Menuju Wilayah Bebas Korupsi
Slide item 1

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 3

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 4
Slide item 5

Oarai 30/10/2019.  Nuclear Researchers Exchange Program by MEXT merupakan salah satu program pertukaran peneliti dari berbagai negara di Asia, dengan total peserta 30 orang. Program ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang nuklir dalam berbagai aspek nuklir untuk perdamaian, dengan cara mengikuti kegiatan penelitian yang dilakukan oleh tempat yang ditunjuk (host institution) oleh MEXT, Japan.

Salah satu staf dari Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka - BATAN Chaidir Pratama berkesempatan menjadi salah satu peserta dari program tersebut. Program ini dilaksanakan pada periode 30 September sampai 20 Desember 2019, dengan tema penelitaian “High Production Mo-99/Tc-99m with Activation Neutron Method”. Selama program ini berlangsung, peserta melakukan penelitian tersebut di Waste Management and Decomissioning Technology Devlopment Center, Oarai Research & Development Institute, Japan Atomic Energy Agency (JAEA).

Output yang diharapkan dari program ini adalah, peserta mampu memberikan kontribusinya dalam pengembangan dan plan research untuk masa depan, mampu mengadopsi teknik ataupun metode tentang produksi Mo-99/Tc-99m, sehingga dapat dimanfaatkan di indonesia. Turut aktif dalam penelitian dan kolaborasi penelitian dengan Jepang, khusunya JAEA (host institution), baik dalam kemampuan laboratorium atau pengetahuan lainya terkait dengan produksi Mo-99/Tc-99m.-ChaidirPratama-

TangSel 19/9/2019 Sebanyak 25 guru Sekolah Menengah Atas (SMA) mengunjungi fasilitas Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR). Kedatangan rombongan disambut oleh petugas layanan informasi PTRR. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperkaya pengetahuan para guru mengenai perkembangan dan pemanfaatan iptek nuklir di Indonesia salah satunya di bidang kesehatan. Bagi beberapa peserta ini merupakan pengalaman kali pertama mereka mengunjungi dan melihat langsung instalasi nuklir.

Pada kunjungan tersebut para peserta dijelaskan mengani produk litbang PTRR, kegiatan penelitian dan fasilitas yang dimiliki oleh PTRR. Tak lupa peserta diajak untuk melihat fasilitas laboratorium yang dimiliki PTRR terutama fasilitas hotcell. Selama kunjungan banyak terjadi diskusi antara peserta dengan pemandu.-AriefIN-

(Yogyakarta, 06/09/2019). Kanker akhir-akhir ini menjadi salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Biaya pengobatan yang mahal menjadi salah satu kendala bagi pasien dalam mengobati penyakit satu ini. Padahal, ada pengobatan yang bisa membantu pasien mengurangi beban dari sisi finansial, yakni dengan metode kedokteran nuklir. Ketua Perhimpunan Kedokteran Nuklir Indonesia (PKNI), Eko Purnomo menyebutkan, metode pengobatan kedokteran nuklir bisa sangat menghemat biaya yang harus dikeluarkan pasien, terlebih jika pasien adalah peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

“Metode pemeriksaan dan pelayanan kedokteran nuklir sangat murah, dan ini juga menghemat program pemerintah untuk BPJS,” ungkapnya saat konferensi pers di sela – sela acara Indonesia Nuclear Expo 2019, di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Jumat (06/09).

TangSel 2/9/2019 Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) mendapat kunjungan Dr. Amirreza Jalilian Division of Physical and Chemical Sciences- International Atomic Energy Agency (IAEA). Kedatangan Amirreza diterima secara langsung oleh kepala PTRR Dr. Rohadi Awaludin. Kedatangan Amirreza ke PTRR dalam rangka diskusi dan penjajakan kerjasama pengembangan teknologi produksi radioisotop dan radiofarmaka. Amirreza banyak menyampaikan tentang trend dunia dalam pengembangan teknologi radioisotop dan radiofarmaka. Beberapa radioisotop diagnosis dan terapi dibahas dalam diskusi tersebut, termasuk teknologi produksi Teknesium-99m melalui jalur non fisi. Di bidang radiofarmaka dibahas beberapa tren radiofarmaka, yaitu radiofarmaka dalam bentuk kit (cold kit) dan radiofarmaka berbasis peptida yang memiliki prospek yang besar di masa yang akan datang.

Amirreza juga merupakan penanggung jawab beberapa kerjasama/kegiatan PTRR-BATAN dengan IAEA yang saat ini sedang berjalan. Oleh sebab itu, kedatangannya ke PTRR merupakan kabar baik untiuk kelangsungan kerjasama PTRR-BATAN dan IAEA di masa depan.-AriefIN-

TangSel 2/9/2019 Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) menyelenggarakan kegiatan Workshop on Current Good Manufacturing Practice (cGMP) for Radiopharmaceuticals yang diikuti oleh 12 pegawai PTRR dan 1 peserta IAEA fellowship dari Zambia.

Kegiatan workshop diselenggarakan sejak tanggal 2 -11 September 2019. Tujuan dari kegiatan workshop tersebut adalah untuk meningkatkan sekaligus penyegaran bagi para pelaku litbang terutama yang terlibat dalam kegiatan pendayagunaan. Pemahaman mengenai Cara Pembuatan Obat yang baik (CPOB) bagi para pelaksana sangat penting dalam rangka menjaga mutu produk.-AriefIN-



Visitor Counter

 

Kontak PTRR

Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Gedung 11, Setu, Tangerang Selatan 15314

Telp: (021) 756-3141, 758-72031
Fax: (021) 756-3141

http//: www.batan.go.id
http//:www.batan.go.id/ptrr

Email : prr[at]batan.go.id