Menuju Wilayah Bebas Korupsi
Slide item 1

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 3

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 4
Slide item 5

(Serpong, 04/08/2020), “Radioisotop dan Radiofarmaka di Indonesia saat ini masih didominasi oleh produk impor, padahal kita memiliki kemampuan untuk memproduksi sendiri.  Inilah yang sedang BATAN upayakan, yaitu agar angka impor yang tinggi bisa kita turunkan,” jelas Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional, Anhar Riza Antariksawan,  saat membuka webinar series Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka – BATAN.

“Reaktor Serbaguna yang kita miliki kapasitasnya lebih besar daripada reaktor yang ada di Australia, tapi Australia menjadi salah satu negara produsen radioisotop terbesar di dunia. Oleh karenanya, saya mengajak para stakeholder untuk bersatu padu bekerja sama untuk mengembalikan kejayaan produksi radioisotop di Indonesia”, tambah Anhar.

Kepala Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka, Rohadi Awaludin mengatakan, pemanfaatan Radiofarmaka didunia saat mayoritas digunakan untuk onkologi (penyakit kanker). Pemanfaatan radiofarmaka untuk kanker besarnya lebih dari 50%,  disusul cardiology (penyakit jantung), kemudian baru pemanfaatan lainnya seperti thyroid, dan lain sebagainya.   

Survei Kementerian Kesehatan tahun 2013 – 2018 prevalansi kanker di Indonesia pun meningkat cukup tinggi dalam 5 tahun, maka dari itu peran radioisotop dan radiofarmaka sangat diharapkan untuk menjadi solusi dalam penyelesaian masalah kanker, jelas Rohadi.

Hal yang sama diungkapkan Ketua Perhimpunan Kedokteran Nuklir Indonesia, Dr. Eko Purnomo, Sp,KN–TM(K), pemeriksaan kesehatan dengan menggunakan kedokteran nuklir aman, bahkan radiasi yang digunakan lebih kecil dibanding radiasi pada CT-SCAN.  

“Untuk pasien kanker terapi dengan Radioterapi di kedokteran nuklir memberikan nilai ekonomi yang lebih besar kepada pasien, karena biaya paket radiasi saat ini jauh lebih murah jika dibandingkan dengan paket kemoterapi,” terang Eko.

“Penggunaan Samarium-153 EDTMP (etilen diamin tetra metil fosfonat) untuk pasien kanker memberikan manfaat yang besar, walaupun masih harus diobati namun dapat meningkatkan kualitas hidup pasien, “ tambahnya. (SET)



Visitor Counter

 

Kontak PTRR

Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Gedung 11, Setu, Tangerang Selatan 15314

Telp: (021) 756-3141, 758-72031
Fax: (021) 756-3141

http//: www.batan.go.id
http//:www.batan.go.id/ptrr

Email : prr[at]batan.go.id