HUTRI75
Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 30 Juli 2018), Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR)-BATAN bekerjasama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) menyelenggarakan pelatihan “Efek Radiasi terhadap Materi Biologi Ditinjau dari Aspek Biomolekuler” yang berlangsung dari tanggal 30 Juli sampai dengan 7 Agustus 2018 bertempat di PAIR, Jakarta dan diikuti oleh 35 pegawai dari PAIR, PTKMR, PSTNT, dan PKSEN.

Tujuan dari pelatihan ini adalah sebagai transfer Ilmu Teknologi mengenai efek radiasi terhadap materi biologi ditinjau dari aspek biomolekuler, karena banyak kegiatan penelitian yang berkaitan dengan mahkluk hidup, sehingga peserta diharapkan dapat menerapkan analisis biologi molekuler secara sistematik dan komprehensif.

Pelatihan ini dibuka oleh Kepala Bidang Program dan Evaluasi Pusdiklat (Djuwartini) mewakili Kepala Pusdiklat menyampaikan bahwa pemanfaatan sumber radiasi untuk keperluan kesejahteraan memang ada efeknya. Oleh karena itu patut diketahui lebih dalam sehingga hasil penelitian lebih baik dan aman.  Selain itu juga dapat membantu kompetensi SDM serta dapat memenuhi target diklat 20 jam/tahun.  

Pelatihan ini meliputi pelatihan dasar (biologi sel dan molekuler, dasar fisika radiasi, efek radiasi terhadap materi biologi), materi utama (prinsip isolasi DNA, Aplikasi PCR, Prinsip Kualitatif dan Kuantitatif DNA, Teknologi dan Aplikasi Analisis Biologi Molekuler dalam berbagai cabang disiplin ilmu) serta materi Praktikum (Pengenalan alat, isolasi DNA, Aplikasi PCR dan Pengenalan Teknik Sekuensing, Analisis Kualitatif dan Kuantitatif DNA serta Interpretasi Data).

Sebagai Ketua Pengarah, Ishak mengharapkan pelatihan ini dapat berjalan dengan lancar dan bermanfaat untuk para peneliti dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas riset peneliti di lingkungan PAIR khususnya dan pengguna lainnya.