Dirgahayu RI 75

Dirgahayu Republik Indonesia ke- 75

Jaya lah Terus Indonesia.

Prevent The Spread of covid-19

Prevent The Spread of covid-19

Informasi Corona Covid-19

Informasi Corona Covid-19

Manajemen
Slide item Anti Korupsi
Selamat Hari Raya Idul Adha

Sodales commodo et nulla donec sed erat dolor!

Etiam diam magna; porta sed gravida vel, molestie non lacus. Donec laoreet est vitae enim hendrerit egestas.

Reno & Thyroid
Pembangunan Iradiator Gamma MP
Selamat Datang  Bulan Ramadan 1441H

Selamat Datang Bulan Ramadan 1441 H

Happy Idul Fitri

Selamat hari Raya Idul Fitri 1441H!

Keluarga Besar PRFN Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441H, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

28 Juli 2020 Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (BSDMO) mengadakan sosialisasi dan penyegaran jabatan fungsional perekayasa secara online. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mensosialisasikan Jabatan Fungsional Perekayasa kepada pegawa-pegawai baru dan penyegaran informasi kepada pegawai senior.

Kegiatan ini dihadiri oleh kepala batan, Anhar Riza Atariksawan, Plt Deputi Pendayagunaan Teknologi Nuklir (PTN), Hendig Winarno, dan seluruh pejabat fungsional perekayasa di Batan. Dalam acara ini mengundang ketua pengurus pusat Himperindo, nyoman jujur.

(FPP)

(Jakarta, 28/07/2020) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN) menggelar Focus Group Disscussion (FGD) secara daring terkait kegiatan pembuatan Sistem Pemantau Radiasi untuk Keselamatan dan Keamanan (SPRKK), Kamis (23/07). FGD ini dimaksudkan untuk mendapatkan masukan dari para pemangku kepentingan yang terlibat dalam kegiatan pembuatan SPRKK.

Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan mengatakan, sejak tahun 2020 hingga 5 tahun mendatang, BATAN diberi tugas oleh pemerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional sebagai koordinator untuk tiga kegiatan Prioritas Riset Nasional (PRN). “Ada tiga judul prioritas riset nasional dimana BATAN sebagai penanggung jawabnya,” ujar Anhar.

Ketiga judul PRN tersebut jelas Anhar yakni, kesiapan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) skala komersial, pengembangan radiosiotop dan radiofarmaka, dan SPRKK. Dari ketiga PRN tersebut, PRFN ditugaskan untuk terlibat dalam pembuatan SPRKK.

(Jakarta, 23/07/2020). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) hilirkan produk litbangnya dengan menggandeng PT. Sarandi Karya Nugraha. Hal ini diwujudkan dalam penandatanganan naskah kerja sama antara BATAN melalui Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN) dan PT. Sarandi Karya Nugraha melalui video conference, Rabu (22/07).

Presiden Direktur PT. Saranda Karya Nugraha, Isep Gojali mengatakan, penandatanganan naskah kerja sama ini yang kedua kalinya dilakukan, sebelumnya pada tahun 2015 - 2017  kerja sama terkait pembuatan alat Renograf yang berfungsi untuk mendeteksi fungsi ginjal. "Penandatanganan naskah kerja sama ini merupakan perpanjangan dari kerja sama sebelumnya, dalam kerja sama hilirisasi produk litbang BATAN ini kendalanya adalah mendapatkan izin edar," kata Isep Gojali.

(Tangsel, 10/03/2020) Pusat Rekaya Fasilitas Nuklir (PRFN) melakukan diskusi perihal perkembangan drone custom di indonesia dengan ketua Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) di ruang rapat Alpha. Diskusi tersebut bertujuan untuk menentukan spek yang cocok dalam pengembangan drone monitoring radiasi yang akan dikembangkan oleh PRFN dalam mendukung program Prioritas Riset Nasional (PRN) Sistem Pantau Radiasi Lingkungan untuk Keselamatan dan Keamanan (SPRLKK).

Diskusi tersebut dihadiri oleh kepala PRFN, Ir. Kristedjo Kurnianto M.Sc dan team penelitian drone monitoring radiasi PRFN dengan group leader  Ikhsan Shobari ST., M.Eng. Dalam diskusi tersebut ketua APDI, DR. M. Akbar Marwan, ST, MMSI memaparkan perkembangan pemanfaatan drone dalam berbagai bidang dan regulasi penerbangan di Indonesia. Menurut akbar perkembangan drone di Indonesia sudah memungkinkan untuk mengangkat berbagai beban berat dengan konsekuensinya ukuran drone mengikuti berat beban yang akan diangkat dan diwajibkan untuk memiliki sertifikat pilot drone dari APDI untuk mengurus regulasi ke kementrian perhubungan.

PRFN berharap mendapatkan spesifikasi drone custom yang dapat mengangkat beban detektor radiasi sekitar 5Kg, dapat terbang stabil dengan ketinggian yang sudah ditentukan dari awal pada saat monitoring suatu area, dan bisa terbang dalam jangka waktu yang agak lama, ujar Ir. Kristedjo Kurnianto M.Sc.

Kedepannya diharapakan APDI dapat menjalin kerja sama dengan PRFN dalam pengembangan drone monitoring radiasi untuk keselamatan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (FPP)

Selasa (04/02) Mahasiswa Farmasi Universitas Gajah Mada (UGM) melakukan Kunjungan ke Kawasan Nuklir Serpong (KNS), dalam kunjungan ini Mahasiswa UGM melihat Fasilitas Nuklir yang berada di kawasan KNS.

Rombongan mahasiswa UGM diterima oleh Petugas Layanan Informasi (PLI) Batan di Auditorium Gedung 71, kemudian mahasiswa tersebut diputar film dokumenter Batan. Pada kunjungan kali ini rombongan mahasiswa farmasi UGM melihat hasil litbang Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN) dan fasilitas pembuatan Radioisotop dan Radiofarmaka di Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR).

Kemudian rombongan tersebut melihat hasil litbang PRFN di Ruang Pameran PRFN. Dalam ruangan pameran PRFN rombongan tersebut mendapatkan penjelasan tentang teknologi pemanfaatan radiasi nuklir yang dikembangkan oleh PRFN antara lain Bidang industri, lingkungan, dan khususnya bidang MEDIS oleh Petugas PLI PRFN yakni Faisal Prasetya dan Hari Nurcahyadi.

Dengan adanya kunjungan dari Mahasiswa Farmasi UGM diharapkan perkembangan teknologi alat kesehatan dalam hal pemanfaatan teknologi radiasi nuklir dapat berkembang pesat karena Profesi Farmasi merupakan ujung tombak dalam pembuatan radioisotop yang digunakan oleh alat kesehatan untuk diagnosa maupun terapi penyakit, ujar Hari Nurcahyadi.

(FPP)