WBK

Penyimpangan? Awasi, Amati, Laporkan

Jangan tunda, Lapor jika anda mengetahui Korupsi, Gratifikasi, Fraud dan Pelanggaran Kode Etik. Laporkan ke inspektorat@batan.go.id

Portal SIMLIN

Sistem Informasi Manajemen Litbangyasa Iptek Nuklir, Layanan aplikasi Online untuk pegawai BATAN...

Selengkapnya...

Jurnal Atom Indonesia

WINNERS OF "ATOM INDONESIA BEST PAPER AWARD 2014"

ATOM INDONESIA is one of the most highly reputed scientific journals in Indonesia. It is an open access international peer - reviewed journal...

Selengkapnya...
gedung 90

Gedung Manajemen

Selengkapnya...

(Jakarta, 16/10/2021) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) sudah mempunyai pengalaman dalam melakukan internalisasi budaya keamanan nuklir di ketiga fasilitas reaktor riset nuklir dan fasilitas sumber radioaktif. Staf senior keamanan nuklir, ORTN – BRIN, Khairul, mengatakan, faktor manusia berkontribusi besar terhadap keberhasilan atau kegagalan sistem keamanan nuklir di instalasi nuklir.

“Keamanan nuklir yang efektif adalah dengan adanya dukungan peralatan proteksi fisik sebesar 20 persen, dan keterlibatan faktor manusia atau budaya keamanan nuklir sebesar 80 persen,” jelas Khairul usai menjadi salah satu pengajar pada IAEA National Workshop on Conducting Nuclear Security Culture Self Assessments: Session I, Jumat (15/10).

(Jakarta, 01/10/2021). Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) berbagi pengalaman terkait penilaian diri budaya keamanan nuklir di Indonesia kepada para anggota negara Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/ IAEA).

Staf senior keamanan nuklir, ORTN – BRIN, Khairul mengatakan, peran manusia sangat penting didalam sistem keamanan. Selain sebagai kontributor dalam penguatan rezim keamanan nuklir, manusia juga bisa menjadi penyebab dari kegagalan sistem keamanan itu sendiri.

“Budaya keamanan nuklir menjadikan faktor manusia sebagai aset dalam manajemen keamanan nuklir,” jelas Khairul pada Workshop Budaya Keamanan Nuklir, yang digelar oleh IAEA secara virtual, Kamis (30/09).

(Jakarta, 29/09/2021) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) bekerja sama dengan National Nuclear Security Administration, U.S. Department of Energy menyelenggarakan pelatihan dengan nama Regional Workshop on Insider Threat Mitigation secara virtual, 27 - 30 September 2021. Pelatihan ini selain untuk meningkatkan kemampuan personil dalam mengantisipasi segala kemungkinan bahaya yang terjadi terkait keamanan nuklir, juga dijadikan sebagai ajang berbagi pengetahuan di bidang keamanan nuklir di tingkat internasional.

Direktur Pengembangan Kompetensi, Sudi Arianto dalam sambutan pembukaannya mewakili Deputi SDM Iptek, mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapi semua program nuklir dunia adalah ancaman orang dalam yang jahat (insider threat). Sebagaimana telah diidentifikasi Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/ IAEA) dan disampaikan pada beberapa forum, orang dalam memiliki keunggulan unik dalam fasilitas nuklir mana pun.

"Mereka memiliki akses ke material (bahan nuklir), wewenang untuk berada di fasilitas ini, dan pengetahuan tentang prosedur keamanan. Dibutuhkan sedikit imajinasi untuk memahami risiko yang dapat ditimbulkan oleh orang dalam dengan niat buruk terhadap fasilitas nuklir, atau konsekuensi yang berpotensi serius jika hal seperti itu terjadi," ujar Sudi.

(Jakarta, 25/05/2021), BATAN dengan resmi meluncurkan dibentuknya Computer Security Incident Response Team (CSIRT). “Pembentukan BATAN - CSIRT membutuhkan waktu yang cukup lama, tidak serta merta satu dua bulan jadi. Ini bahkan sudah diinisiasi sejak tahun 2019, pembentukan BATAN -  CSIRT ini membutuhkan waktu selama 2 tahun. Semua diawali ketika Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melakukan asistensi di BATAN untuk keamanan informasi, kemudian dengan pertimbangan dan concern atas keamanan data informasi maka setelah melewati diskusi, advokasi dengan BSSN akhirnya disepakati untuk dibentuk CSIRT,” ungkap Budi Prasetyo, Plt. Kepala Pusat Pendayagunaan Informatika Dan Kawasan Strategis Nuklir (PPIKSN) BATAN.

“CSIRT merupakan program nasional BSSN untuk mendorong Instansi/Lembaga/Kementerian/LPNK/Pemda untuk mempunyai semacam organisasi atau kelompok CSIRT sebagai wadah penanganan insiden di bidang Teknologi Informasi,” tambahnya.

(Serpong, 06/04/2021) Klinik BATAN Kawasan Nuklir Sepong (KNS) selalu rutin mengadakan acara Bincang Kesehatan, topik yang diangkat kali ini adalah Makananku Kesehatanku. Acara diadakan secara daring dan diikuti oleh pegawai BATAN dengan jumlah sekitar 150 orang.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Pendayagunaan Informatika dan Kawasan Strategis Nuklir (PPIKSN), Budi Prasetyo dalam sambutannya mengatakan sangat mengapresiasi kepada seluruh rekan yang bertugas di Klinik BATAN KNS karena di tengah kesibukan menyiapakan acara vaksinasi covid 19 yang ke-2 di KNS masih sempat menyelenggarakan acara ini. Acara Bincang Kesehatan ini dikemas secara santai jadi kepada seluruh peserta silahkan dimanfaatkan untuk saling berdiskusi dan berbagi pengalaman, ujarnya.

Sebagai moderator dr. Leonardo Sitanggang mengawali acara Bincang Kesehatan ini dengan memaparkan data hasil pemeriksaan berkala pegawai di KNS tahun 2020 dengan 3 kasus terbanyak yaitu obesitas (51, 24%), hipertensi (30,62%), dan hiperglikemi (30,12%). Materi kali ini dipilih untuk menyingkapi hasil pemeriksaan tersebut, tambahnya.

Narasumber Bincang Kesehatan dr. A Firmansah, SpGK, MKes menjelaskan materi secara jelas dan menarik, sehingga seluruh peserta sangat antusias mengikuti acara hingga selesai. Selama kurang lebih dua jam beliau memaparkan presentasi kepada seluruh peserta, dan acara Bincang Kesehatan diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab. (rmnsrmn)