HUTRI75
Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 23/11/2020). Teknologi nuklir telah dimanfaatkan diberbagai bidang kehidupan. Namun dibutuhkan sinergi dengan stakeholders dari berbagai multidisiplin ilmu dan integrasi dengan teknologi lain untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam era industri 4.0.

“Era 4.0 memiliki ciri perubahan yang sangat cepat. Terlebih situasi pandemi global COVID-19 yang menuntut kita untuk beradaptasi di era new normal. Maka dibutuhkan kolaborasi dengan stakeholders dari berbagai disiplin ilmu, serta bagaimana teknologi nuklir juga dapat terintegrasi dengan teknologi lainnya, bahkan menghadapi era 5.0,” ucap Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar Riza Antariksawan, dalam International Conference on Nuclear Science, Technology, and Applications (ICONSTA) 2020, yang disiarkan melalui Konferensi Video Zoom dan YouTube Humas BATAN, Senin (23/11).

Senada dengan Anhar, Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang P.S Brodjonegoro mengatakan, perkembangan iptek dan inovasi harus mampu menghasilkan teknologi tepat guna sebanyak mungkin, meningkatkan komersialisasi dan nilai tambah dari hasil penelitian dan pengembangan iptek dan inovasi, mengurangi impor dan meningkatkan produk lokal, serta menciptakan garda terdepan teknologi yang memperkuat perkembangan dan inovasi iptek.

Teknologi nuklir dan inovasinya, lanjut Menteri Bambang, telah diakui dan dimanfaatkan secara luas oleh komunitas end-user, Karena memiliki peran multidimensi di berbagai sektor untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. “Teknologi nuklir dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga harus terus diperjuangkan dan diterima masyarakat,” lanjut Menteri Bambang.

Kegiatan penelitian di bidang teknologi nuklir dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dengan penekanan pada bidang pangan, lingkungan, kesehatan, bahan maju, industri pertahanan dan keamanan, energi, dan sumber daya manusia.

Gelaran konferensi ini mengambil tema “Empowering Nuclear Science, Technology and Application toward Industry 4.0”, yang merupakan bagian dari  Nuclear Expo (NEXPO) 2020 dalam rangka merayakan HUT ke – 62 BATAN, serta Indonesia Inovasi Expo 2020. Konferensi ini akan berlangsung hingga Selasa (24/11).

Terdapat 300 peserta yang mendaftar pada seminar ini, yakni dari Indonesia, Jepang, Thailand, Singapura dan Bangladesh. Dua ratus peserta diantaranya akan memaparkan makalah terkait 3 topik, yakni ilmu nuklir, aplikasi nuklir, dan teknologi nuklir.

Terdapat 11 sub topik yang akan menjadi pembahasan pada seminar kali ini, yakni material maju, pemrosesan mineral radioaktif, sumber daya alam dan ilmu lingkungan, reaktor, akselerator, dan iradiator, instrumentasi dan komputasi nuklir, ilmu kesehatan dan kehidupan, pangan dan pertanian, radioisotop dan radiofarmaka, karakterisasi nuklir, radiometrologi dan keselamatan nuklir, serta radiobiologi dan fisika radiasi. Informasi mengenai ICONSTA 2020 dapat dilihat pada website iconsta2020.batan.go.id (tnt).