HUTRI76
Slide_wbk
Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

Jakarta, (31 Agustus/2021). Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) yang terletak di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Cilandak Jakarta Selatan, menawarkan layanan teknologi alat laboratorium berbasis isotop yang sangat canggih, yaitu Isotope Ratio Mass Spectrometry (IRMS). Memiliki kemampuan untuk menelusuri secara akurat dan presisi komponen kelimpahan isotop alami dari suatu bahan/material dengan tingkat sensitivitas yang tinggi.

Menggabungkan kinerja yang terbukti tangguh dan mudah dalam penggunaannya, IRMS dapat digunakan dalam aplikasi perunutan isotop suatu bahan dalam proses validasi seperti pemalsuan bahan pangan, makanan/minuman, sumber polutan, bahan forensik dan analisis material lainnya. Analisis ini  dapat dilakukan pada sumber material baik padat, cair maupun gas. IRMS bekerja dengan menghubungkan berbagai periferal seperti Elemental Analyzer (EA), GC, GasBench, dan LC yang  diperluas sesuai kebutuhan analisis.

Sistem ini bertujuan untuk mendukung berbagai penyelidikan termasuk keaslian makanan, kegiatan forensik pada penulusuran kriminal, material minyak dan gas, geokimia, geologi, hidrologi, farmasi, penelitian medis, paleoklimatologi, penelitian perubahan iklim, arkeologi, biologi dan biogeokimia, forensik lingkungan, dan pemetaan kontrol doping. IRMS ini juga memiliki cakupan yang cukup luas seperti halnya pada penggunaan produk pangan dalam penentuan kadar kafein, kadar keaslian madu, menentukan asal usul kopi, dan masih banyak lagi. IRMS menggabungkan sensitivitas yang luar biasa dengan linieritas dan stabilitas yang sangat baik untuk berbagai aplikasi yang beragam seperti analisis 13C (Polycyclic Aromatic Hydrocarbon (PAH) di tanah, pemantauan 15N/14N dalam turunan senyawa klorofil, dan deteksi pemalsuan madu. Teknologi ini memiliki sensitivitas yang luar biasa hingga 800 molekul per ion CO2 dalam mode dual inlet dan 1100 molekul per ion dalam mode continuous-flow. Transmisi sinyal fiber optic untuk menghilangkan ground loops dan sumber electronic noise lainnya. Delta V pada IRMS dapat dikonfigurasi dalam berbagai macam sistem hingga mencapai 10 kolektor, sehingga dapat mendukung semua aplikasi isotop rasio dalam rentang massa hingga m/z 96, dan rentang massa simultan hingga ±25%. Sistem ini juga dilengkapi dengan kemampuan analisis deuterium.

IRMS milik BATAN ini merupakan satu dari tiga IRMS yang ada di indonesia. Sampai saat ini penelitian yang menggunakan IRMS belum maksimal dikarenakan terbatasnya jumlah alat yang ada, masih sangat sedikit informasi terkait keberadaan layanan fasilitas alat tersebut di Indonesia, dan informasi ruang lingkup pengujian sampel. Layanan IRMS di PAIR-BATAN ini terbuka untuk semua kalangan yang ingin melakukan pelacakan isotop pada material penelitiannya. Sejauh ini beberapa material yang sudah dianalisis menggunakan IRMS contohnya yaitu madu, kopi, kayu gaharu, padi, sorgum, kedelai, ranggah rusa, serangga, tanah, dan sebagaianya. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi email berikut: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.. Hmz