HUTRI76
Slide_wbk
Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 21 Juni 2021). Dalam rangka memberikan pemahaman lebih awal di dalam pelaksanaan Sistem Manajemen Kinerja Pegawai Negeri SIPIL (PNS), Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi-Badan Tenaga Nuklir Nasional (PAIR-BATAN) menyelenggarakan “Sosialisasi Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenpanRB) Nomor 8 Tahun 2021 tentang Sistem Manajemen Kinerja  PNS”, pada tanggal 21 Juni 2021 yang dihadiri oleh 127 pegawai.

Koordinator Tata Usaha Suhirman, S.Si mengawali dengan pembukaan sekaligus memandu berlangsungnya acara ini, yang mengatakan bahwa sosialisasi ini diselenggarakan dalam rangka persiapan implementasi pelaksanaan peraturan tersebut. Penyampaian materi langsung oleh Kepala PAIR Dr. Roziq Himawan, M,Eng.  Disampaikan oleh Roziq Himawan, bahwa tujuan sosialisasi ini adalah agar seluruh pegawai PAIR dapat memahami lebih awal di dalam pelaksanaan Sistem Manajemen Kinerja. Peraturan ini telah diundangkan pada tanggal 17 Maret 2021 dan sudah harus diimplementasikan oleh Instansi Pemerintah paling lambat 1 Januari 2023. Dalam rangka implementasi di lingkungan BATAN, Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (BSDMO) akan melaksanakan road show untuk Sosialisasi Permenpan RB ini sekaligus petunjuk pelaksanaannya pada semester 2 tahun ini. Saat ini, BATAN sedang merumuskan Peraturan dalam rangka implementasi Peraturan ini. Roziq Himawan juga mengatakan, terdapat hal baru dalam Sistem Manajemen Kinerja ini, yaitu adanya penilaian perilaku secara 360°; adanya perspektif Balance Score Card (BSC) dalam Perencanaan Kinerja; penguatan terhadap indikator kinerja tambahan; penerapan metode cascading baik secara direct dan indirect pada kinerja; dan cara penilaian rinci dan detil yang mencakup aspek kualitas, kuantitas, dan waktu (bamsu)