Slide item 5
Slide item 1

Pusat Reaktor Serbaguna (PRSG)

Dibangun untuk mendukung sarana penelitian dan pembuatan radioisotop

Slide item 2

Ruang Kendali Utama PRSG

Dalam ruang inilah sistem operasi reaktor dikendalikan

Slide item 3

Detektor Paparan Radiasi yang terpasang di dinding reaktor bagian dalam

Slide item 4

Teras Reaktor

( Serpong, 27/11/2017 ) Reaktor beroperasi  pada daya 15 MW, terdapat 15 mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) sedang melakukan  kunjungan  di reaktor. Jam 10:00 wib pada saat mahasiswa berada di Balai Operasi tiba-tiba seluruh alat proteksi radiasi di balai operasi terjadi high alarm.

Petugas Proteksi Radiasi (PPR) memberikan instruksi kepada pemandu tamu dan seluruh mahasiswa untuk evakuasi keluar dari gedung reaktor menuju ruang dekontaminasi lantai dasar.

Sistem proteksi radiasi mendeteksi adanya lepasan  zat  radioaktif  dari kolam  reaktor. Supervisor menginstruksikan seluruh personil yang berada di dalam gedung reaktor untuk evakuasi di ruang dekontaminasi dasar. Supervisor memerintahkan operator untuk shutdown reaktor dan melakukan isolasi gedung. Supervisor melaporkan kejadian kepada Kepala PRSG dan Kepala BKKO.

(Jakarta, 27/11/2017). Batu topas berkilauan hijau dan biru menghiasi lobi kantor Pusat Reaktor Serba Guna (PRSG) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Tidak banyak yang tahu, batu ini awalnya hanya berwarna putih gading, yang kemudian “disulap” menjadi berwarna-warni di reaktor riset milik BATAN, Reaktor Serba Guna G.A Siwabessy.

“Batu topas ini didatangkan langsung dari Jerman, nama perusahaannya Guntermeelish GmBH. Mereka meminta kita mengiradiasi batu topasnya, untuk meningkatkan nilai keekonomiannya,” ungkap Kepala PRSG BATAN, Heru Umbara di lobi PRSG, Jumat (3/11).

RSG G.A Siwabessy adalah satu dari enam reaktor riset di dunia yang mengiradiasi batu topas itu. “Mereka (Jerman) juga punya reaktor riset, tapi karena permintaan batu topasnya sangat banyak, maka mereka mengirimkan batu topasnya ke reaktor lainnya, untuk diiradiasi,” katanya.

(Serpong, 21/11/2017). Reaktor G.A Siwabessy merupakan reaktor riset terbesar di Asia Tenggara. Pembahasan mengenai pemanfaatan reaktor riset menjadi topik utama pada Seminar Nasional Pendayagunaan Teknologi Nuklir (SENPATEN) 2017 dan Workshop Forum for Nuclear Cooperation in Asia (FNCA), yang digelar di Gedung 720, Pusat Inovasi dan Bisnis Teknologi, Puspiptek, Serpong.

Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Djarot Sulistio Wisnubroto mengatakan, selama ini pemanfaatan reaktor riset baik di Indonesia maupun di negara-negara lainnya kurang dimanfaatkan secara optimal. BATAN saat ini sedang mengupayakan agar pemanfaatan reaktor riset G.A Siwabessy, Serpong dapat mencapai titik optimal.

“Dua tahun bahkan setahun yang lalu,  pemanfaatan reaktor Serpong masih di bawah titik optimal. Tahun ini kita upayakan mendekati titik optimal,” ujarnya.

(Serpong, 30/10/2017). Sejumlah 53 orang perwira menengah Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari berbagai unsur, Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU), sebagai peserta Kursus Atase Pertahanan RI angkatan XI tahun 2017 Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, berkunjung ke Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) di Kawasan Nuklir Serpong, Tangerang Selatan. Senin (30/10). Kunjungan ini bertujuan untuk memperoleh pengetahuan tentang BATAN yang akan digunakan sebagai bekal dalam melaksanakan tugas sebagai atase pertahanan di negara sahabat.

(Serpong, 28/10/2017),  Telah terjadi kebakaran di areal belakang gedung reaktor riset G.A.Siwabessy, Kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan. Salah seorang pegawai yang melihat langsung memadamkan api dengan peralatan yang ada disekitar kebakaran. Sedangkan pegawai yang lain menghubungi petugas pengamanan, dan dengan sigap petugas pengamanan segera menuju ke TKP untuk memadamkan kebakaran tersebut.

Kejadian tersebut merupakan skenario yang dilakukan Pusat Reaktor Serba Guna-BATAN dalam latihan kedaruratan non nuklir yang dilaksanakan pada Rabu, 25 Oktober 2017. Latihan tersebut dilaksanakan secara rutin 1 tahun sekali yang merupakan tolok ukur kemampuan pegawai, seberapa baik penguasaan dan kemahirannya dalam melaksanakan prosedur operasional pada tugas pemadaman kebakaran. Selain itu latihan tersebut juga untuk menguji kesiapan peralatan pemadam kebakaran.