Menuju Wilayah Bebas Korupsi
Slide item 1

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 3

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 4
Slide item 5

TangSel 19/9/2019 Sebanyak 25 guru Sekolah Menengah Atas (SMA) mengunjungi fasilitas Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR). Kedatangan rombongan disambut oleh petugas layanan informasi PTRR. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperkaya pengetahuan para guru mengenai perkembangan dan pemanfaatan iptek nuklir di Indonesia salah satunya di bidang kesehatan. Bagi beberapa peserta ini merupakan pengalaman kali pertama mereka mengunjungi dan melihat langsung instalasi nuklir.

Pada kunjungan tersebut para peserta dijelaskan mengani produk litbang PTRR, kegiatan penelitian dan fasilitas yang dimiliki oleh PTRR. Tak lupa peserta diajak untuk melihat fasilitas laboratorium yang dimiliki PTRR terutama fasilitas hotcell. Selama kunjungan banyak terjadi diskusi antara peserta dengan pemandu.-AriefIN-

(Yogyakarta, 06/09/2019). Kanker akhir-akhir ini menjadi salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Biaya pengobatan yang mahal menjadi salah satu kendala bagi pasien dalam mengobati penyakit satu ini. Padahal, ada pengobatan yang bisa membantu pasien mengurangi beban dari sisi finansial, yakni dengan metode kedokteran nuklir. Ketua Perhimpunan Kedokteran Nuklir Indonesia (PKNI), Eko Purnomo menyebutkan, metode pengobatan kedokteran nuklir bisa sangat menghemat biaya yang harus dikeluarkan pasien, terlebih jika pasien adalah peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

“Metode pemeriksaan dan pelayanan kedokteran nuklir sangat murah, dan ini juga menghemat program pemerintah untuk BPJS,” ungkapnya saat konferensi pers di sela – sela acara Indonesia Nuclear Expo 2019, di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Jumat (06/09).

TangSel 2/9/2019 Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) mendapat kunjungan Dr. Amirreza Jalilian Division of Physical and Chemical Sciences- International Atomic Energy Agency (IAEA). Kedatangan Amirreza diterima secara langsung oleh kepala PTRR Dr. Rohadi Awaludin. Kedatangan Amirreza ke PTRR dalam rangka diskusi dan penjajakan kerjasama pengembangan teknologi produksi radioisotop dan radiofarmaka. Amirreza banyak menyampaikan tentang trend dunia dalam pengembangan teknologi radioisotop dan radiofarmaka. Beberapa radioisotop diagnosis dan terapi dibahas dalam diskusi tersebut, termasuk teknologi produksi Teknesium-99m melalui jalur non fisi. Di bidang radiofarmaka dibahas beberapa tren radiofarmaka, yaitu radiofarmaka dalam bentuk kit (cold kit) dan radiofarmaka berbasis peptida yang memiliki prospek yang besar di masa yang akan datang.

Amirreza juga merupakan penanggung jawab beberapa kerjasama/kegiatan PTRR-BATAN dengan IAEA yang saat ini sedang berjalan. Oleh sebab itu, kedatangannya ke PTRR merupakan kabar baik untiuk kelangsungan kerjasama PTRR-BATAN dan IAEA di masa depan.-AriefIN-

TangSel 2/9/2019 Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) menyelenggarakan kegiatan Workshop on Current Good Manufacturing Practice (cGMP) for Radiopharmaceuticals yang diikuti oleh 12 pegawai PTRR dan 1 peserta IAEA fellowship dari Zambia.

Kegiatan workshop diselenggarakan sejak tanggal 2 -11 September 2019. Tujuan dari kegiatan workshop tersebut adalah untuk meningkatkan sekaligus penyegaran bagi para pelaku litbang terutama yang terlibat dalam kegiatan pendayagunaan. Pemahaman mengenai Cara Pembuatan Obat yang baik (CPOB) bagi para pelaksana sangat penting dalam rangka menjaga mutu produk.-AriefIN-

TangSel 26 Agustus 2019 Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) bekerja sama dengan PT Kimia Farma, Tbk. menyelenggarakan Pelatihan Kualifikasi Peralatan dan Sistem Penunjang Produksi Radiofarmaka. Kualifikasi perlatan dan system penunjang dalam produksi radiofarmaka merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam penerapan Sistem Mutu Cara Pembuatan Obat Yang Baik (CPOB). Kualifikasi dilakukan mulai dari instalasi (Instalation Qualification/IQ), operasi (Operation Qualification/OQ) dan kinerja peralatan (Performance Qualification/PQ). Masalah timbul karena personil yang memiliki kompetensi dalam kualifikasi peralatan sangat terbatas sedangkan peralatan yang harus dikualifikasi cukup banyak. Oleh sebab itu, dalam rangka peningkatan kompetensi personil dalam mengkualifikasi perlatan sekaligus dalam memelihara system mutu CPOB maka pelatihan kualifikasi peralatan dilakukan.

Kualifikasi peralatan mutlak dilakukan sebelum proses produksi radiofarmaka. Hal itu untuk memastikan bahwa kinerja peralatan mulai dari pemasangan/instalasi, saat operasi dan kinerjanya memenuhi persyaratan sehingga produk yang dihasilkan nantinya memenuhi persyaratan mutu. Bayangkan, seandainya peralatan mengalami gagal fungsi saat proses produksi atau parameter peralatan tidak terpenuhi, maka produk yang dihasilkan tidak akan lolos uji mutu. Sumber daya (waktu, biaya, tenaga)yang terbuang sia-sia akibat kegagalan produksi tidak sedikit jumlahnya. Oleh sebab itu, pelatihan kualifikasi peralatan dan system penunjang sangat penting dilakukan secara berkala, selain sebagai penyegaran untuk personil lama dan mendidik para personil kualifikasi yang baru.-AriefIn-



Visitor Counter

 

Kontak PTRR

Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Gedung 11, Setu, Tangerang Selatan 15314

Telp: (021) 756-3141, 758-72031
Fax: (021) 756-3141

http//: www.batan.go.id
http//:www.batan.go.id/ptrr

Email : prr[at]batan.go.id