bersatu” adalah kata kunci ketika ingin menggapai cita-cita yang sangat mulia.  Boedi Oetomo adalah salah satu contoh bagaimana berkumpul dan berorganisasi tanpa melihat asal muasal yang pada akhirnya mendorong semangat nasionalisme sebagai bahan utama kemerdekaan.

(Jakarta, 01/03/2017). Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) - Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melaksanakan Serah Terima Jabatan (sertijab) Pejabat Administrator, yaitu Kepala Bidang Industri & Lingkungan, dari Dr. Sugiharto, MT ke Drs. Satrio; dan Kepala Bidang Proses Radiasi, dari Dr. Darmawan, Apt ke Dr. Tita Puspitasari, M.Si; sebagai tindak lanjut dari pelantikan oleh Kepala BATAN yang telah dilaksanakan pada tanggal 4 Mei 2018 di Kantor Pusat BATAN.

Pengangkatan 2 pejabat Administrator tersebut merupakan rotasi dan sekaligus promosi terkait pelaksanaan tugas dan fungsi PAIR, juga sebagai konsekuensi terhadap tanggung bersama atas keberlangsungan organisasi. PAIR sebagai Pusat Unggulan (PUI), mempunyai beberapa program kegiatan prioritas nasional baik di Bidang Proses Radiasi maupun di Bidang Industri & Lingkungan, dituntut dapat melakukan pembenahan ke dalam secara berkesinambungan.

(Jakarta, 04/05/2018) Badan Karantina Kementerian Pertanian akan memanfaatkan fasilitas Iradiator Gama Merah Putih (IGMP) untuk kegiatan fitosanitari terhadap buah-buahan dan komoditas pertanian lainnya yang akan diekspor. Fitosanitari adalah tindakan karantina tumbuhan terhadap komoditas pertanian yang bertujuan untuk membunuh serangga atau lalat yang ada di dalam buah sebelum diekspor ke negara lain.

Keinginan pemanfaatan IGMP ini diwujudkan dengan penandatanganan naskah kerja sama antara Kepala Badan Karantina, Banun Harpini dengan Sekretaris Utama, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Falconi Margono di Gedung Badan Karantina, Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Kamis (03/05).

(Jakarta, 29/03/2018) Bidang Pertanian, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN telah menerima kunjungan dari utusan Fakultas Peternakan Universitas Haluoleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara. Kunjungan tersebut dalam rangka untuk penjajakan kerjasama terkait penelitian dan pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia.

Prof. Dr. Takdir Saili selaku Dekan Fapet UHO mengatakan bahwa fapet UHO adalah salah satu fakultas di UHO yang cukup muda karena baru terakreditasi DIKTI pada tahun 2014. “Karena itu, kualifikasi akademik mahasiswanya perlu ditingkatkan dengan melakukan kerjasama serta pembelajaran dari lembaga penelitian yang lebih berpengalaman seperti PAIR BATAN. Beberapa hal yang harus dibenahi antara lain dari segi saintifik dan penguasaan materi di lapangan”. Lanjutnya.

(Jkt., 26 April 2018), Telah terjadi bencana gempa bumi di pantai Jawa Bagian Barat dengan magnitude 8,7 SR. Gempa berpusat di 7.21 Lintang Selatan, 105.91 Bujur Timur atau 81 km Barat Daya Lebak, Banten.  Kedalaman gempa adalah 10 km dan berpontensi Tsunami.  Demikian arahan yang disampaikan oleh Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi - BATAN (Totti Tjiptosumirat).

Pengumuman selanjutnya menginstruksikan penanggulangan listrik mati dan kepada seluruh pegawai agar melakukan evakuasi gempa.