Menpan
Menpan PRSG
PZI Zona Integritas
Bebas Korupsi
Maklumat PRSG
Teras Reaktor

Maklumat Pelayanan PRSG

IKM 2019 : 3,59

IKM / Oktober 2020 : 3,57

IPAK 2019 : 13,68

IPAK / Oktober 2020 : 13,92

Jumlah Laporan Pengaduan 2019 : 0

Jumlah Laporan Pengaduan / Oktober 2020 : 25

--------------------------------------------------------------

IKM : Indeks Kepuasan Masyarakat

IPAK: Indeks Presepsi Anti Korupsi

RSG

Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy

Reaktor riset terbesar di Asia Tenggara ini merupakan salah satu kekayaan milik Indonesia yang memiliki peranan penting dalam memastikan ketersediaan readioisotop dan radiofarmaka di dunia khususnya Indonesia. Salah satu pemanfaatan lain yang dapat dihasilkan oleh reaktor ini adalah untuk pewarnaan batu topaz yang biasa dimanfaatkan untuk batu permata, warna andalan yang dihasilkan umumnya adalah swiss blue dan london blue.

RKU

Ruang Kendali Utama PRSG

RKU merupakan tempat untuk mengendalikan pengoperasian reaktor dan sistem pendukung reaktor lainnya. Didalam ruangan ini hasrus selalu dijaga oleh operator dan atau supervisor selama 24 / 7 hari, hal ini dilakukan untuk menjaga keselamatan dari sistem reaktor maupun sistem pendukung reaktor. Keselamatan reaktor sangatlah diutamakan bagi kami baik dalam keadaan reaktor sedang beroperasi maupun sedang shutdown. Safety adalah komitmen yang menjadi pondasi kinerja kami, sehingga dapat meyakinkan keselamatan lingkungan tetap bersih dari pencemaran udara, air, dll

Detector

Detektor Paparan Radiasi yang terpasang di dinding reaktor bagian dalam

(Serpong, 07/11/2019) Reaktor riset nuklir terbesar di Indonesia, Reaktor Serbaguna G.A. Siwabessy (RSG-GAS) yang dioperasikan oleh Pusat Reaktor Serba Guna (PRSG) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) baru saja dilakukan refueling atau penggantian elemen bakar nuklir yang berlangsung mulai tanggal 3 Oktober 2019 sampai dengan 23 Oktober 2019.

Kegiatan refueling elemen bakar nuklir yang mengandung elemen radioaktif berupa Uranium-235 dilakukan oleh Supervisor dan Operator Reaktor, didampingi oleh Petugas Keselamatan Operasi Reaktor dan Petugas Proteksi Radiasi. Dalam melakukan kegiatan refueling ini, para operator dan supervisor dituntut untuk melakukan kegiatan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan teliti, hati-hati dan selalu mengutamakan keselamatan.

Saat ini, RSG-GAS telah beroperasi pada teras ke-100, hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi 100 kali kegiatan refueling atau penggantian elemen bakar nuklir sejak reaktor beroperasi untuk pertama kalinya pada tahun 1987. Kegiatan refueling dilakukan setiap 4 bulan, atau setelah 10 kali operasi reaktor.

Refueling elemen bakar reaktor bertujuan untuk menjaga agar burn up dan distribusi flux neutron pada teras reaktor merata. Sebelum melakukan kegiatan refueling, Kepala Subbidang Pelaksanaan Operasi reaktor mengajukan permintaan data mengenai 5 buah elemen bakar standar dan 1 buah elemen bakar kendali baru kepada Subbidang Akuntansi Bahan Nuklir. Setelah data tersebut diperoleh, petugas pelaksanaan operasi reaktor membuat Perintah Pemindahan Elemen Teras (PPET), dimana PPET tersebut memuat langkah-langkah yang harus dilakukan dalam kegiatan refueling

Supervisor dan operator reaktor melakukan kegiatan refueling dengan memindahkan elemen bakar standar dan elemen bakar kendali ke posisi yang telah ditentukan, dan mengeluarkan elemen bakar standar dan elemen bakar kendali yang burn up nya telah mencapai 56%, kemudian elemen bakar tersebut dipindahkan ke fuel storage yang terletak pada kolam penyimpanan elemen bakar bekas. 

Dalam melakukan kegiatan refueling, tentunya para personel menghadapi beberapa kendala, namun dengan adanya kendala tersebut, kegiatan refueling tetap berjalan lancar. “Saat ini kendala yang ditemui saat kegiatan refueling berlangsung adalah kesulitan dalam melihat nomor elemen bakar di dalam kolam reaktor, kemudian alfabet dan angka pada rak konfigurasi teras sudah mulai kusam sehingga hal tersebut membuat para personel muda belum cekatan dalam melakukan kegiatan refueling ini. Namun kendala tersebut masih dapat teratasi sehingga kegiatan refueling teras 100 berjalan dengan lancar, aman dan selamat,” ujar Dwi Haryanto selaku Kepala Subbidang Pelaksanaan Operasi Reaktor. (brillia)







Visitor Counter

Flag Counter