HUTRI75
Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 19 November  2020), Dalam rangka meningkatkan kapasitas pengetahuan pegawai PAIR dalam bidang Ketatausahaan serta pemenuhan pengembangan Kompetensi Aparatur Siplil Negara 20 jam pelajaran dalam satu tahun, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) yang diprakarsai oleh Bagian Tata Usaha menyelenggarakan Sharing Knowledge Pengelolaan Arsip, Aplikasi Kepegawaian dan Tell Story MC secara virtual selama 2 hari, Rabu (18/11) dan Kamis (19/11) dengan narasumber pegawai PAIR di lingkungan Persuratan, Kepegawaian dan Dokumentasi Ilmiah (PKDI). Sebanyak 80 orang pegawai PAIR antusias mengikuti acara ini.

Dalam sambutannya sekaligus membuka acara ini, Kepala PAIR (Totti Tjiptosumirat) mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kewajiban sebagai ASN untuk mendapatkan peningkatan kemampuan, pengetahuan melalui diklat, coaching, mentoring, sharing knowledge dan story telling. Mengingat pentingnya kegiatan ini, maka dikeluarkan aturan dalam bentuk Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, dan Permenpan RB berkaitan dengan kewajiban bagi seluruh ASN mendapatkan peningkatan kemampuan 20 jam dalam satu tahun. Ada dua cara yang bisa dilakukan dalam peningkatan kemampuan tersebut, yaitu pertama dibuat oleh instansi dimana ASN tersebut bekerja; kedua pegawai yang mengusulkan tentang diklat apa yang dibutuhkan untuk peningkatan kemampuan tersebut. Dari dua cara tersebut, sebaiknya peningkatan kemampuan dalam rangka pengembangan kompetensi diusulkan oleh pegawai yangbersangkutan    

Sebelum memasuki pemaparan inti tentang kegiatan PKDI, Bambang Sutarto selaku Sub Koordinator Subbagian PKDI menyampaikan pemaparannya mengenai. Dalam pemaparannya Bambang mengatakan bahwa sebagai konsekuensi logis, para ASN dituntut memiliki kompetensi teknis, manajerial, sosial kultural dan pemerintahan pada bidang dimana mereka bekerja. Oleh karena itu diwajibkan ASN melaksanakan pengembangan kompetensi paling sedikit 20 jam pelajaran pertahun. Hal ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 17 Tahun 2020 Pasal 203 ayat 4. Selanjutnya Bambang juga menyampaikan materinya mengenai Implementasi Tandatangan Elektronik (TTE), dimana tujuannya adalah untuk mempercepat proses penandatangan naskah dinas, meningkatkan efektifitas, efisiensi, kenyamanan, keamanan terhadap pelayanan publik serta menjamin keutuhan naskah dinas elektronik yang ditandatangani secara elektronik dari perubahan yang dilakukan oleh pihak yang tidak berwenang. Dalam kondisi pandemi ini, maka tandatangan secara elektronik sangat efektif dan efisien karena dapat dilakukan dimana saja dan mengurangi interaksi langsung.

Dengan moderator Asih Nariastuti, sharing knowledge (18/11) hari pertama diawali dengan pemaparan tiga (3) materi sekaligus oleh Hikmah sebagai arsiparis penyelia yaitu Dasar-Dasar Kearsipan, Tata Naskah BATAN dan Penciptaan Arsip.

“Suatu organisasi besar maupun kecil dalam melaksanakan kegiatannya selalu memiliki dokumen yang harus dikelola dengan baik. Tidak hanya organisasi, manusia secara individu pasti memiliki dokumen penting yang perlu dikelola dalam bentuk arsip, misalnya akta kelahiran, Ijazah dan lain sebagainya, “demikian yang disampaikan Hikmah. Karena itu arisp adalah aset suatu organisasi atau manusia. Dalam pemaparannya Hikmah juga menyampaikan bahwa kegiatan arsip tidak hanya pada penyimpanan saja, tetapi sudah dimulai sejak arsip itu diciptakan, diproses, disimpan termasuk dipelihara dan dirawat serta pada akhirnya dimusnahkan agar tidak terjadi penumpukan di ruang arsip.

Di hari kedua, selain melalnjutkan pemaparan tentang arsip yang disampaikan Eti Suryati tentang Kearsipan dan Kode Klasifikasi, dilanjutkan dengan pemaparan tentang kegiatan penggunaan aplikasi kepagawaian seperti Penyusunan SKP dan Aplikasi SIAPP oleh Dewa Ketut Rai dan penggunaan aplikasi SIM SDM dan SILAT oleh Rohilawati.  Diakhir acara Mubarik Achmad yang akan menjalankan masa purnabakti bulan Desember 2020 berbagi ilmu tentang MC. Dengan dipandu oleh moderator Hikmah, acara berjalan dengan lancar. (anari)