HUTRI75
Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 06/12/2020), “Penggunaan teknologi iradiasi untuk obat herbal produksi kami memberikan manfaat yang sangat besar, kami dapat menghemat biaya produksi secara signifikan karena umur simpan produk kami menjadi lebih lama,” ungkap Rudi Permana, Production Planning and Inventory Control Manager (PPIC Manager) PT Liza Herbal Internasional, pada  webinar Peran Iradiator Gamma Merah Putih dalam Meningkatkan Kualitas dan Keamanan Pangan, Minggu (06/12).

 “Semula kami hanya dapat memproduksi kurang lebih 4.000 botol perbulan, sekarang kami dapat memproduksi belasan ribu botol perbulannya. Hal ini tentu saja memberikan keuntungan yang besar untuk perusahaan kami,” kata Rudi.

PT Liza Herbal Internasional merupakan produsen obat herbal. Terbuat dari tanaman dan rempah yang alami, obat herbal memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki efek samping. PT Liza Herbal Internasional telah menggunakan jasa iradiasi BATAN untuk mengawetkan produknya sejak tahun 2008.

“Sebelum diiradiasi waktu simpan produk herbal kami rata-rata hanya 3 – 4 bulan, kami seringkali membuang sisa – sisa produk yang tidak terpakai. Namun sejak menggunakan teknologi iradiasi masa simpannya hingga 2 tahun 3 bulan,” jelas Rudi.

“Yang menjadi kelemahan iradiasi untuk produk LHI adalah banyaknya masyarakat yang masih meragukan hasil produk yang telah diiradiasi, mereka masih takut akan efek samping hasil iradiasi. Ini dimungkinkan karena pemahaman yang kurang pada masyarakat mengenai iradiasi. Kelemahan yang lain adalah irradiator tidak bisa mengiradiasi produk yang menggunakan gelas kemasan, karena hasil radiasi akan membuat kemasan gelas berubah warna,” tambahnya.  

PT Liza Herbal Internasional (LHI) membawa semua hasil produksinya ke Iradiator Gamma Merah Putih, PT LHI melakukan uji laboratorium pada produknya sebelum dan sesudah iradiasi, hasil dari uji lab menunjukan angka yang masih berada dalam standar BPOM.

Indra Milyardi, Subkoordinator Loka Iradiator Gamma Merah Putih – BATAN, mengungkap bahwa Iradiator Gamma Merah Putih per tahun setidaknya telah melakukan iradiasi 1.000 ton produk. Produk terbanyak berasal dari produk herbal, kemudian pangan, alat kesehatan, kosmetik dan lain-lain. (SET)