HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Musi Rawas, 03/09/2019), Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menyelenggarakan kegiatan evaluasi pelaksanaan Science Techno Park (STP) di Kabupaten Musi Rawas, Selasa (03/09). Kegiatan STP merupakan program nasional yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi pada tahun 2015.

Wakil Bupati Musi Rawas, Suwarti dalam sambutannya menyambut baik kegiatan evaluasi pelaksaan STP BATAN. Kabupaten Musi Rawas menjadi salah satu daerah yang ditunjuk oleh BATAN sebagai salah satu lokasi STP selain Kabupaten Klaten dan Polewali Mandar.

"Kegiatan ini merupakan hal yang bagus yang dapat dijadikan sebagai sarana untuk memberikan pemikiran bersama dan upaya mendorong sinergitas dan dapat membangun Musi Rawas yang sesuai dengan kebijakan pembangunan Musi Rawas dan pembangunan nasional," kata Suwarti.

Deputi Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir, Efrizon Umar mengatakan, kegiatan evaluasi STP ini merupakan upaya untuk mengetahui perkembangan STP di masing-masing daerah yakni Pasar Jumat, Klaten, Polewali Mandar, dan Musi Rawas pada tahun 2018. "Saat ini merupakan evaluasi semester I tahun 2019. Evaluasi ini untuk melihat apakah pelaksanaan kegiatan STP ini telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan," kata Efrizon.

Ia menambahkan, kegiatan STP pada tahun ini merupakan tahun terakhir, dan pada akhir tahun 2019 ini akan dilakukan evaluasi secara keseluruhan pelaksanaan STP sejak tahun 2015 - 2019. Diharapkan kondisi STP mendatang dapat lebih mandiri dan mampu melakukan inovasi hasil dari adopsi teknologi yang diterima dari BATAN selama ini mulai dari pengenalan, pembinaan dan pengembangan STP di daerah.

Sementara itu, Kepala PAIR, Totti Tjiptosumirat mengatakan, meskipun tahun ini merupakan tahun terakhir pelaksanaan STP di ketiga lokasi tersebut, namun pihaknya akan tetap menganggarkan biaya untuk pendampingan STP. "BATAN tetap akan mendanai kegiatan STP BATAN ini pada 2020, walaupun sebatas pendampingan agar masing-masing STP daerah dapat tumbuh menjadi dewasa, khsusunya dalam menggaet Tenant dan membentuk Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT)," ujar Totti.

Totti menegaskan, selama ini pihaknya telah mengenalkan hasil penelitian BATAN di bidang pertanian terpadu. Kedepan STP dapat diarahkan untuk melakukan inovasi bukan saja hanya berkutat pada dunia pertanian, melainkan terbuka untuk teknologi lainnya seperti teknologi pengwetan makanan, uji tak merusak, kesehatan, bahkan energi.

Dari keempat STP yang dikelola BATAN, satu diantaranya telah masuk kategori Madya, yakni STP Polewali Mandar. "Polewali Mandar masuk kategori Madya karena telah terbukti melakukan inovasi, inkubasi teknologi dan mulai melakukan inkubasi bisnis. Bahkan oleh Kemenristekdiktti telah diberi tugas tambahan untuk membina dan mendampingi pembuatan PPBT Coklat di Polewali Mandar dan PPBT Batik di Papua," tambah Totti.

Terkait kondisi STP Pasar Jumat yang belum dapat dikategorikan madya, Totti menjelaskan, sebagai lembaga pemerintah, BATAN tidak dapat serta merta melakukan proses inkubasi bisnis. Untuk mewujudkan hal ini dibutuhkan tenaga ahli khusus dalam hal bisnis teknologi yang mengungkit produk litbang menjadi komoditi dagang.

"Ini menjadi tantangan bagi BATAN ke depan untuk dapat lebih menekuni litbang bisnis teknologi yang perlu kerja sama langsung dengan pelaku bisnisnya," pungkas Totti. (Pur)