HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 14 Juli 2020), Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR)-Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) didukung oleh Pusat Diseminasi dan Kemitraan (PDK)-BATAN dan Humas BATAN  menyelenggarakan Seminar Daring Aplikasi Teknik Nuklir pada Bidang Pertanian dengan tema “Teknik Nuklir dalam Bidang Pertanian untuk mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan”, yang diadakan selama 4 hari yaitu pada tanggal 14, 17, 21 dan 24 Juli 2020. Selasa (14/7), Seminar Daring Aplikasi Teknik Nuklir pada Bidang Pertanian dimulai dan dibagi menjadi 2 Seri, yaitu Seri ke-1 Kelompok Penelitian Entomologi dengan topik Pengendalian Hama dan Organisme Pengganggu pada Produk Pertanian di pagi hari dari jam 08.30 - 11.30 WIB. Seminar yang dibuka secara umum ini pada Seri ke-1 menampilkan 4 pembicara yaitu Dr. Murni Indarwatmi, M.Si. dan Hadian Iman Sasmita, M.Si. (PAIR-BATAN), Ir. Turhadi Noerahman, M.Si. (Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian), dan Dr. Saputa (Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultasi Pertanian UGM).

Seri ke-2 Kelompok Penelitian Pemuliaan Tanaman Non-Pangan (Florikultura) dengan topik Perbaikan Varietas Tanaman Hias Melalui Teknik Mutasi Radiasi untuk Mendukung Industri Florikultura pada siang hari dari jam 13.30 - 15.30 WIB. Seri ke-2 menampilkan 3 pembicara yaitu Prof. Dr. Ir. Budi Marwoto, MS (Balai Penelitian Tanaman Hias), Dr. Sri Rahayu (Pusat Penelitian dan Konservasi Tumbuhan Kebun Raya-LIPI), dan Dr. Sasanti Widiarsih, MS (PAIR-BATAN); 

Kepala BATAN, Prof. Dr. Ir. Anhar Riza Antariksawan dalam sambutannya dan sekaligus pembukaan acara pertama-tama menyampaikan terima kasih kepada PAIR-BATAN  terutama bidang Pertanian atas terselenggaranya seminar daring ini. Dua topik yang akan disampaikan pada hari ini sangat penting dan menarik, “kata Anhar. Anhar berharap dengan adanya acara ini dapat menyebarluaskan hasil litbang BATAN dan dimasa mendatang dapat semakin kuat dan aplikasinya semakin luas dalam pemanfaatannya ke masyarakat. Tidak hanya hasil penelitiannya saja, namun BATAN juga telah memiliki iradiator gamma dengan kapasitas yang besar yang diberi nama Iradiator Gamma Merah Putih yang terletak di Puspiptek Serpong diharapkan dapat melayani berbagai hal baik untuk sanitari dan fitosanitari. Di tahun mendatang BATAN juga akan menyiapkan fasilitas Mesin Berkas Elektron yang saat ini telah menyiapkan dokumen dan diharapkan dapat menggandeng dan meyakinkan investor.

Kedepan Anhar berharap dapat mendorong memperbanyak iradiator-iradiator untuk meningkatkan ekspor di bidang pertanian, kelautan khususnya untuk nelayan penangkap ikan, sehingga hal tersebut dapat membantu Indonesia untuk bidang ekspor di Indonesia.  BATAN bertekad untuk terus menerus meningkatkan aplikasi teknologi nuklir untuk pemanfaatan masyarakat menuju adil dan makmur.

Dalam sambutannya Kepala PAIR, Totti Tjiptosumirat menyampaikan tentang hasil litbang PAIR yang bisa dilihat dan diaplikasikan untuk pemanfaatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu Totti mengatakan tujuan diadakan seminar ini adalah dalam rangka penyebarluasan hasil litbang dan perkembangannya yang dihasilkan oleh PAIR.

Dengan diberikannya penghargaan dari International Atomic Energy Agency (IAEA) yaitu ditetapkan sebagai Collaborating Centre for Plant Mutation Breeding for Climate Smart Agriculture, Totti mengatakan bahwa ini merupakan perpanjangan tugas dari IAEA dalam pemanfaatan teknologi nuklir sehingga mampu melakukan pengembangan riset khususnya dalam pengembangan tanaman pangan dan mampu mendiseminasikan hasil penelitiannya.

Pada Seri ke-2, acara yang dibuka oleh Deputi Bidang Sains dan Aplikasi Teknik Nuklir (SATN) BATAN, Prof. Dr. Ir. Efrizon Umar, MT mengatakan sangat senang dengan peserta yang melebihi quota yaitu sekitar 1200 orang dan terdiri dari berbagai daerah di Indonesia yang menandakan meningkatnya animo masyarakat terhadap nuklir, sehingga kata nuklir tidak lagi menakutkan. Tentu hal ini merupakan salah satu cara dalam menyebarluaskan hasil teknologi nuklir. Peserta yang ikut dalam acara ini tentu ada yang telah mengenal nuklir namun ada juga yang baru kenal. Untuk itu Efrizon mengharapkan kepada yang telah tahu dapat saling sharing dan yang baru kenal tentu dapat menambah ilmu dan wawasan di bidang teknologi nuklir. BATAN melalui PAIR telah menghasilkan lebih dari 20 varietas padi yang telah dilepas dan tahun 2019/2020 ini mulai memperbaiki varietas lokal.

Dengan adanya banyak taman kota, maka selain tanaman pangan, tanaman non pangan seperti tanaman hias mulai dimintasi masyarakat. Disinilah teknologi nuklir dapat berperan. Dengan menggunakan radiasi, tanaman dapat mekar lebih lama, unggul dalam warna dan sebagainya. Satu pemanfaatan teknologi nuklir di bidang pertanian yang mampu memperbaiki varietas tanaman hias melalui teknik mutasi radiasi dalam rangka mendukung industri florikultura, demikian kata Efrizon. (anari)