Menuju Wilayah Bebas Korupsi
Slide item 1

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 3

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 4
Slide item 5

(Jakarta, 29/09/2020). Teknologi nuklir telah dimanfaatkan di berbagai sektor kehidupan, salah satunya kesehatan. Pemanfaatan radioisotop di bidang kesehatan telah banyak dirasakan oleh masyarakat, khususnya bagi penyintas kanker. Salah satu keuntungan dari radioisotop yaitu sebagai radiotracer atau perunut dalam menemukan lokasi yang terjangkiti oleh penyakit kanker. Selain itu, radioisotop juga dapat digunakan untuk pengembangan pembuatan obat.

“Radionuklida atau biasa disebut juga radioisotop adalah isotop yang memancarkan radiasi untuk mencapai kestabilannya. Radiasi tersebut yang menjadikan masing-masing radioisotop memiliki karakteristik yang khas, sehingga dapat digunakan sebagai radioaktif perunut atau radiotracer,” ungkap peneliti Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Herlan Setiawan, pada webinar seri – 5 bertajuk Development and Production of Radiotracers for Medical Applications, melalui konferensi video Zoom dan YouTube Humas BATAN, Selasa (29/09).

Dari cara terbentuknya radioisotop, prosesnya dapat dibagi menjadi 2 cara, yaitu secara alami dan buatan. Radioisotop buatan dapat diproduksi menggunakan reaktor nuklir maupun akselerator/cyclotron.

“Pada bahasan kali ini, kita fokus pada pembuatan radioisotop di reaktor. Produksinya terdiri dari proses pre-iradiasi, iradiasi di reaktor, dan pasca iradiasi di hot cell,” terangnya.

Penggunaan radiotracer di bidang kesehatan atau kedokteran memiliki syarat yang lebih khusus, karena penggunaannya untuk disuntikkan ke dalam tubuh manusia. Selain itu, radiasi yang digunakan dibatasi dengan jenis alat deteksi yang akan digunakan, yaitu SPECT untuk radiotracer pemancar gamma dan PET untuk radiotracer pemancar positron. Aplikasi perunut radioaktif ini sangat bermanfaat untuk deteksi dini penyakit tidak menular, salah satunya penyakit kanker.

Radiotracer juga dapat digunakan untuk pengembangan obat, salah satunya pengobatan dari bahan-bahan herbal,” sambungnya.

Menurutnya, radioisotop yang paling banyak digunakan di kedokteran nuklir adalah Technetium-99m (99mTc), sebagai penanda obat tertentu yang memancarkan radiasi untuk diagnosis penyakit, seperti tumor atau kanker.

“Delapan puluh lima persen radioisotop yang digunakan pada kedokteran nuklir adalah Technetium-99m   karena energinya yang mencapai 140keV gamma, yang sangat cocok untuk proses diagnosa, dan penetrasi ke dalam organ sangat baik. Technetium-99m dalam bentuk generator mudah dipindahkan, dari segi kimia sangat mudah dapat berikatan dengan berbagai macam ligan untuk pembentukan senyawa kompleks,” tuturnya.

Hingga saat ini, BATAN melalui PTRR telah menghasilkan 5 produk litbang di bidang kesehatan yang telah siap digunakan untuk masyarakat, diantaranya untuk diagnosis fungsi jantung, ginjal dan terapi paliatif pada penyintas kanker yang telah menyebar ke tulang.

Baca juga: Produk Litbang Kesehatan

Pelaksana tugas Deputi Kepala BATAN bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir, Hendig Winarno, mengatakan, teranyar, kit ethambutol dalam proses registrasi untuk mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan.

“Kit ethambutol digunakan untuk mendeteksi kanker tuberkolusis, terutama yang masuk hingga ke tulang, mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” pungkasnya (tnt).



Visitor Counter

 

Kontak PTRR

Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Gedung 11, Setu, Tangerang Selatan 15314

Telp: (021) 756-3141, 758-72031
Fax: (021) 756-3141

http//: www.batan.go.id
http//:www.batan.go.id/ptrr

Email : prr[at]batan.go.id