HUTRI76
Slide_wbk
Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 17/05/2021). Dalam satu dekade terakhir, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) telah berhasil memperbaiki dan melepas 12 varietas padi lokal dari berbagai daerah. Disamping itu juga telah melepas 6 varietas lainnya sebagai varietas unggul nasional. Hal ini merupakan tindak lanjut dari berita sebelumnya tentang “BATAN hadir di tengah Masyarakat melalui Perbaikan Varietas Padi Lokal (Jakarta 10/03/2019)” dimana progress yang dihasilkan di kelompok pemuliaan tanaman terus berlangsung hingga saat ini.

BATAN secara konsisten terus mengembangkan dan memanfaatkan teknik radiasi di bidang pertanian termasuk dalam upaya perbaikan varietas padi. Beberapa pemerintah daerah dan perguruan tinggi telah bekerja sama dengan BATAN untuk memperbaiki varietas padi lokal sehingga didapatkan varietas unggul dengan produktivitas tinggi, umur genjah, tidak rebah, tahan berbagai hama penyakit, serta memiliki mutu fisik dan organoleptik tinggi namun masih mempertahankan sifat-sifat positif dari varietas lokal tersebut.

Pada tahun 2010 lalu, BATAN telah menghasilkan varietas Pandan Putri dari padi lokal Pandan Wangi asal Cianjur, Jawa Barat. Kemudian 2 tahun berikutnya BATAN melepas Suluttan Unsrat 1 dan 2 yang berasal dari varietas lokal padi Superwin Sulawesi Utara. Selanjutnya, pada tahun 2017 dan 2018, BATAN juga memperbaiki varietas lokal padi Kewal asal Banten menjadi varietas unggul Mustaban dan padi lokal Jembar asal Jawa Barat menjadi Mustajab.

Seiring berjalannya waktu, pada tahun 2019 BATAN akhirnya berhasil memperbaiki dan melepas varietas unggul padi asal Klaten, Jawa Tengah yang terkenal akan rasa nasinya yang enak dan harum yaitu padi Rojolele Srinar dan Srinuk dimana kerjasama BATAN dengan provinsi Klaten telah dimulai sejak 2013 silam.  Kemudian, pada tahun lalu (2020), 3 varietas lokal asal Sumatera juga telah diperbaiki, yakni 1 dari Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat dan 2 dari Kabupaten Kerinci, Jambi. Padi lokal Sijunjung bernama Lampai Kuniang yang telah diperbaiki dengan teknik mutasi radiasi sehingga menghasilkan varietas unggul bernama Lampai Sirandah. Begitu juga pada 2 vareitas padi Kerinci yang sekarang menjadi varietas unggul bernama Payo Iluk Aso dan Payo Ngarayak. Terkahir, pada tahun ini (2021), BATAN terus memperbaiki dan melepas varietas unggul, seperti padi yang berasal dari Kabupaten Musi Rawas dengan tetua varietas Dayang Rindu. Setelah diperbaiki kemudian dilepas dengan nama Dayang Muratan 1 dan Dayang Muratan 4.

Sementara itu, terdapat 6 varietas lokal yang menjadi varietas nasional ataupun yang sebelumnya memang varietas nasional juga telah diperbaiki dan dilepas oleh BATAN, diantaranya adalah varietas Inpari Sidenuk (2011), Inpari Mugibat (2012), Tropiko (2015), Sinar 1 dan Sinar 2 (2020), dan Isora (2021). Hingga saat ini, tim pemuliaan tanaman padi PAIR-BATAN terus menerima kerjasama dari berbagai pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam upaya memperbaiki dan merakit varietas padi lokal dan nasional sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjawab tantangan di masa depan. (Hmz)