HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 21/07/2020). Bagi sebagian orang, mendengar kata nuklir adalah sesuatu yang menakutkan. Namun di Indonesia, pemanfaatan teknologi nuklir telah diaplikasikan di berbagai sektor kehidupan. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menyelenggarakan Seminar Daring bertajuk “Aplikasi Teknik Nuklir dalam Kajian Produksi dan Kesehatan Ternak”, yang disiarkan secara live melalui video konferensi Zoom dan Youtube Humas BATAN.

Seminar ini bertujuan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) nuklir khususnya bidang pertanian. Aplikasi teknik nuklir digunakan untuk menunjang program peternakan nasional berupa pakan, tata laksana reproduksi, dan program kesehatan ternak. Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan mengakui, teknologi nuklir untuk peternakan belum banyak dikenal masyarakat luas.

“Aplikasi teknik nuklir pada ruminansia (hewan pemamah biak) telah dikembangkan untuk mendukung inseminasi buatan dan pengembangan vaksin. Hanya saja gaungnya kurang. Ini menjadi tantangan bagi BATAN melalui Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) agar hasil-hasil iptek nuklir lebih membumi,” ujar Anhar saat membuka seminar.

Peneliti Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN, Boky Jeanne Tuasikal menjelaskan, permintaan akan produksi peternakan seperti daging, telur, dan susu meningkat setiap tahun, namun produksi dalam negeri hanya dapat memasok 20 persen saja.

“Aplikasi iptek nuklir digunakan untuk kesehatan dan reproduksi ternak sehingga diharapkan dapat meningkatkan produksi ternak dan meningkatkan pendapatan petani,” jelas Anne.

Lebih lanjut, Anne menjelaskan, aplikasi iptek nuklir digunakan sebagai sumber radiasi dan perunut.

Sumber radiasi yang digunakan salah satunya radiasi gamma Cobalt-60 yang digunakan untuk pembuatan vaksin. Pemanfaatan iradiasi sinar gamma digunakan untuk mengatenuasi (melemahkan) mikroorganisme (live vaccine) atau menginaktivasi (killed vaccine) namun tidak merusak struktur protein antigeniknya, sehingga kandidat vaksin ini masih dapat menimbulkan respon imun atau antibodi pada ternak.

“Kalau kita menggunakan teknik yang lain, misalnya dengan pemanasan atau pemberian formalin, hal ini akan merusak struktur protein antigenik yang mengelilingi mikroba atau bahan vaksin, sehingga menghasilkan antibodi yang tidak spesifik terhadap penyakit tertentu. Sedangkan jika dengan radiasi, karena memiliki daya tembus yang besar namun tidak merusak struktur protein antigeniknya, dapat menghasilkan antibodi yang spesifik,“ jelas Anne.

Beberapa vaksin hasil penelitian dan pengembangan (litbang) BATAN, diantaranya vaksin radiasi untuk penyakit fasciolosis, yakni penyakit cacing hati ternak ruminansia yang disebabkan oleh parasit Fasciola gigantica yang dapat menurunkan produktivitas ternak.

“Penyakit ini biasanya kita temui pada hewan kurban jika kita tidak berhati-hati,” tambah Anne.

Vaksin radiasi lainnya, yakni untuk penyakit Mastitis Subklinis, penyakit radang ambing (kelenjar susu) yang umumnya disebabkan oleh bakteri Streptococcus agalactiae. Kemudian yang masih dalam tahap penelitian, yakni vaksin radiasi Brucellosis adalah penyakit Keluron (keguguran) menular pada sapi, disebabkan oleh bakteri Brucella abortus.

Teknik nuklir sebagai perunut menghasilkan teknologi Radioimmuno assay (RIA), khususnya pada ternak sapi, yang digunakan untuk mendeteksi hormon progesteron, yang merupakan suatu cara untuk memberi dukungan dalam rangka peningkatan efisiensi reproduksi ternak, terutama yang berkaitan dengan adanya kelainan saluran reproduksi, dan dilakukan melalui deteksi konsentrasi hormon progesteron dalam serum atau susu.

“RiA progesteron ini bermanfaat untuk mendeteksi pubertas ternak, mendeteksi gejala birahi, mendiagnosa kebuntingan dini, mendukung program inseminasi buatan, dan diagnosa kelainan reproduksi ternak,” jelas Anne.

Baca juga: Teknologi Nuklir Mampu Tingkatkan Produktivitas Ternak

Aplikasi radiasi juga digunakan dalam pemuliaan tanaman pakan ternak. BATAN telah menghasilkan 3 varietas sorgum yang diberi nama Pahat, Samurai 1, dan Samurai 2. “Saat ini BATAN juga tengah mengembangkan 3 calon varietas sorgum lainnya, yakni G5, G7, dan G8, jelas peneliti PAIR BATAN, Teguh Wahyono (tnt).