Slide item 1

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 3

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 4
Slide item 5

TangSel 28/6/2018 Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) menerima kunjungan delegasi International Atomic Energy Agency (IAEA) dalam rangka Knowledge Management Assist Visit. Kunjungan delegasi IAEA ke PTRR merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Knowledge Management Assist Visit IAEA di Indonesia 25 – 28 Juni 2018. Delegasi IAEA terdiri dari Anthonie Cilliers (Afrika Selatan); Gary Cairns (UK); Frank Yee (Kanada); Vladimir Artisyuk (Rusia); dan  Oszvald Glockler (IAEA). Pada kunjungan tersebut delegasi IAEA ingin mendapatkan informasi mengenai upaya-upaya PTRR dan BATAN pada umunya dalam memelihara pengetahuan nuklir yang menjadi kompetensinya. Hal ini seiring dengan semakin menuanya fasilitas dan SDM nuklir. Oleh sebab itu, IAEA dan BATAN berkomitmen untuk melakukan manajemen ilmu pengetahuan nuklir. Berdasarkan informasi yang nantinya diperoleh, IAEA akan membantu dengan memberikan kemampuan dan pengalaman terbaiknya untuk membimbing Indonesia membangun manajemen pengetahuan nuklir yang baik.-AriefIN-

Tangerang Selatan, 17 Mei 2018. Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR)-BATAN menerima kunjungan dari peserta First Project Coordination Meeting, RAS0080-Promoting Self-Reliance and Sustanability of National Nuclear Institutions (EVT1705321). Total peserta pada kegiatan ini yaitu sekitar 30 orang dari berbagai Negara seperti Malaysia, Bangladesh, India, dll. Kunjungan kali ini dikoordinir oleh Pusdiklat, BATAN dan diterima langsung oleh Kepala PTRR Dra. Siti Darwati, M.Sc. Peserta diperkenalkan tentang profil PTRR dan selanjutnya peserta diajak untuk melihat fasilitas laboratorium radioisotop radiofarmaka gedung baru.

Beberapa peserta tertarik dengan produk-produk PTRR, BATAN, bahkan ada yang mulai melirik untuk mengimpor produk radiofarmaka ke Negara mereka. Berita ini merupakan angin segar dan sebuah tantangan bagaimana PTRR mampu untuk melakukan hilirisasi litbang yang lebih baik dan berkualitas. Selain itu, kerjasama dengan rekan industry pada proses registrasi dan ekspor harus lebih ditingkatkan. Harapannya dengan fasilitas yang lebih baik, hasil litbang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, dan rekan industri dapat menjalankan komersialisasi produk. Pada akhirnya produk-produk radiofarmaka tersebut dapat diekspor dan memberikan kontribusi positif pada pertumbuhan ekonomi Indonesia (AmalRezka)

(Semarang, 16 Mei 2018) Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) melakukan soialisasi dalam rangka meningkatkan pendayagunaan hasil-hasil litbang di Rumah Sakit Dr. Karyadi Semarang. Sosialisasi ini bertujuan utk mengenalkan senyawa bertanda Sm-153-EDTMP ke seluruh stakeholder di RSDK Semarang, mulai dari direktur pelayanan, ketua tim perawatan paliatif, bagian onkologi, bagian keperawatan, bagian syaraf, bagian Farmasi, dll. “Potensi pemanfaatan Sm-153-EDTMP cukup besar di RSDK Semarang karena berdasarkan data hasil pemeriksaan menggunakan radiofarmaka Tc-99m-MDP (bone scan) ternyata penderita kanker yang sudah metastasis ke tulang memiliki prevalensi yang tinggi” ungkap direktur pelayanan RS tersebut. Sm-EDTMP digunakan untuk terapi paliatif, yaitu meredakan nyeri hebat yg dialami penderita kanker stadium lanjut yg sudah menyebar ke tulang. Di rumah sakit rumah sakit biasa digunakan morfin sebagai pereda nyeri. Akan tetapi penggunaan morfin ini mempunyai beberapa kekurangan, diantaranya harganya mahal dan menimbulkan efek ketergantungan atau kecanduan. Pemakaiannya pun harus disuntikkan setiap hari sehingga mengganggu kenyamanan pasien. Sedangkan untuk sm edtmp, pemakaian cukup 1 bulan sekali untuk meredakan nyeri, dan tidak menimbulkan efek kecanduan seperti morfin. Drs. Agus Ariyanto, M.Farm dan tim sebagai wakil dari PTRR, BATAN merasa optimis akan meningkatnya pendayagunaan Sm-153-EDTMP di Rumah Sakit di luar Jakarta. Hal ini juga mengindikasikan bahwa PTRR selalu berkomitmen untuk beperan aktif dalam menyediakan produk radiofarmaka di Indonesia. (Amal) 

TangSel 15/5/2018 Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR)-BATAN mendapatkan kunjungan untuk kedua kalinya dari Kepala Seksi Web, Media Digital, dan Materi Informasi Publik, International Atomic Energy Agency (IAEA) Mr. Miklos Gaspar. Sebelumnya Mr. Gaspar telah melakukan kunjungan ke PTRR pada tanggal 4 Oktober 2017. Kunjungan ke fasilitas PTRR kali ini masih dalam rangka untuk mengangkat profil aplikasi nuklir di Indonesia melalui publikasi website dan media sosial IAEA pada tingkat internasional. Dalam kunjungannya ke PTRR, Mr. Gaspar diajak untuk melihat produk hasil litbang seperti : 131I-MIBG untuk diagnosis kanker Neuroblastoma, 153Sm-EDTMP untuk terapi kanker paliatif ke tulang, Kit MIBI (cardioscan), Kit DTPA (renalscan), dan Kit MDP (bonescan) serta melihat fasilitas laboratorium radioisotop dan radiofarmaka yang ada di gedung baru PTRR. (Nanto/Aul)

TangSel 24/4/2018 Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) menyelenggarakan Pelatihan Pengoperasian Spektroskopi Gamma Detektor High Purity Germanium (HPGe). Pelatihan diselenggarakan mulai tanggal 24-27 April 2018 yang diikuti oleh 21 pegawai PTRR dengan narasumber dari IAEA (International Atomic Energy Agency) Mr. Kenneth James. Alat Spektroskopi Gamma Detektor High Purity Germanium (HPGe) yang digunakan dalam pelatihan ini merupakan hibah dari IAEA. Tujuan pelatihan tersebut adalah untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan pranata litbang PTRR dalam pengoperasian spektroskopi gamma detektor HPGe. Pada pelatihan tersebut peserta diajarkan mengenai cara instalasi perangkat keras (hardware) spektroskopi gamma, software, pengoperasian menggunakan sumber standar dan pengoperasian sampel produk. Semoga dengan pelatihan tersebut dapat mengingkatkan kompetensi  pranata litbang di PTRR. -AriefIN-



Visitor Counter

 

Kontak PTRR

Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Gedung 11, Setu, Tangerang Selatan 15314

Telp: (021) 756-3141, 758-72031
Fax: (021) 756-3141

http//: www.batan.go.id
http//:www.batan.go.id/ptrr

Email : prr[at]batan.go.id