HUTRI76
Slide_wbk
Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 11/06/2021) Bupati Musi Rawas, Hj. Ratna Mahmud bersama jajarannya melakukan kunjungan ke Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Jumat (11/06). Kunjungan ini dimaksudkan, selain dapat melihat secara langsung pemanfaatan iptek nuklir di bidang pertanian, Bupati juga, menerima Surat Keputusan Menteri Pertanian terkait pelepasan calon varietas padi yakni Dayang Muratan 1 dan Dayang Muratan 2.

Kedua varietas padi unggul ini merupakan hasil perbaikan dari varietas lokal dengan nama dayang windu. Melalui kerja sama antara PAIR dengan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, varietas padi dayang windu yang sangat digemari oleh masyarakat Musi Rawas menjadi lebih unggul.

Bupati Musi Rawas menyatakan bahwa padi dayang windu merupakan padi lokal yang sangat disukai oleh masyarakat khususnya di Sumatera Selatan karena berasnya wangi dan pulen. “Saya sudah mengenal padi dayang windu sejak kecil, dan memang sangat terkenal di lingkungan masyarakat Musi Rawas,” kata Ratna.

Padi dayang windu menurut Bupati, batangnya tinggi sehingga kalau ada angin kencang mudah rebah. Selain itu, umur tanamnya juga relatif lama yakni sekitar 6 bulan, sehingga dalam satu tahun, petani hanya dapat memanen padi dayang windu paling banyak dua kali.

Berdasarkan kondisi inilah, pemerintah Kabupaten Musi Rawas berinisiatif untuk melakukan kerja sama dengan pihak BATAN melalui PAIR untuk memperbaiki varietas dayang windu dengan memanfaatkan teknologi nuklir. “Dari kerja sama ini dihasilkan dua varietas yang merupakan perbaikan dari varietas dayang windu, dengan umur tanam yang lebih pendek sehingga petani dapat panen sebanyak tiga kali dalam setahun, batangnya tidak terlalu tinggi sehingga tidak mudah rebah, namun rasanya tetap enak,” tambahnya.

Bupati berharap, kerja sama dengan pihak BATAN dapat diteruskan bukan hanya di bidang pertanian saja, melainkan juga di bidang industri dan kesehatan. Melalui kerja sama ini, masyarakat akan mengenal iptek nuklir semakin dekat.

Apabila selama ini masyarakat mengenal nuklir dari sisi yang membahayakan saja, namun melalui kerja sama ini, masyarakat dapat merasakan secara langsung manfaat iptek nuklir untuk kesejahteraan. Untuk itulah, sosialisasi menjadi hal yang penting bagi BATAN untuk mengenalkan nuklir kepada masyarakat luas.

Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan dalam sambutannya mengatakan, kehadiran Bupati Musi Rawas menjadi kebanggaan BATAN khususnya para peneliti yang selama ini melakukan penelitian dalam rangka perbaikan varietas dayang windu. “Kami atas nama BATAN merasa senang atas kunjungan Ibu Bupati, karena pada dasarnya kebanggaan para peneliti adalah, apabila hasil penelitiannya dapat termanfaatkan oleh masyarakat luas,” kata Anhar.

Keberhasilan para peneliti BATAN bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas dalam memperbaiki varietas dayang windu merupakan bentuk keberhasilan kolaborasi penelitian yang dapat diteruskan di masa yang akan datang. Kerja sama antara BATAN dengan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas telah berjalan sejak lama.

Tantangan penelitian ke depan yang harus diselesaikan adalah, bagaimana BATAN dapat menghasilkan varietas padi unggul yang tahan pada cuaca ekstrim. Untuk menjawab tantangan ini, tentunya BATAN akan terus bekerja sama dengan para pemangku kepentingan. (Pur)