Menuju Wilayah Bebas Korupsi
Slide item 1

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 3

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 4
Slide item 5

(Serpong, 20/10/2020). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mendapatkan penugasan dari pemerintah sebagai koordinator dalam 3 kegiatan Prioritas Riset Nasional (PRN) 2020-2024, dimana salah satunya di bidang kesehatan, yakni pengembangan radioisotop dan radiofarmaka.  Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan menyampaikan bahwa 5 jenis produk radioisotop dan radiofarmaka untuk kesehatan ditargetkan BATAN akan terealisir dalam kurun waktu 2020 - 2024.

 “Mengapa radioisotop dan radiofarmaka? Ada dua manfaat penggunaan radioisotop dan radiofarmaka dalam kedokteran nuklir, yaitu untuk diagnostik dan untuk terapi, misalnya untuk penyakit kanker, dimana saat ini penggunaannya terus berkembang dan prospeknya makin meningkat,” demikian disampaikan oleh Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Auditorium Gd. 71 Kawasan Nuklir Serpong, Tangerang Selatan dan diikuti pula secara daring melalui aplikasi meeting, Selasa (20/10).

Anhar menuturkan bahwa selama ini kebutuhan radioisotop dan radiofarmaka di dalam negeri dipasok oleh produk impor yang mencapai hingga di atas 90%. Untuk itu salah satu program utama BATAN sejak tahun 2019 adalah berupaya merevitalisasi ekosistem  industri radioisotop dan radiofarmaka. “Kalau kita bisa memperbaiki ekosistemnya, maka produksi radioisotop dan radiofarmaka di dalam negeri meningkat sehingga bisa mengganti yang selama ini kita impor,” ujar Anhar.  

Dalam kesempatan ini, Kepala Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR), Rohadi Awaludin memaparkan lebih detail bahwa PTRR-BATAN saat ini sedang mengembangkan produksi radioisotop dan radiofarmaka untuk penanganan penyakit kanker, baik untuk diagnosis maupun untuk terapi yang banyak dibutuhkan di dalam negeri.

“Ada 5 jenis produk radioisotop dan radiofarmaka yang ditargetkan akan terealisir dalam kurun waktu 2020 – 2024 yaitu Generator Mo-99/Tc-99m, Radiofarmaka berbasis PSMA, Kit radiofarmaka nanokoloid HAS, Kit radiofarmaka EDTMP dan Contrast agent berbasis gadolinium untuk MRI contrast agent,” ujar Rohadi.

Menurut Rohadi, dari kelima produk tersebut, terdapat 3 produk yang sangat ditunggu oleh pengguna yakni Generator Mo-99/Tc-99m, Radiofarmaka berbasis PSMA, dan Kit radiofarmaka nanokoloid HAS.

“Produk Generator Mo-99/Tc-99m dan Kit radiofarmaka nanokoloid HAS diharapkan dapat mensubstitusi impor  luar negeri,” ujarnya.

“Sedangkan produk Radiofarmaka berbasis PSMA saat ini mulai banyak digunakan di luar negeri dan mempunyai potensi penggunaan yang sangat tinggi di dalam negeri,” lanjut Rohadi.

Dijelaskan lebih jauh oleh Rohadi, Generator Mo-99/Tc-99m menggunakan Mo-99 non fisi. Saat ini radioisotop Tc-99m banyak digunakan untuk diagnosis kanker dan dapat pula digunakan untuk diagnosis jantung dan ginjal.

Radiofarmaka berbasis PSMA (Prostate Specific Membrane Antigen), radiofarmaka ini  digunakan untuk diagnosis dan terapi kanker prostat. Lu-177-PSMA digunakan untuk terapi, namun hasil pencitraan sebaran radiofarmaka tersebut di dalam tubuh dapat digunakan pula untuk mengetahui status terakhir sebaran kanker yang ada di dalam tubuh.

Kit radiofarmaka nanokoloid HSA, digunakan untuk diagnosis sebaran kanker ke kelenjar limfa (limfoscintigrafi), khususnya sebaran dari kanker payudara. Sedangkan Kit radiofarmaka EDTMP merupakan generasi baru radiofarmaka untuk terapi paliatif kanker tulang. Ini dapat digunakan untuk daerah-daerah yang jauh dari lokasi produksi.

Yang terakhir, contrast agent berbasis gadolinium untuk MRI contrast agent adalah radioisotop/ tradiotracer yang digunakan pada saat pengembangan, produk akhir tidak mengandung radioisotop.

Konfensi pers diakhiri dengan memberikan kesempatan kepada para awak media yang hadir untuk mengunjungi dan melihat secara langsung laboratorium PTRR-BATAN yang ada di Kawasan Nuklir Serpong, Tangerang Selatan. (my).



Visitor Counter

 

Kontak PTRR

Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Gedung 11, Setu, Tangerang Selatan 15314

Telp: (021) 756-3141, 758-72031
Fax: (021) 756-3141

http//: www.batan.go.id
http//:www.batan.go.id/ptrr

Email : prr[at]batan.go.id