PUSDIKLAT-BATAN
Slide item 2
Slide item 3
Slide item 4

Sodales commodo et nulla donec sed erat dolor!

Etiam diam magna; porta sed gravida vel, molestie non lacus. Donec laoreet est vitae enim hendrerit egestas.

(Jakarta, 16/02/2020) Dalam rangka memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk seleksi tugas belajar  atau pelatihan di luar negeri,  Pusdiklat Batan secara rutin menyelenggarakan tes TOEFL setiap bulannya. Tes TOEFL tersebut dapat  diikuti oleh setiap pegawai Batan yang diusulkan oleh unit kerja melalui surat pengantar yang ditandatangani minimal oleh pejabat eselon III. Selain untuk mengukur kompetensi berbahasa inggris bagi pegawai Batan, tes TOEFL Prediction juga digunakan untuk mengukur kemampuan berbahasa inggris calon pegawai Negeri sipil yang mendaftar ke Batan.

(JAKARTA 13-24/01/2020) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengawali tahun 2020 dengan pelatihan Instrumentasi Fisika Medis yang diikuti oleh mahasiswa Universitas Indonesia (UI). Pelatihan ini merupakan bentuk kerjasama antara BATAN dan UI dalam mengembangkan kompetensi Mahasiswa Fisika Medis Jurusan Fisika Fakultas MIPA UI khususnya dalam bidang instrumentasi fisika medis. Pusdiklat menyelenggarakan pelatihan ini sebanyak 2 angkatan dari tanggal 13 sampai 17 Januari 2020 untuk angkatan pertama dan 20 sampai 24 Januari untuk angkatan kedua dengan jumlah peserta 26 orang setiap angkatan.

Pada tanggal 15 – 16 Januari 2020, Pusdiklat BATAN menerima kunjungan 2 (dua) orang delegasi dari Nuclear HRD Center, Japan Atomic Energy Agency (JAEA) dalam rangka Steering Committee Meeting antara BATAN and JAEA yang ke-10. Kepala Pusdiklat BATAN, Fatmuanis Basuki menyambut semua peserta meeting dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada JAEA atas kontribusinya dalam pengembangan kapasitas di Indonesia sejak tahun 1996 hingga 2019 melalui Instructor Training Program (ITP) pada bidang Radiation Protection, Radiation Measurement and Nuclear Spectroscopy, Nuclear Application Technique, Emergency Preparedness and Response, Reactor Engineering, dan Environmental Radioactivity Monitoring. Fatmuanis berharap kerja sama antara BATAN dan JAEA akan semakin kuat terutama dengan pengembangan Instructor Training Course (ITC) tingkat lanjut yang dibutuhkan oleh Indonesia. General Manager Nuclear HRD Center, JAEA, Mr. Yoshihiro NAKANO berharap pertemuan ini membawa hasil yang saling menguntungkan dan berkontribusi untuk meningkatkan kerja sama yang erat antara BATAN dan JAEA.

(Jakarta 14/01/2020) Memasuki tahun 2020, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), akan menggunakan fasilitas gedung baru. Revitalisasi Gedung Pusdiklat BATAN yang terletak di Jalan Lebak Bulus Raya No. 49 ini, telah selesai dilaksanakan dan secara resmi sudah dapat digunakan. Peresmian Revitalisasi Gedung Pusdiklat BATAN dilakukan oleh Kepala BATAN Prof. Anhar Riza Antariksawandi Lantai 2 Gedung Pusdiklat, Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Selasa (14/01).

Dalam sambutannya, Kepala BATAN menyampaikan rasa sukurnya bahwa pembangunan gedung Pusdiklat ini dapat terlaksana dengan baik dan tepat waktu. Mengingat banyak yang menyangsikan dari waktu 135 hari yang direncanakan dapat terselesaikan. “Alhamdulillah ternyata bisa terselesaikan, berkat kerja sama yang baik, dan patut kita menyatakan syukur kepada Allah SWT,” ungkap Anhar.

Anhar berharap agar gedung yang baru ini dapat dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik. Selain itu, dengan diresmikannya Revitalisasi Gedung ini, diharapkan Pusdiklat BATAN dapat lebih meningkatkan lagi kinerjanya, termasuk dalam peningkatan pendapatan negara bukan pajak (PNBP). “Karena jika PNBP meningkat dan dapat memenuhi kebutuhan dalam mendukung program kerja, maka tidak hanya bergantung kepada DIPA saja, sebagaimana arahan Menristek,” kata Anhar.

(Jakarta, 22/09/2019)  Indonesia melalui Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menawarkan program pelatihan tentang nuklir kepada negara-negara di kawasan Afrika, Asia Pasifik, dan negara berkembang lainnya. Tawaran ini disampaikan BATAN pada side event sidang umum International Atomic Energy Agency (IAEA) ke-63, di Vienna, Austria, Jumat (20/09).

Tawaran pelatihan yang disampaikan Indonesia mengusung tema Nuclear Capacity Building (NuCaB) yang merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Practical Arrangement antara Indonesia yang diwakili Menristekdikti dan IAEA yang diwakili Dirjen IAEA,  Yukiya Amano pads bulan Februari 2018. Sebagai negara anggota IAEA, Indonesia mendukung kegiatan IAEA terkait pengembangan SDM di negara berkembang lainnya melalui kegiatan Regional Capcity Building Initiative (RCBI) melalui pelatihan atau collaborating center.