Slide_wbk
HUTRI75
Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...


(Vienna, 27/11/2018). Iradiator Gamma karya anak bangsa atau yang disebut dengan Iradiator Gamma Merah Putih menjadi poin utama dari pameran Indonesia yang digelar pada Konferensi Tingkat Menteri Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/ IAEA), di Vienna International Centre, Vienna, Austria, Rabu (28/11). Dengan mengambil tema "Memanfaatkan Teknologi Radiasi: Memberdayakan Sektor Industri, Berkontribusi untuk Pembangunan Ekonomi“, pameran kali ini bertujuan untuk menghadirkan manfaat teknologi nuklir dan upaya hilirisasinya ke sektor industri.

“Pameran ini menyoroti kontribusi signifikan dari aplikasi teknologi radiasi di Indonesia untuk meningkatkan kualitas hidup, dan juga dalam memberikan dampak sosial-ekonomi yang positif melalui pemberdayaan sektor strategis nasional yang relevan, termasuk industri usaha kecil dan menengah“ ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani saat pembukaan pameran.

Jamu dalam bentuk kemasan kapsul menjadi salah satu produk iradiasi yang dihadirkan pada pameran ini.

“Bagi sebagian dari Anda yang tidak akrab dengan produk ini, jamu adalah minuman herbal tradisional Indonesia. Berkat teknologi radiasi, produk jamu kami kini memasuki pasar global yang kompetitif,“ lanjut Puan.

Melalui kerja sama dengan Institute of Istopes Hongaria, Indonesia telah berhasil membangun Iradiator Gamma Merah Putih dengan kandungan lokal hingga 84%. Fasilitas yang berlokasi di Kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan ini diresmikan pada November 2017 oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla dan sebagai model untuk membangun iradiator gamma di daerah lain di Indonesia.

Manajer Operasional Liza Herbal International (LHI), Rudi, salah satu perusahaan obat herbal yang memanfaatkan iradiasi mengatakan, menggunakan iradiasi dapat memperpanjang masa umur simpan sehingga produknya lebih kompetitif.

“Aplikasi proses iradiasi pada teh, produk herbal atau jamu telah berhasil memperpanjang umur simpan produk kami, sehingga produk kami lebih kompetitif di pasar & mendukung pengembangan bisnis kami,“ demikian testimoni Rudi seperti yang disampaikan melalui presentasi Deputi Pendayagunaan Teknologi Nuklir BATAN, Hendig Winarno saat side event.

Senada dengan Rudi, Direktur Gerak Tani, N.J Sembiring, melalui testimoni pada presentasi tersebut, mengaku terbantu dengan proses iradiasi hasil kerja sama dengan BATAN sehingga produknya tidak perlu menggunakan bahan kimia yang dapat membahayakan kesehatan.

“Proses iradiasi pada produk makanan dan rempah-rempah kami telah membantu kami dalam meningkatkan daya saing di pasar, memungkinkan tanggal kadaluwarsa lebih lama tanpa menggunakan pengawet bahan kimia apa pun”, kata Sembiring.

Dengan penguasaan Indonesia dalam teknologi iradiator gamma, Puan mengatakan Indonesia siap untuk memainkan peran yang lebih aktif untuk membantu negara-negara berkembang serta berbagi pengalaman, pembelajaran dan mempromosikan penguatan kerjasama Selatan-Selatan. (tnt).